aku mengenang letusan merapi 2010

Kaca mobil dinas penuh lumpur dalam perjalanan ke Desa Krogowanan Hari ini (5 November 2010) setahun yang lalu, aku kebingungan mencari pengungsi yang jadi tanggungjawabku kami. Merapi menggila lagi di malam sebelum hari itu dan para pengungsi di Posko Desa Krogowanan yang berjarak sekira 10km dari Pusat Erupsi pun semburat lintang pukang…

26 September 2010 Gunung Merapi yang sejak beberapa hari terakhir menyita perhatian seluruh masyarakat akhirnya meletus. Kemudian hari-hari sesudahnya adalah hari yang penuh dengan ketegangan bagi saya dan seluruh orang yang merasa terlibat dengan Merapi. Beberapa hari kemudian tampaklah sebuah fenomena yang indah di tengah bencana mengerikan ini, semua orang merasa terlibat dan secara mengharukan bahu membahu membantu meringankan beban korban bencana.

Desa Krogowanan Kecamatan Sawangan, dua hari setalah bencana menjadi tujuan harian dan pusat perhatian saya, karena bersama teman-teman sekantor ditugaskan untuk memonitor langsung penanganan bantuan korban bencana di Posko Balai Desa Krogowanan. Sekitar 2500 pengungsi yang harus meninggalkan tempat tinggal dan harta benda menjadi teman keseharian diantara pekatnya siang oleh debu dan pasir yang tidak henti-hentinya turun dari Gunung Merapi pasca letusan.

Seperti halnya keadaan darurat lainnya, pada awal-awal didirikannya Posko Pengungsian suasana masih begitu semrawut karena belum tertatanya sistem penanganan bencana, meskipun sudah ada aturan yang mengaturnya akan tetapi belum semua elemen masyarakat mengetahui dan memahaminya. Baru kemudian setelah beberapa saat setelah kepanikan mereda keadaan berangsur membaik.

Akan tetapi itu tidak lama sampai tanggal 5 itu, Posko yang sudah mulai tertata, logistik yang sudah lancar, petugas medis dari Kebumen dan Wonosobo sudah rutin berkunjung ke Posko mendadak harus ditinggalkan karena area bahaya yang meningkat sampai radius 15 km. Kepanikan kembali melanda dan para pengungsi kembali harus mencari tempat mengungsi baru. Belakangan kami ketahui setelah seharian menelusuri kantong-kantong pengungsian baru, mereka menyebar di Posko-posko baru sekitar Kecamatan Mungkid dan saya mendapat tugas mengawasi pengungsi di Desa Treko. Pekerjaan berulang, mendata pengungsi lagi, menata pasokan logistik lagi, mencari bantuan tenaga medis kesana-kemari lagi, alhamdulillah dengan bantuan Pak Kepala Desa Treko yang sangat proaktif dan ikhlas sekali dalam membantu, semua bisa teratasi

 

tobe continued…

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s