24
Mar
08

Albarzanji Dziba’ Vs Nasar

Dalam momentum Maulid Nabi ini saya ingin menulis tentang tradisi di daerah saya untuk memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad Saw, yaitu pembacaan sejarah Nabi yang terangkum dalam sebuah karya sastra yang judul aslinya adalah ‘Iqd al-Jawahir (Kalung Permata). Namun, dalam perkembangannya, nama pengarangnyalah yang lebih masyhur disebut, yaitu Syekh Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad al-Barzanji. Dia seorang sufi yang lahir di Madinah pada 1690 M dan meninggal pada 1766 M. [sumber NU Online]

yang mo saya ceritakan bukan tentang pro kontra kegiatan maulid yang ditentang oleh teman-teman ahlusunnah-wahabiah [saya tambah wahabiah soale sekarang susah mo nyebut ahlussunnah or salafiyah karena keliatannya nih baru terjadi persaingann sengit, rebutan lah, untuk menyandang predikat Salafy ini]

yang mau tak ceritakan tuh.. di daerah saya kalo maulud gini semua lapisan masyarakat membaca yang namanua albarzanji, dalam kitab itu kan ada banyak isinya, ada dziba’, nasar, syariful anam dan lainnya. nah dari semua itu yang paling populer di tempat saya tuh dziba’ dan nasar. waktu saya kecil saya senang sekali kalo ikut bapak saya berjanjen istilah untuk orang membaca albarzanji, dan dulu yang paling populer tuh dziba’ kemudian seiring waktu kepopuleran dziba’ tergeser oleh nasar, apa pasal? dziba’ tuh panjang banget dari awal sudah melagukan syair dua bait panjang-panjang kemudian baru membaca rawi beberapa bagian lagi kemudian baru mahalul qiyam. sedang nasar tuh singkat banget setelah membaca syair beberapa baris kemudian dilanjutkan dengan membaca rawi yang diawali dengan aljannatu wanaimuha sya;dul liman yusholli wa yusallim wa yubarik alaih… empat paragraph rawi langsung mahalul qiyam. singkat cepat setelah mahalul qiyam langsung doa. makanya orang modern yang diburu waktu [?] lebih memilih untuk membaca barzanji nasar ini ketimbang dziba’ yang puanjang dan lamaa… Hanya tinggal jamaah muslimat saja yang masih membaca dziba’ itu pun kadang-kadang.

Diam-diam saya merasa rindu dengan bacaan dziba. orang-2 di tempatku melagukan syair-syair dalam dziba’ dengan sedemikian indah, ada tempo dari pertama lambat mendayu lama kelamaan sampai pada klimaks cepat dan penuh semangat. Sampai saya sering menguping saat jamaah muslimat membaca dziba’ tapi… tidak seindah yang dilagukan jamaah putra. Eh ternyata yang merasa kehilangan pada bacaan dziba’ versi lama tuh bukan hanya saya, banyak orang yang kemudian rasan-rasan untuk melatih kembali bacaan dziba ini karena… Kemarin Bulek saya meminta jamaah putra untuk membaca dziba’ atas wasiat mendiang paklek, lha pada acara yang langka itu semua begitu menikmati lantunan syair-syair yang dilagukan tapi banyak yang terbata-bata dan salah disana-sini karena dah lama gak dibaca.

akhirnya setelah acara kemarin malam itu sepakat untuk merutinkan lagi bacaan dziba’ yang sempat tergeser popularitasnya oleh nasar…

itu aja yah…


3 Tanggapan ke “Albarzanji Dziba’ Vs Nasar”


  1. 19 April 2008 pukul 6:13 pm

    tanya dikit ya, mas…
    berjanjen tu sunnah bukan?
    kalo bukan, mubah ga?

    innallaha wamalaaikatahu yusholluna ‘alannaby yaa ayyuhalladziina aamanu shollu alaihi wasalliimu tasliima…
    membaca sejarah nabi, sebagai wujud mencintai nabi, untuk meneladani-nya menurut saya berpahala tuh mas…

  2. 22 April 2008 pukul 12:13 am

    yang mas kutip dalil tentang shalawat.
    yang saia tanya soal berjanjen.
    maaf mas, saia agak bingung.

    lha berjanjen tuh kan kumpulan sholawat dan syair pujian kepada nabi, syair sejarah nabi to mas…
    perlu saya utarakan dulu ya biar maklum, saya penganut ahlisunnah wal jamaahnya madzahibil arba’ah syafi’iyyah [biar ndak sasar susur].
    sebetulnya saya takut salah ni njawabnya karena bukan maqom saya untuk itu, pengetahuan agama saya amat dangkal, so cmiiw yah… plis :)
    berjanjen [kegiatan membaca Maulid Albarzanji] dilakukan untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad Saw. Terlepas dari hukum nya apa? itu wujud dari rasa cinta kepada kekasih kita Nabi Muhammad Saw [QS 2:31-32, 9:24].
    Tahu kan mas orang jatuh cinta kayak apa, ya ingin muji2 terus lah, saya juga ingin gitu mas…
    oh ya gara-gara mas ni sy kepaksa mbongkar almari dan nemu tulisan ini mas…

    Ibnu Taimiyah dalam “iqtidha’ shirothil mustaqim” hal 297 berkata, “Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutinan, segolongan orang terkadang melakukannya. dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungan kepada Rasulullah Saw.

    Oh ya mas kalo di tempat saya ni ya berjanjen tuh efektif buat ngundang orang nha disitu kita bisa ngajak orang untuk datang berjamaah ke musholla lho mas wetul itu :)

    finally mas tentu masih bingung karena belum saya jawab berjanjen tuh hukumnya apa ya kaaan…?

  3. 23 April 2008 pukul 5:40 am

    malah jadi tambah binun neh…
    tapi maaf ya jadi sampe bongkar lemari segala

    pengetahuan agama saia juga masih dangkal
    saia sendiri merasa ga mesti bermadzhab
    saia muslim, tanpa terusan apapun di belakangya
    saia juga mencintai Muhammad SAW dan berharap bisa bertemu dengan beliau

    saia ga melakukan berjanjen
    simply karna saia merasa cukup dengan ragam shalawat yang dicontohkan dari Rasulullah dan para sahabat
    saia juga ga ngerayain maulid nabi
    simply karna beliau dan para sahabat juga ga ngelakuin itu
    mudah2an ga berarti saia kurang mencintai beliau
    dan saia merasa lebih “aman” dengan pilihan saia
    mudah2an mas juga bisa beramal lebih “aman”
    kalo pun ga, insyaAllah kita tetap sama2 muslim yang belajar mencari kebenaran

    btw, sepaham saia seruan buat shalat berjamaah cuma adzan tuh

    yah mas terima kasih ajakannyya…. saya tetap bermadzhab mas juga untuk mencari ‘aman’ dan karena sy merasa gak bisa berijtihad… udah gitu aja ya mas ndak kedowo-dowo sy sungguh tidak mempunyai kapasitas untuk mendiskusikan hal ini, maaf bila tidak bisa memuaskan sampean yang jadi malah tambah bingung niii.
    btw… kalo pas kumpul2 sama jamaah gak ngajak orang untuk pergi ke musholla mas…
    selamat berdakwah, wallaahu yubarik fik


Tinggalkan Balasan




orang berguna

Aku ingin melakukan sesuatu hal yang besar, tapi yang harus aku kerjakan tiap hari adalah hal-hal kecil yang seolah-olah adalah hal yang yang besar dan penting buatku.


Profil Facebook Hanafi Muhammad




chat dengan saya..

yang sedang disini ::.
hit counters
dari mana aja yach...?
Locations of visitors to this page

pendekar tidar mengundang para blogger magelang untuk bergabung.. mari..

pilih pilih

Foto2 di Flickr

DSCN6348

DSCN6347

DSCN6313

DSCN6369

DSCN6356

More Photos

my fave picture

sejauh ini sudah

  • 212,007 kali dikunjungi

check this out

 

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31