Gaji Pegawai
23 April 2008
Seorang Pegawai Negeri [bukan saya tapinya], risau karena dia merasa gaji yang dia dapat dari negara berasal dari uang panas… maka dia pergi kepada seorang kyai dan bertanyalah dia…
“Kyai… bagaimana menurut panjenengan? apakah saya menerima gaji saya atau saya tinggalkan saja dan kelak kan katanya saya bisa ambil dari kebaikan orang yang jahat itu di akhirat?”
Sang kyai menjawab..
“bodoh sekali kamu, terima ssaja gajimu, kelak di akhirat, mereka tidak punya kebaikan sama sekali, apa yang akan kau ambil…..?
Entry Filed under: hikmah. Tag: kyai, pegawai negeri, kisah hikmah.
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed












1.
tukang ngocoblak | 24 April 2008 at 8:41 am
untungnya dulu saia ga mau waktu ditawarin masuk STPDN (lately known as IPDN)
suara batin saia cuma satu, saia kuliah buat cari kerja dan kerja buat cari uang selanjutnya dengan uang saia bisa melanjutkan hidup
sementara setau saia waktu itu gaji PNS (yang resmi tertulis di slip gaji tentunya, kebetulan saia pernah diminta memfotocopy surat kenaikan gaji wakil kepsek saia) dengan hitungan akuntansi model apapun ga bakal bisa buat hidup layak
kesimpulan saia waktu itu, satu2nya cara hidup layak dengan menjadi PNS kaya’nya cuma lewat uang yang ga halal
naudzubillah..cari kerja yang lain aja deh, insyaAllah masih ada
p.s. maaf buat para PNS, keep on strugling (in the right path)!