18
Feb
09

Ponari….. lagi

fenomena ponari
n1514934461_30195172_8976

Kata temen saya mas aslah, “makin banyak saja sarana orang untuk ikut sesat ya”.

“iya mas, tapi sebenarnya selain tentu saja mereka ingin berusaha mendapatkan ‘berkah‘ keburuntungan dari batu ajaibnya ponari, penyebabnya apa sih mas?”.

“mungkin orang-orang sekarang sudah mulai judeg apa ya.. pusing mikir kebutuhan hidup, susah cari pengobatan secara medis, mau ke rumah sakit pake askeskin atau jamkesmas atau apalah itu namanya harus antri tempat tidur, lha kalo sudah sekarat gimana coba. ya akhirnya larinya ke hal-hal aneh seperti itu.”

“iya sih mas, lha ditempat saya askeskin itu aneh mas”.

“aneh gimana?”

“lha tidak aneh bagaimana kalo untuk menentukan siapa yang dapat itu tiba-tiba saya diberi data warga miskin dari kelurahan kemudian disuruh mengambil sejumlah 40-an untuk diusulkan mendapat askeskin. lha saya to yang bingung dengan sukses…”.

“ooo…, begitu?”.

“iya mas, secara saya langsung tak bawa ke pak rt dan para penggede-2 rw untuk berembug to… eh mas fenomena ponari ini kelanjutannya bagaimana ya?”.

“paling ya ilang sendiri nanti, tapi sebelum itu akan muncul ponari-ponari lainnya, tunggu saja deh”.

“begitu ya mas… seperti duluuuu sekali itu yang pernah terjadi di ungaran itu mas tahu to… bahkan waktu itu saya diajak ikut berdesak-desakan lho mas…”.

“ooo itu, ya… ya kamu istighfar deh”.

“ya mas… astaghfirullah hal adziim”.

para pengekor ponari
dewi
irfan
siti


9 Tanggapan ke “Ponari….. lagi”


  1. 18 Februari 2009 pukul 11:56 am

    DI TENGAH BURUK DAN MAHALNYA BIAYA KESEHATAN

    Ketika pelayanan kesehatan buruk dan tak kunjung menyembuhkan luka yang dalam, hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini, aku hanya bisa parah bersujud di langit-langit pengharapan.

    Hari-hari aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa adanya suatu kesembuhan. Sementara, mahalnya biaya kesehatan semakin menekan dan menghimpit kehidupanku. Aku hanya bisa terbaring lemas di bawah bayang di tengah terik matahari.

    Berhari-hari, hingga berminggu-minggu aku menderita sakit, berbagai obat kugunakan, namun tiada satupun yang membawa kesembuhan. Aku meraung-raung kesakitan. Hingga akhirnya dewata mengilhamkan kepadaku, Ku dengar sayup-sayup suara-Nya bahwa hanya batu bertuahlah yang sanggup mengobati lukaku.

    Karena di dorong oleh rasa ingin mendapatkan kesembuhan, walaupun di luar akal sehat, bergegas aku mematuhi, menuju tempat itu…………………

    ………………………..

    ………………………..

    Itulah kisah malang hidupku, bermunajat mendapat kesembuhan di tengah buruknya pelayanan kesehatan dan mahalnya ongkos pengobatan.

    SUMBER:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

  2. 2 ponaji
    18 Februari 2009 pukul 1:29 pm

    wakakakak…ponari bisa bikin dokter-dokter itu jadi mumet, soalnya praktek dokter nggak populer lagi. Kasihan dokter, biaya menuntut ilmunya sudah selangit, kini bisa jadi nggak laku. Padahal saat kuliah, sudah ngitung-ngitung kalo sudah lulus dan jadi dokter akan nyari profit sebanyak-banyaknya biar modal nya kembali.

    Mungkin dokter sekarang ini sudah nggak mikirin kepentingan sosial lagi. Sehingga masyarakat jenuh omongan dokter yang harga obatnya mahal tapi nggak mujarab. Sementara ponari nggak mikir nyari untung. Yang penting bisa membantu masyarakat yang butuh pengobatan murah.

    Kalo ada yang ngomong berobat ke ponari bisa sembuh karena sugesti saja, lha kenapa dokter jaman sekarang sudah nggak punya kekuatan ’sugesti’ dari pasien? Kasihan ya dunia medis, sudah gak dipercaya lagi…

  3. 20 Februari 2009 pukul 2:20 pm

    iso nambani loro kenthir koyo aku pora yo ?

  4. 20 Februari 2009 pukul 6:43 pm

    Fenomena Ponari paling tidak menunjukkan 2 hal. Pertama, lemahnya aqidah yg dimiliki masyrkt kita. Kedua, buruk dan mahalnya pelayanan ksehatan yg didapatkan masyarakat dari pemerintah. Seharusnya, menyadari hal ini dan segera mengambil tindakan riil dalam perbaikan aqidah dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

  5. 20 Februari 2009 pukul 11:08 pm

    pasti laris ponari sweetnya :D

  6. 23 Februari 2009 pukul 5:07 pm

    walah, dapat dari mana tuh gambarnya mas?
    oh, sekarang ternyata ponari telah melebarkan sayap ya, selain jadi dukun cilik, juga memproduksi minuman sehat. he..he..ada-ada aja.

  7. 7 siponang
    25 Februari 2009 pukul 1:16 pm

    tapi mbok jangan mudah menstempel lakyat kecil syirik yak om?

    oke boss, semoga yang ke ponari itu semua niatnya benar… hanya Allah yang kuasa atas segala sesuatu
    btw diskusi itu true story bos.

  8. 3 Maret 2009 pukul 12:50 pm

    Berkat media massa dan para blogger yang menjadikan ponari semakin terkenal

    salam
    reviews

  9. 3 Maret 2009 pukul 12:52 pm

    Emang, berkat gembar gembor media massa yang dengan gencar mengulas ponari. Tiada hari tanpa ponari

    salam
    citra indah


Tinggalkan Balasan




orang berguna

Aku ingin melakukan sesuatu hal yang besar, tapi yang harus aku kerjakan tiap hari adalah hal-hal kecil yang seolah-olah adalah hal yang yang besar dan penting buatku.


Profil Facebook Hanafi Muhammad




chat dengan saya..

yang sedang disini ::.
hit counters
dari mana aja yach...?
Locations of visitors to this page

pendekar tidar mengundang para blogger magelang untuk bergabung.. mari..

pilih pilih

Foto2 di Flickr

DSCN6348

DSCN6347

DSCN6313

DSCN6369

DSCN6356

More Photos

my fave picture

sejauh ini sudah

  • 205,408 kali dikunjungi

check this out

 

Februari 2009
S S R K J S M
« Des   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728