Sepakbola Liga Indonesia,…. ancuuurrr

9 Februari 2008

Kompetisi yang Kehilangan Makna
Kompas | Sabtu, 9 Februari 2008 | 08:33 WIB

Kadang-kadang timbul rasa penasaran yang mendalam dan ingin bertanya kepada para pengelola sepak bola di negeri ini. Tahukah mereka untuk apa kompetisi sepak bola digelar? Atau, sebenarnya, mereka itu tau enggak sih esensi dari sebuah kompetisi? Atau jangan-jangan ini menjadi sebuah pertanyaan konyol karena bahkan mereka pun tak paham benar makna kata ”kompetisi”.
Faktanya, saya sungguh tak tahu apakah kawan-kawan yang berkantor mewah di Senayan sana paham apa makna kompetisi. Seharusnya mereka jauh lebih paham daripada orang kebanyakan karena figur seperti Nugraha Besoes, misalnya, sudah puluhan tahun menjadi ”orang bola” dan hampir sepanjang hidupnya mengurusi sepak bola. Namun, yang terjadi dunia nyata sepak bola Indonesia sungguh sulit dicerna dalam pengertian dan konsep kompetisi paling sederhana sekalipun.
Contoh paling afdol adalah ditiadakannya mekanisme promosi dan degradasi. Peniadaan ini sudah berkali-kali dilakukan, terutama di era Nurdin Halid sehingga sulit untuk tidak menduga, ”ada udang di balik batu” pada semua tindakan ini. Promosi dan degradasi Bagaimanapun, promosi dan degradasi adalah jiwa dan esensi dasar dalam sebuah kompetisi sepak bola.
Seperti halnya kompetisi di seluruh belahan dunia, Indonesia pun menganut penjenjangan dalam struktur pembangunan sepak bolanya. Di Italia, jenjang tertinggi dinamai kompetisi Liga Serie A, kemudian berturut-turut di bawahnya ada Serie B, Serie C dan seterusnya. Di Inggris, kelas tertinggi dinamai Premiership, kemudian Divisi Championship dan seterusnya. Spanyol punya La Liga untuk divisi tertinggi, lantas Segunda dan seterusnya. Di Indonesia mengenal kompetisi Divisi Utama untuk strata tertinggi, kemudian Divisi I, Divisi II, dan seterusnya. Akan tetapi, kecuali di Indonesia, di negara lain, tidak akan mungkin klub dari divisi yang lebih rendah, ”mendadak sontak” naik kelas ke divisi yang lebih tinggi, tanpa punya prestasi di divisinya. Sunderland, misalnya, tidak akan promosi ke Premiership jika tidak menjuarai Divisi Championship. Demikian pula sebaliknya, West Brom atau Charlton tidak akan turun derajat ke divisi Championship jika mereka tidak berada di posisi tiga terbawah pada musim sebelumnya. Oleh sebab itu, di luar negeri, posisi klub dalam klasemen menjadi teramat penting. Di divisi paling atas, mereka berkompetisi dengan target konkret: menjadi juara, masuk jajaran empat besar, atau menghindari degradasi. Maka, (di luar negeri, sekali lagi) laga untuk menghindari degradasi bisa lebih dramatik, mencekam dan sangat menghibur daripada laga perebutan juara. Dua musim lalu, pendukung West Brom sampai berlinangan air mata karena timnya sukses lolos dari bencana degradasi. Mereka menangis berpelukan dan lantas menggelar pesta semalam suntuk bak timnya sudah menjadi juara.

Kehilangan gairah
Gairah dan passion sepak bola memang dibangun oleh ketatnya persaingan dan iklim kompetitifnya. Sebuah kompetisi sepak bola kehilangan gairah bahkan boleh dibilang tanpa jiwa jika faktor ini secara sengaja, by design, dihilangkan demi kepentingan-kepentingan tertentu seperti yang terjadi di Indonesia. Kompetisi sepak bola Indonesia bukan saja telah kehilangan makna, tetapi juga sekaligus menjadi ajang untuk membohongi dan membodohi masyarakat dengan kedok olahraga. Bagaimana tidak? Karena, apa yang bisa diharapkan dari sebuah pertandingan yang hanya bermakna menang, kalah atau seri, tanpa ada perjuangan penentuan nasib di dalamnya? Bagi klub dan pemain, untuk apa mereka memberikan yang terbaik karena toh tak ada konsekuensi bagi nasib mereka di kemudian hari. Untuk apa bertanding sepenuh hati karena toh mereka tak akan terdegradasi. Lantas, untuk apa menonton sepak bola di negeri ini? (Joy)

Anton Sanjoyo

Entry Filed under: lagi tren. Tag: , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


orang berguna

Aku ingin melakukan sesuatu hal yang besar, tapi yang harus aku kerjakan tiap hari adalah hal-hal kecil yang seolah-olah adalah hal yang yang besar dan penting buatku.

orang berguna kalo dia tuh ada manfaatnya bagi sekitar nya dan saat dia ada semua orang bisa tersenyum

chat dengan saya..

yang sedang disini ::.
hit counters
dari mana aja yach...?
Locations of visitors to this page

pendekar tidar mengundang para blogger magelang untuk bergabung.. mari..
jangan cuma prihatin... berbuatlah sesuatu

yang baru...

ter panas...

pilih pilih

komen baru...

andre di Penerimaan CPNS Kabupaten…
vincent di Totto-chan Gadis Cilik di…
meta di Kumpulan Soal Test CPNS […
Nugroho di Daftar Gaji PNS
Suherman di Buku : Petunjuk Sunnah dan Ada…

Blogroll

Magelangers

sejauh ini sudah

Kategori Awan

Bukubukuku gak penting hikmah KOMPIE lagi tren lucu merenunglah.. social stuff Umum Uncategorized workstuff

Foto2 di Flickr

sok cantik ding

Ibuukk... Naya dolan nggihhh!!!

Nayaa ampun mlayu-mlayu

Nggih Buuk...

Tak mlampah mawon...

More Photos

my fave picture

Koleksi Kertas Dinding

Photobucket

check this out

RSS detiknews – detiknews

RSS Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia

Meta

slide

Get the Flickr Slideshow widget and many other great free widgets at Widgetbox!

Halaman

 

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

tulisantulisan