Arsip untuk Kategori 'lagi tren'

18
Nov
09

Kenapa Ya Listrik Kok Byar Pet akhir-akhir ini

Sangat menyebalkan memang! Ketika musim ujian mid semester seperti sekarang ini saat lagi semangat-semangatnya  mbuka-mbuka diktat kuliah eh, listrik tiba-tiba padam. Tentu bukan hanya saya yang sebal kan? Mayoritas penduduk Indonesia saat ini merasakannya lebih-lebih bagi mereka yang tinggal di Pulau Sumatra, bahkan mereka sampai demo segala menuntut PLN agar bisa memenuhi kebutuhan listrik mereka. Seperti teman saya AYU yang pasti sebal kalau lagi asyik online tiba-tiba diskonek dan terpaksa online pakai Hape.. hehehe iya kan yuk!!].

Tulisan ini mungkin bisa sedikit menjelaskan kepada kita. Ditulis oleh idola saya DAHLAN ISKAN di Jawa Pos edisi 17-18 Nopember 2009. Silahkan simak dan silahkan merasa semakin gemas, geregetan bahkan sakit hati kita dibuatnya.

Dampak Pembangkit Listrik yang “Salah Makan”

Oleh : DAHLAN ISKAN

DIREKTUR utama PLN harus melaku­kan ini. Terutama kalau semua orang menghendaki kelistrikan Indonesia bisa baik. Tapi, semua direktur utama PLN, baik yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang tidak akan bisa mela­kukan ini.

Bayangkan. PLN memiliki banyak sekali pembangkit listrik raksasa yang mestinya dijalankan dengan gas, kini harus diberi makan solar. PLTG “salah makan” ini. meliputi sekifar 5.000 MW! Yang 740 MW dua buah ada di dekat Jakarta. Yang 1.000 M W ada di Gresik. Yang 750 MW ada di Pasuruan. Dan di beberapa tempat lagi di Jawa ini.

PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) itu tentu didesain untuk diberi “makan” gas. Namun, PLN tidak bisa mendapat­kan gas. Bukankah negeri ini punya banyak gas? Juga dikenal sebagai peng­ekspor gas? Ya. Itu benar. Tapi, untuk PLN terlalu banyak persoalannya. Kalau saya uraikan di sini bisa menghabiskan seluruh halaman Surat kabar ini.

Yang jelas, akibat tidak bisa mendapatkan gas, PLTG-PLTG tersebut diberi makan solar. Memang desain mesinnya memun­gkinkan untuk itu, meski kapasitasnya berkurang sampai 15 persen. Maka PLTG itu sudah sepantasnya kini disebut PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Solar).

PLTG “salah makan” inilah salah satu penyebab utama kesulitan PLN dan se­kaligus kesulitan menteri keuangan. PLTG “Isalah makan” inilah yang menjadi salah satu penyebab direksi PLN beserta seluruh staf dan karyawannya telah menjadi­bangsa pengemis.

Tiap bulan PLN harus menge­mis ke menteri keuangan untuk bisa mendapatkan subsidi. Pada 2008 saja, subsidi itu mencapai Rp 60 triliun setahun. Baca: Rp 60.000.000.000.000.

Mengapa?

Kalau saja PLN bisa mendapat­kan gas, biaya produksi listriknya bisa lebih murah. Tinggal hampir separonya. Harga gas kini sekitar USD 7 dolar/ton ekuivalen. Pada­hal, harga solar USD 16 dolar/ ton ekuivalen.

Solar itulah “makanan” PLTG yang harganya lebih mahal, tapi rasanya lebih pahit. Kapasitas PLTG-nya turun 15 persen. De­ngan menggunakan solar itu, asapnya begitu hitam. Kalau saja Anda melewati tol dari Bandara Cengkareng ke arah Tanjung Priok (Jakarta), menengoklah ke utara. Anda akan melihat di arah pantai dekat Ancol sangat banyak cero­bong yang mengeluarkan asap hitam. Itulah bukti nyata kasus PLTG “salah makan”. Cerobong yang mengeluarkan asap hitam itu pertanda PLTG tersebut lagi diberi makanan yang salah dan karena itu kentutnya yang mesti­nya tidak kelihatan menjadi jelas berwarna hitam.

Kalau saja 5.000 MW PLTG “salah makan” tersebut diberi ma­kanan yang benar, PLN akan menghemat sedikitnya Rp 10 tri­liun. Itu per tahun! Pasti menteri keuangan yang cantik itu akan kelihatan semakin cantik karena mulai bisa tersenyum. Sang men­teri barangkali selama ini kesal juga karena setiap bulan harus melayani pengemis subsidi dengan nilai yang begitu menggemaskan.

Ada lagi yang lebih menggemas­kan. Sebagai orang swasta yang kalau melakukan investasi meng­gunakan 10 kalkulator (agar bisa berhemat), saya sangat gemas akan keputusan investasi seperti itu di masa lalu. Untuk investasi 5.000 MW PLTG “salah makan” tersebut, menurut perkiraan saya, telah menghabiskan uang sekitar Rp 100 triliun. Mayoritas dilaku­kan waktu Orde Baru.

Anehnya, masih juga diizinkan pembangunan PLTG baru 740 MW di dekat Jakarta. PLTG ini me­mang milik swasta. Tidak memberatt­kan keuangan PLN. Tapi, ketika mulai membangun dulu, si swasta minta jaminan pemerintah bah­wa pemerintah pasti bisa mem­berikan gas kepadanya.

PLTG baru itu akhirnya selesai dibangun. Masih gres. Baru sekitar dua bulan lalu selesai dan mulai beroperasi. PLTG ini memerlukan gas kira-kira 230 MMBTU (Mi­llion Metric British Thermal Unit). Seperti sudah bisa diduga, peme­rintah tidak bisa menyediakan gas dari sumber yang baru untuk me­menuhi janjinya itu.

Akibatnya, sangat parah. Baik secara fisik maupun secara akal sehat. Pemerintah dengan mudah memutuskan mengalihkan gas yang selama ini untuk jatah PLTG milik PLN ke PLTG baru milik swasta itu. Agar janjinya kepada swasta asing terpenuhi. Saya tidak sampai hati menuliskan akibat fi­sik yang ditimbulkan oleh kebi­jaksanaan ini.

Lalu, bagaimana bisa mengatasi persoalan PLTG “salah makan” ini? Mengapa membangun PLTG kalau sudah tahu tidak akan bisa mendapatkan gas? Mengapa membangun PLTG kalau setelah dijalankan mengakibatkan PLN/ negara harus menderita kerugian Rp 10 triliun/tahun?

Dirut PLN harus mengubah itu semua. Tapi, Dirut PLN, yang se­karang maupun yang akan datang, tidak akan mampu mengubahnya. Kecuali diberi payung hukum un­tuk boleh mengatasinya. Inilah payung yang sekali diberikan bisa menghasilkan penghematan Rp 10 triliun per tahun.

Payung, begitu sederhana barang­nya. Puluhan triliun rupiah manfaat­nya.

PERTANYAAN: Indonesia begitu kaya gas. Mengapa PLN sampai tidak bisa mendapatkan gas? Sehingga sebagian pembangkitnya, sekitar 5.000 MW, harus di­beri “minum” solar yang dalam setahun menghabiskan uang PLN Rp 80 triliun?

Urusan ini rumitnya bukan main. Memang yang berhak mengatur perdagangan gas ada­lah pemerintah. Mestinya pemerintah bisa mengaturnya lebih baik. Tapi, saya masih bel um tahu siapa yang disebut pemerintah itu. Yang jelas, pemilik‑pemilik ladang gas adalah perusahaan swasta. Asing maupun domestik.

Para pemilik ladang gas tentu ingin menjual gasnya dengan harga terbaik. Sebab, investasi untuk menemukan ladang gas tidak sedikita.

Maka, PLN harus bersaing de­ngan pembeli-pembeli lain: peda­gang luar negeri maupun peda­gang dalam negeri, seperti Peru­sahaan Gas Negara (PGN).

Keinginan lain para pemilik la­dang gas adalah ini: pembeli harus mengambil semua gas yang diha­silkan suatu sumur, berapa pun jumlahnya. Di sini PLN ditakdir­kan kurang bisa fleksibel. Sebuah pembangkit listrik tentu sudah di desain memerlukan gas sekian MMBTU (Million Metric British Thermal Unit). Sedangkan pro­duksi sebuah sumur gas kadang kurang dari kebutuhan itu dan ka­dang sedikit kelebihan.

Dalam hal produksi sebuah su­mur gas kelebihan, katakanlah 15 persen, dari kebutuhan sebuah pem­bangkit listrik, dilema muncul: di­beli semua PLN rugi, tidak dibeli semua pemilik sumur gas rugi.

Maka, mestinya, tidak ada jalan lain kecuali ada kerja sama yang sangat khusus antara PLN dan PGN. Kalau PLN mendapatkan sumur gas yang produksinya ke­lebihan, kelebihan itu bisa disalur­kan ke PGN. Sebaliknya, kalau produksi sebuah sumur gas kurang dari jumlah yang diinginkan PLN, PGN yang harus menambahnya. Sampai sekarang kerja sama se­perti itu rasanya belum ada. Egois­me setiap perusahaan masih sa­ngat menonjol. Padahal, dua-dua­nya milik pemerintah.

Memang itu saja belum cukup. PGN juga sebuah perusahaan yang harus berlaba. Apalagi, seka­rang sudah menjadi perusahaan publik. PGN sendiri kekurangan gas untuk melayani pelanggannya. Baik pelanggan rumahan dan teru­tama pelanggan industri. Maka, terjadilah persaingan ketat antara PLN dan PGN sebagai sama-sama pembeli gas dari ladang migas. Per­saingan ini yang sampai sekarang belum mendapatkan jalan keluar.

Tentu ada yang berdoa agar ke­dua perusahaan itu jangan cepat­cepat rukun. Para pedagang solar (di dalam maupun di luar negeri) yang setiap tahun mengeruk uang PLN sampai Rp 80 triliun akan kehilangan bisnis yang mengilap dari pedagangan solar. Bahwa itu membuat PLN dan pemerintah sulit, yang kurang pintar kan PLN dan pemerintah sendiri.

Tentu ide yang paling realistis adalah membangun LNG-gasifika­si terminal. PLN atau investor yang bekeda sama dengan PLN diminta membangun terminal LNG-gasifi­kasi. PLN atau investor bisa mem­beli LNG (Liquefied Natural Gas atau gas alam cair) dari mana saja dalam jumlah yang pas untuk ke­pentingan PLN. Bisa dari Tangguh di Papua, bisa dari Senoro di Luwuk (Sulteng) bisa juga dari Qatar atau Iran. Atau dari tempat lainnya

LNG itulah yang kemudian diubah menjadi gas di sebuah termi­nal LNG-gasifikasi. Terminal ini bisa dibangun di sekitar Cilegon. Bahkan, sudah pula ada teknologi baru: terminalnya dibuat terapung di lepas pantai Jakarta. Agar dekat dengan “PLTG salah makan” yang sekarang membuat masalah itu.

Saya tidak melihat jalan lain. Hanya dua itulah jalan keluamya: kerja sama yang baik dengan PGN atau membangun terminal LNG­-gasifikasi. Yang pertama harus difa­silitasi pemerintah dan yang kedua harus difasilitasi pemerintah.

Memang masih ada jalan lain. Tapi, terlalu radikal. Lelang saja PLTG-PLTG itu! Daripada bikin penyakit yang mengisap darah keuangan pemerintah. Hasil le­lang barang bekas itu untuk di­belikan PLTU bekas yang dire­kondisi seperti baru.

Jalan “gila” itu bisa menyelamat­kan uang negara setidak-tidaknya Rp 10 triliun/setahun. Baca: 10.000.000.000.000/setahun. Ka­lau saja di swasta dan saya yang menjadi pemiliknya, saya akan lakukan yang terakhir ini.

Masih ada penghematan lain yang juga triliunan rupiah. Tapi, dua seri tulisan ini saja sudah bisa menggambarkan mengapa PLN mengalami kesulitan sela­ma ini. Dan mengapa sulit pula dipecahkan. (*)

JP-19/11/09

AYAM mati di lumbung peribahasa yang sangat cocok untuk menggambarkan kelistrikan di  Indonesia. Di Pulau Kalimantan yang kaya raya akan batubara, hampir seluruh kotanya krisis listrik dengan sangat gawat. Bukan sejak sebulan yang lalu, tapi sudah 10 tahun atau 20 tahun lamanya.

Kota seperti (deretan nama-nama kota ini anggap saja pelajaran baru ilmu bumi): Pontianak, Singkawang, Sanggau, Ketapang, Pangkalanbun, Sampit, Palangkaraya, Sam­arinda, Balikpapan, Penajam, Tanahgrogot, Bowang, Sengata, Tanjungredep, Tanjung­selor, Tarakan, sampai ke kota penting di dekat negara tetangga seperti Nunukan dan Tanatidung bukan main menderitanya.

Tidak terhitung lagi orang yang kehilangan rumah karena lampu mati. Mereka menya­lakan lilin, ketiduran, dan rumah yang umumnya terbuat dari kayu terbakar. Ki­sah pilu seperti itu menjadi berita koran lokal yang tidak habis-habisnya. Kebetu­lan, saya memiliki koran di semua kota yang disebut terdahulu itu dan yang akan disebut kemudian.

Lalu, generasi masa depan macam apa yang akan tercipta dengan kondisi listrik seperti itu?

Belum lagi penderitaan para investor. Mencari investor yang man masuk ke dae­rah-darah itu bukan main sulitnya. Investor rasional pasti langsung mengabaikan dae­rah-daerah itu

Tapi, begitu ada investor yang “emosional” (biasanya ada hu­bungan darah dengan salah satu daerah tersebut seperti saya), kekecewaanlah yang diberikan oleh PLN. Banyak investor ho­tel-hotel bagus menderita karena listriknya mati-mati terus. Ba­nyak investor perumahan yang rumahnya sudah siap tapi list­riknya tidak ada.

Itu bukan cerita satu bulan yang Yalu. Cerita duka tersebut sudah terjadi sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Atau sejak 20 tahun silam. Sampai hari ini.

Tetangga dekat Kaltim di Su­lawesi seperti Mamuju, Palu, Poso, Luwuk, Gorontalo, Tolitoli, Kendari, dan bahkan Makasar pun kurang lebih juga sama. Pa­dahal, membawa batubara yang murah dari Kaltim ke Palu hanya perlu menyeberang satu malam.

Saya tidak perlu lagi menyebut kota seperti Tanjungpinang di Riau, Pangkal Pinang di Bangka, Tanjungpandan di Belitung. Be­lum juga menyebut Ambon, Lom­bok, Kupang, Flores, Ternate, Sorong, Jayapura, Merauke…. Pokoknya, sebutlah nama kota di mana saja di luar Jawa. Lebih mudah menyebut yang krisis list­rik daripada yang tidak.

Kesabaran para gubernur se­perti gubemur Kaltim, gubernur Kalteng, dan gubernur Kalbar sudah habis karena terus-menerus didemo rakyatnya. Juga gubernur di wilayah lain tadi. Tapi, para gubemur itu hanya bisa menerus­kan suara pendemo itu ke PLN. Sebab, hanya PLN yang diberi hak untuk memiliki dan mengelo­la listrik di seluruh Indonesia nan luas ini. Tapi, suara pendemo itu datang dari tempat yang terlalu jauh dilihat dari kantor pusat PLN nun di Jakarta sana.

Begitu kaya Kalimantan akan batubara. Tapi, mayoritas pem­bangkit listrik di kawasan tadi menggunakan disel. Maka, PLTD (pembangkit listrik tenaga diesel) menjadi raja di sana. Raja yang haus uang, tapi lembek tenaga. Haus uang karena menghabiskan uang negara. Lembek karena le­mah sekali tenaga listrik yang dihasilkannya.

Padahal, wilayah itu begitu kaya akan batubara. Kaya-raya. Superkaya. Tapi, kekayaan itu tidak mem­bawa berkah ke diri sendiri. Ba­tubara itu mengalir ke India, Thailand, Tiongkok, Jepang, ba­hkan sampai ke Eropa dan Ame­rika. Ibarat lagu Gesang, batu­bara Kaltim itu “mengalir sampai jaaaaauuuuuh”. Sampai mem­buat wilayah Kalimantan dan Sulawesi sendiri terlupakan. Kalau saja ada pikiran sehat untuk mengubah wilayah itu, betapa gembiranya rakyat di seluruh kawasan tersebut. Mengapa kita yang begitu kaya batubara tidak mampu meman­faatkannya untuk membuat rak­yatnya sendiri tersenyum. Memang pernah dicoba untuk mengatasinya. PLN mengadakan tender pembangunan PLTU di beberapa wilayah yang disebut tadi. PLN juga sudah menyata­kan berpuluh-puluh investor sebagai pemenang tendernya. Kalau saja semua berjalan baik, hari ini wilayah-wilayah tersebut sudahmulai sedikit terang.Tapi, sampai hari ini, sudah tiga tahun kemudian, tidak satu pun para pemenang tender itu menyele­saikan pekerjaannya. Bahkan, sebagian besar belum memulai­nya sama sekali. Sebagian lagi menghentikannya.

Ada persoalan kecerdasan mendasar dan kejujuran yang kurang ditegakkan di sini. Sistem tender itu harus diubah total. Direformasi habis-habisan.

Padahal, kalau PLTD-PLTD itu diubah semua menjadi PLTU kecil dan menengah, bukan saja rakyat di wilayah itu bisa terse­nyum, menteri keuangan yang cantik itu pun akan ikut terse­nyum. Negara bisa berhemat paling sedikit Rp 20 triliun seta­hun. Baca: Rp 20.000.000.000.000/ setahun. Dan lagi, kalau wilayah ­wilayah itu punya listrik, inves­tor berdatangan ke sana. Peng­hasilan pajak juga naik. Tenaga kerja akan mengalir ke sana: tidak perlu lagi ada dana trans­migrasi!

Pandai benar orang yang men­ciptakan peribahasa “ayam mati di lumbung” itu. Dia berhak berbangga karena ada contoh yang pas untuk membuktikan­nya: listrik kita! (*)

05
Sep
09

TRADISI SEPUTAR RAMADHAN

TRADISI DI SEPUTAR RAMADHAN DAHULU DAN SEKARANG

Ramadhan telah masuk ke paruh kedua, sebentar lagi akan kita jelang kulminasi dari Ramadhan, entah kan eraih kemenangan ataukah kita akan tetap saja berkubang dalam kehidupan duniawi yang semakin menyesakkan ini. Marilah berharap kemenanan itu bisa diraih. Amin.

Setiap masuk Ramadhan sudah pasti hati dan jiwa kita beserta jasmani kita berasa siap untuk melakukan berbagai amalan Ibadah untuk semakin mendekatkan diri dengan sang Khaliq kita. Serasa semua terasa ringan dikerjakan, tadarus Quran, Tarawih, kuliah subuh, Pengajian jelang buka puasa, kultum dan sebagainya. Masjid dan musholla pun penuh sesak terutama di minggu pertama.

Disamping kegiatan-kegiatan utama itu ada berbagai tradisi di berbagai daerah untuk menyambut dan meramaikan bulan suci ini, di daerah saya misalnya, ada beberapa tradisi diantaranya :

NYADRAN

a.k.a. Sadranan

ramai banget..

ramai banget..

Tradisi ini adalah warisan dari nenek moyang dulu katanya, dari jaman Hindu sudah ada tradisi Nyadran ini, sampai kemudian masuknya agama Islam tradisi ini beradaptasi. Adalah kegiatan ziarah kubur bersama-sama seluruh kampung pada hari-hari mendekati Ramadhan. Kampung serasa ramai sekali pas nyadran ini. Kerabat dari jauh datang untuk katanya birrul walidain, mendoakan para leluhur yang sudah meninggal dan bersih kubur. Asiknya, setelah acara nyadran di makam selesai dilanjutkan Kembul Bujono Tumpengan di Musholla terdekat… nasi tumpeng pun segera ludes karena memang rasanya uenak pol, padahal ya biasa aja Cuma sego kluban to. Tapi karena dimakan bersama-sama jadi berasa nikmat.

PADUSAN

Entah bagaimana awal mula tradisi ini, yaitu kegiatan mandi sebersih-bersihnya untuk menyambut datangnya bulan puasa. Esensi mandi ini sebenarnya yang tidak semata-mata mandi secara lahiriah tetapi mensucikan hati dan jiwa agar kita dalam menjalankan ibadah puasa mendapat keridhoan Allah Swt. Yang jelas akhir-akhir ini padusan telah bergeser maknanya hanya sekedar hura-hura di obyek wisata dengan hiburan yang sebagian besar mengandung maksiat.

Sewaktu kecil dulu padusan bagi saya adalah jeguran di kali progo ataupun di sendang desa kami, sungguh sangat menyenangkan.

Status : masih ada

NGENTENI DHUL

a.k.a. NGABUBURIT

Ini mungkin hanya ada di daerah saya, menunggu bom dibunyikan sebagai tanda masuk waktu Maghrib, ya bom! Memang itu bom betulan yang dibunyikan dari alun-alun Kota Magelang dengan dilontarkan keatas. Biasanya kami akan berbondong-bondong ke tanggul irigasi yang disebut ‘Ngepeh‘ mungkin dulu untuk tempat menjemur [mepe] gabah sehingga disebut ngepeh. Disini asiknya bukan main, beramai-ramai denga membawa bekal untuk berbuka. Saat buka puasa tiba akan ada seberkas cahaya naik keatas dan diikuti kilatan besar sesaat kemudian terdengar suara BUM.. ya itulah dhul bagi kami. Saat melihat kilatan cahaya itulah semua berteriak.. “kae.. kae.. kae.. hore…” dan bekalpun entah apa itu sangat nikmat untuk dilahap.

Status : sudah tidak ada lagi.

THETHEK

A.k.a. Thek-Thek

Yaitu membunyikan alat-alat musik entah apa dengan irama untuk membangunkan orang sahur. Saya selalu minta kepada kakak-kakak saya untuk minta dibangunkan jam 2.00 – 2.30 untuk ikut thethek ini, kami akan berkeliling kampung dengan membunyikan alat-alat dari kentongan, botol minuman, kaleng, alat-2 dapur, harmonika, gendang dan lain sebagainya, ramai sekali. Dijamin kalau kami lewat orang pasti bangun saking kerasnya alat musik yang dimainkan ini. Tapi terkadang ada pula orang yang jengkel sehingga suatu saat pernah kami disiram air seember ketika lewat depan rumah seorang ibu-ibu karena belai kaget.

Status : masih ada tapi jarang

LONG BUMBUNG

A.k.a. Mercon Bambu

Hari-hari pertama puasa biasanya kami akan berkeliling [yak-yakan] ke kebun-kebun bambu sampai ke pinggir kali progo berburu bambu ampel yang paling bagus untuk dibuat long bumbung. Dikatakan bagus jika bambu ampel ini sudah tua lurus dan ruasnya panjang-panjang maka suara yang dihasilkan akan ulem bunyinya. Cara membuatnya pun mudah. Bambu ampel ini dipotong sekitar 3 ruas kemudian dilobangi ruas-ruasnya disisakan ruas terakhir, kemudian pada ruas terakhir itu diberi lobang kecil untuk menyulut mercon itu. Kemudian bambu itu diisikan dengan minyak tanah dan disulut dengan api. Setelah bambu panas sehingga minyak di dalam juga panas dengan tingkat kepekatan asap yang pas maka saat disulut bambu ini akan mengeluarkan suara seperti meriam, BUM!!!

source : http://danakitri.multiply.com/journal/item/121/perang_mercon

source : http://danakitri.multiply.com/journal/item/121/perang_mercon

Keasikannya adalah selama proses memanaskan bambu ini yang lumayan lama dan setiap sulutan harus ditiup keras-keras hingga sebenarnya sungguh tidak pas sebenarnya kalau dimainkan pas bulan puasa.. bikin lemas. Tapi namanya anak-anak asik aja.

Status : sudah tidak ada

MEMBUAT MERCON

Kami menyebut long atau elong setelah memasuki pertengehan Ramadhan seperti sekarang ini biasanya kami mulai disibukkan dengan kegiatan persiapan untuk pesta mercon di hari raya. Saya termasuk dalam geng anak-anak pembuat mercon ini meski tugas saya adalah paling ringan yaitu memotong kertas ataupun kadang-kadang naik pangkat untuk menggulung kertas itu dengan bambu kecil cetakan mercon. Tugas-tugas yang lebih berbahaya semisal mengisi bubuk mesiu dan memasang sumbu dikerjakan oleh para senior. Jan dulu ternyata kami mirip teroris yang sedang merangkai bomb. Mercon itu dibuat amat sangat banyak, sampai ribuan brur! Untuk selanjutnya dirangkai / direnteng sekitar 2,5 m. biasanya akan dibuat 5 – 8 renteng dengan berbagai ukuran. Mercon renteng ini dinyalakan pas di hari lebaran saat ramai-ramainya orang pulang dari ziarah kubur dan mulai ujung-ujungan.

Status : sudah tidak ada, kalau masih ada bisa-bisa dianggap koncone noordin m top berabe..

SELIKURAN

Untuk menyambut datangnya lailatul qodar biasanya didaerah saya diadakan acara tirakatan di malam ke-21 ramadhan, inilah selikuran. Bagi kami anak-anak selikuran adalah ajang mengetes mercon yang telah dibuat. Biasanya setelah acara makan-makan usai kami akan menderet mercon tester ini di sepanjang jalan menuju musholla kemudian dibunyikan bersama-sama. Di malam selikuran ini juga biasanya kami membuat balon dari plastik yang dilas sampai sebesar mobil minibus, ya.. besar memang balon itu nanti dilepaskan beramai-ramai dan tentu saja digantung mercon dan kembang api tetes disana. Lalu bagaimana cara membunyikan mercon dan kembang api tetes itu di atas sana. Ternyata mudah saja bro, cukup diujung sumbu mercon renteng itu dikasih garet [kertas pembungkus rokok lintingan] yang halus, namanya dulu garet melawan entah sekarang masih ada atau tidak, garet ini dilinting secara kasar dan disulut sekira nanti pas di jarak tertentu yang diinginkan garet ini habis dan mercon + kembang api tetes menyala. Pernahkan anda melihat kembang api tetes menyala di langit gelap? Wuah… hebat sekali rasanya berhasil menyalakan waktu itu. Membuat ini memerlukan eksperiman yang tidak main-main tentang bentuk balon seperti apa yang paling stabil naik ke atas? Bahan plastik apa yang paling baik, membuat asep yang bagaimana dan dari bahan apa? [asep merupakan bola api yang dipasang dimulut balon untuk memanaskan udara didalam balon sehingga balon bisa naik ke atas], dsb. Master pembuat balon ini ditempat saya ada dua orang namanya yang satu Remit [miftah] dan Yasin [yang ini ponakan saya sekarang jadi amtenar di ujung timur jawa].

Status : sudah tidak ada

TEBIR

A.k.a. Takbiran

Kalau tradisi ini tentu dimanapun ada saya kira. Berkeliling kota sambil mengumandangkan takbir maupun di musholla dan masjid.

Status : masih ada

UJUNG

Rasanya tidak lengkap kalau tradisi ini juga tidak dibahas sekaligus. Ujung alias saling bermaaf-maafan dengan mendatangi rumah-rumah satu persatu, yang muda mendatangi yang tua. Sajian pun nggladrah, mau makan apa saja ada, setiap orang sumringah, pakaian semua baru, pesta mercon sepuasnya, kantong penuh uang saku, saudara-saudara semua berkumpul. Sungguh rasanya tidak ada kebahagian yang melebihi kebahagiaan hari lebaran ini.

Itulah diantara beberapa tradisi mengasikkan di dalam bulan ramadhan. Akhirnya mari berharap Ramadhan ini dapat memberi pencerahan bagi kita sehingga cahaya Ramadhan tetap bersinar di jiwa sampai setahun kedepan….

28
Mar
09

Pemilu, Parpol, Caleg dan Kampanye

Masih tentang Pemilu dan Basirun yang hendak saya ceritakan dalam posting berikut.

Malam berikutnya saya ketemu lagi dengan Bas di tempat biasa yaitu di Java Café Warung Kopinya MasMamik®, kebetulan sorenya ada regregan parpol terpopuler di kampung saya, saya tahu dia ndak ikut karena sesore penuh saya ikut kampanye nonton di pinggir jalan dieret-eret Naya, meriah juga.

saya

:

Bas mau kok ra ketok medun regregan?

bas

:

Wah saiki aku wis wegah.

saya

:

Hlo lha ngopo? Bukanne biyen kowe palingsemangat nek kon melu kampanye, ngasi GTO bapakmu ambrol sekere [padahal GTO itu untuk ngojek ayahandanya], trus bar kuwi kowe nyewo King kae to?

bas

:

Ho’o, tapi aku gelo, kok yo gelem-geleme aku biyen ke mrono mrene kampanye ra karuan. Biyen pancen aku mbelani partai
ngasi tak rewangi tombok motor rusak, bengsin udhu [pengucapan mirip ‘dadu’] dewe, ngasi nyewo motor barang. Pikirku wektu kuwi aku biso kecipratan mulyo nek partaiku menang, ning kok malah angin…

saya

:

Angin piye…

bas

:

Hla tekan saiki aku malah nganggur ki piye, karuan saiki aku ngobyek karo Caleg-caleg lak malah lumayan to?

saya

:

Hehehe yo cen iyo Bas, ono benere

bas

:

Yo sing bener ki sing koyo mene iki… hasile nyata. Wingi ono Caleg Partai teko mrene, tak sambati nek omahe Supri ke rep ambruk, langsung menehi duwit 500ewu, jal nek ora mongso kampanye. Dijaluk ngasi ndremimil le nembung rung mesti menehi.

saya

:

Trus sesuk kowe rep milih sopo nek pas Pemilu?

bas

:

Mbuh!

saya

:

Halah….

bas

:

Lha saiki opo ono partai sing ra korupsi?

saya

:

Ono to… lha kae sing muni terbukti kae

bas

:

Lah kae lak le durung konangan wae

saya

:

ooo ngono

Kemudian sebagai warga yang berkepentingan dengan suksesnya pemilu tentu saya mencoba menyadarkan si Bas bahwa Idealisme Demokrasi ini harus tetap dijaga, nanti wis tiwas ngentekke dana trilyunan muspro lak blaik. Tapi ya pemikiran praktis si Bas ini mungkin juga cerminan dari pandangan masyarakat kebanyakan lho [sungguh saya jadi sanksi akan kualitas demokrasi bangsa ini kalau masyarakat ingin hasil instant, caleg juga untuk mendapatkan massa pake cara instant, parpol juga bergeliat kalau Cuma mau Pemilu duh duh duh]

18
Feb
09

Ponari….. lagi

fenomena ponari
n1514934461_30195172_8976

Kata temen saya mas aslah, “makin banyak saja sarana orang untuk ikut sesat ya”.

“iya mas, tapi sebenarnya selain tentu saja mereka ingin berusaha mendapatkan ‘berkah‘ keburuntungan dari batu ajaibnya ponari, penyebabnya apa sih mas?”.

“mungkin orang-orang sekarang sudah mulai judeg apa ya.. pusing mikir kebutuhan hidup, susah cari pengobatan secara medis, mau ke rumah sakit pake askeskin atau jamkesmas atau apalah itu namanya harus antri tempat tidur, lha kalo sudah sekarat gimana coba. ya akhirnya larinya ke hal-hal aneh seperti itu.”

“iya sih mas, lha ditempat saya askeskin itu aneh mas”.

“aneh gimana?”

“lha tidak aneh bagaimana kalo untuk menentukan siapa yang dapat itu tiba-tiba saya diberi data warga miskin dari kelurahan kemudian disuruh mengambil sejumlah 40-an untuk diusulkan mendapat askeskin. lha saya to yang bingung dengan sukses…”.

“ooo…, begitu?”.

“iya mas, secara saya langsung tak bawa ke pak rt dan para penggede-2 rw untuk berembug to… eh mas fenomena ponari ini kelanjutannya bagaimana ya?”.

“paling ya ilang sendiri nanti, tapi sebelum itu akan muncul ponari-ponari lainnya, tunggu saja deh”.

“begitu ya mas… seperti duluuuu sekali itu yang pernah terjadi di ungaran itu mas tahu to… bahkan waktu itu saya diajak ikut berdesak-desakan lho mas…”.

“ooo itu, ya… ya kamu istighfar deh”.

“ya mas… astaghfirullah hal adziim”.

para pengekor ponari
dewi
irfan
siti

01
Nov
08

Beckham Pakai Nomor 75 di Milan

OFFICIAL: DAVID BECKHAM ON LOAN TO MILAN!

10/30/2008

MILAN – A.C. Milan communicate the arrival of the footballer David Beckham on loan. The agreement is official: the English champion will be a Rossonero starting from 7 January 2009, when the lists will open.<acmilan.com>

Kabar santer yang berhembus di kalangan Milanisti adalah nomor punggung berapa yang akan dia pakai, oleh karena nomor kecil sudah dipakai semua di milan kecuali nomor 2 masak beckham mau pakai nomor bekas milik cafu ini, kemudian nomor 6 yang sudah pasti abadi hanya untuk franco baresi. So paling rasional adalah dia ikut tren yang dimulai dari Ronaldinho (80), Andriy Shevchenko (76), dan Mathieu Flamini (84) masing-masing menggunakan nomor punggung sesuai tahun kelahiran mereka, so tunggu saja Milan Jersey No. 75 for Beckham.

30
Okt
08

Pengumuman Penerimaan CPNS Kabupaten Magelang [download]

Setelah sekian lama diharap-harap cemaskan akhirnya pengumuman penerimaan cpns untuk lingkungan Kab./Kota se provinsi jawa tengah keluar juga.

Kabupaten/Kota se Jawa Tengah dalam pelaksanaan penerimaan CPNS ini difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah oleh karena itu tahapan pelaksanaannya dilaksanakan secara serentak. Jadi Para Pembaca sekalian di manapun anda berada [walah kok kek siaran radio si...] bisa mencari informasi formasi apa saja yang dibutuhkan di tiap kabupaten/kota, anda bisa mendaftar di mana saja. Mendaftar di semua Kab/Kota juga boleh :smile:

Ah dah langsung saja silahkan baca info lengkapnya di :

Pengumuman Pengadaan CPNSD Kab Magelang [download]

FORMASI CPNSD KABUPATEN/KOTA SE-JAWA TENGAH [download]

Pengumuman ini sama plek bedanya dikit-dikit saja untuk semua kab/kota tinggal ganti nama kab/kota dengan nama kab/kota anda, yang beda cuma lampiran I nya yaitu jenis formasi yang dibutuhkan di tiap kab/kota. Thanks God Lampiran I untuk Kab/Kota se Jateng bisa anda donlot pula di link ke-2 diatas.

Selamat berjuang kawan…… dan kalau diterima jangan lupa undangan syukurannya yah…. :smile:

23
Okt
08

November Perekrutan CPNS Pemprov Jawa Tengah

Suara Merdeka, 23 Oktober 2008

SEMARANG- Pemprov Ja­teng berencana melaksanakan pere­krutan CPNS formasi 2008 sekitar November. Mereka akan ditem­patkan di instansi Pemprov Jateng.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Agus Seti­anto mengatakan, kepastian waktu proses perekrutan masih menunggu persetujuan dari Kementrian PAN. Lanjutkan membaca ‘November Perekrutan CPNS Pemprov Jawa Tengah’

21
Okt
08

Pilkada Kabupaten Magelang : Sebuah Prediksi

Saya mau sok tahu sedikit niih tentang Pilkada Magelang…

Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung yang Pertama bagi Kabupaten Magelang akan dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 26 Oktober 2008 ini. Sebagai masyarakat saya mempunyai penilaian bahwa Pilkada di Kabupaten Magelang nanti akan berjalan dengan Adem Ayem saja, semoga dan insya Allah hal ini yang kita harapkan bersama.

Pasangan Hadist [Hartono | Adi Setiawan] diajukan olehPPP, Partai Golkar, PKS, PBB, PNI Marhaenisme dan PPDdan Sinar [Singgih Sanyoto | Zaenal Arifin] diajukan PDI Perjuangan, PKB, PAN dan Partai Demokratmelakukan strategi kampanye yang berbeda. Sinar kelihatan sangat agresif dalam pemasangan Gambar, Spanduk, Stiker, Baliho, dll, juga sangat aktif terjun ke masyarakat jauh sebelum kampanye resmi dilakukan. Sedangkan pasangan Hadist terkesan biasa-biasa saja. Padahal dari daftar kekayaan yang dirilis KPU Kab Magelang Adi Setiawan merupakan kandidat dengan nilai kekayaan paling tinggi, sehingga secara logika dia yang mempunyai lebih banyak sumber dana untuk di hambur-hamburkan digunakan berkampanye, entah itu memasang spanduk, gambar atau apapun. Tetapi entah kenapa gambar dari pasangan ini jarang di temui di wilayah Kabupaten Magelang. Seperti diketahui bahwa PKB dan PDI Perjuangan adalah Parpol yang memperoleh suara terbanyak dalam Pemmilu terakhir.

Melihat perbedaan keagresifan berkampanye ini, banyak yang yakin pasangan Sinar akan menang mudah dari pasangan Hadist. Prediksi ngawur saya :grin: , perbedaannya bisa 70:30 bahkan 75:25, tapi itu prediksi ngawur lho, siapa tahu terjadi keajaiban di detik-detik terakhir.

Kedua Pasangan ini terutama antara Singgih Sanyoto dan Hartono merupakan pribadi-pribadi yang sudah saling mengenal mengingat mereka telah bekerja sama sebagai Bupati dan Wakil Bupati Magelang selama periode ini. Sehingga mereka berdua sudah saling mengetahui peta kekuatan masing-masing. Isu hangat dari hal ini adalah, seharusnya Hartono sudah tahu bahwa dia akan sangat sulit bisa mengalahkan Singgih dalam Pilkada kali ini, jadi pertanyaannya selannjutnya… motivasi apa sesungguhnya dari majunya Hartono dalam pemilihan Pilkada Kabupaten Magelang ini. Itulah yang menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat politik kacangan seperti sayah ini.

Berbagai Teori berkelebat di benak saya, tapi semoga semuanya tidak berakibat buruk bagi masyarakat Magelang.

14
Okt
08

Awas Calo PNS Gentayangan

//lahapasi.files.wordpress.com/2008/04/suap1.jpg

gambar saya ambil dari http://lahapasi.files.wordpress.com/2008/04/suap1.jpg

Saya kasihan sekali dengan mbak tadi yang datang ke Kantor, dia membawa Nota Dinas berkop Pemerintah Propinsi Jateng berisi Perintah Menghadapkan dan selembar Surat Pengangkatan CPNS yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Magelang. Lucunya Nama Pak Bupati dalam SK itu Keliru, stempel, penomoran dan konsideran yang wagu, dengan kasat mata pun bisa diketahui kalau Nota Dinas dan SK Pengangkatan itu PALSU. Kerena pertimbangan kemanusiaan diminta kepada ybs untu menyelesaikan sendiri masalah yang menimpanya secara hukum [bisa saja kami langsung manggil polisi untuk minta keterangan dari ybs], walaupun secara institusi Pemkab Magelang sangat dirugikan dengan adanya hal ini.
Ya mbak itu adalah korban penipuan, dia membayar 30 juta untuk mendapatkan 2 lembar kertas apus-apus itu dan katanya orang yang mengaku bisa memasukkan sebagai PNS itu sekarang lenyap ditelan bumi.
Maka dari itu saudara-saudaraku semua yang ingin mengadu peruntungan menjadi PNS. Harap waspada dengan modus penipuan semacam ini dengan berbagai variasinya. Apabila oknum dimaksud mengatasnaman instansi kami please! Kami mengharap bantuan anda untuk memberitahu kepada kami. Dengan semakin dekatnya penerimaan CPNS tahun 2008 ini, [kapan?] ada kemungkinan beberapa orang yang licik dan tidak punya nurani menggunakan kesempatan untuk menipu orang-orang berduit yang kurang kerjaan yang dengan polosnya mempercayakan uang puluhan juta untuk dijadikan uang sogokan agar bisa jadi PNS. Ingat kalaupun anda bisa masuk PNS dengan uang berarti seumur-umur anda makan dari Rejeki yang tidak halal. Uang 30 juta mbok buat modal wiraswasta lak wis lumayan, bikin gethuk kek, ongol-ongol kek, tape ketan kek, atau apalah kek, iya kan kek? Eh kok malah jadi runyam gini, habiss saya emosi sih, wis ah. Sing ati-ati poro sedulur

25
Sep
08

SMS Lebaran

Puasa tinggal menghitung hari, bentar lagi Lebaran, nah untuk bermaaf-maafan dengan sms ini ada beberapa sms lebaran untuk anda-anda semua

LUCU

Pgn dpt maaf dr aku? ke­tik: REG<spasi>aku kirim ke Oxxx24088802. Sms yg kamu dpt langsung dr hp aku!:D becanda, met lebaran yah! Maap2 klo ada slh kata

Sebening fiber optic, setinggi tower BTS. Seluas jangkauan wimax, secepat broadband ac­cess. Mohon bandwidth maaf yang selebar-lebarnya. Minal aidin wal faidzin.

Hatiku mungkin tak sebening XL. Tak secerah MENTARI. Tuk itulah aku harapkan SIMPATImu, my FREN. Agar amalku jadi JEMPOLan n BEBASkan aku dari roaming dosa.

Reset khilaf atau restart hati?Asal jangan di-shut down. Sedikit error bisa diperbaiki, asal jangan hang. Mohon maaf lahir dan batin.

Menjelang Lebaran, sebelum sinyal hilang. Sebelum operator sibuk, sebelum SMS pending mulu. Saya mo ngucapin Met Idul Fitri, MinalAidzin Wal Faidzin Mo­hon Maaf Lahir dan Bathin

!J+!d 7np! eheJ !JeH fewe7aS. u!feq J!He7 dvvw uOHOw “batik dulu HPnya kalau mau baca :-) Taqaballahu minna wa minkum Semoga spirit Ramadhan terus bersama kita di sebelas bulan berikutnya.

u!+vq uvp J!Hv7 A£vvw uo­How u!z!vA£ 7vm u!z!v 7vu!w .uv> A£vvw!p & sndvH!P snJvh 6h’ n7v7 vsvw Wvp uvHv7vs3> Hv7vpv vsop Bacanya dibalik ya..

SERIUS

Jika hati sebening air jangan biarkan ia keruh. Jika hati se­putih awan jangan biarkan ia mendung. Jika hati seindah bulan, hiasi ia dengan iman. Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.

Sebelum gema takbir berku­mandang. Sebelum orang-orang tidur, dan sebelum jaringan sibuk. Aku mau ngucapin Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir and Batin.

Jalani Ramadan dengan ikhlas hati. Perbanyak amal dan ibadah tuk dapati ridho Illahi. Sambut Idul fitri dengan suka hati. Cerminkan kemenangan dalam diri. Dengan memaafkan kesalahan sepenuh hati. Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.

Tuk lisan yang tak terjaga, hati yang berprasangka dan sikap yang melukai hati. Dari hati yang terdalam mengakui segala khilaf, mengharapkan dibukakan pintu maaf. Semoga Yang Maha Suci meridhoi kita menuju Fitri.

Mohon maaf jika ada langkah yang menoreh luka, jika ada kata yang merangkai dusta jika ada tingkah yang membuat kecewa. Selamat Idul fitri. Minal Aidzin Wal Faidzin. Taqabalallahu minna wa minkum.

Bahagia terasa bila segala khilaf dan salah dapat saling dimaafkan, sebagai syukur menyambut Idul Fitri, walau jemari tak kuasa menja­bat, kata dapat menjadi jembatan

Pergilah keluh, ku tak mau berte­man dengamu. Silahkan kesah, kau bukan takdirku. mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku, dan Allah adalah kasi­hku. Maafkan segala kesalahan

Andai jemari tak sempat berja­bat, andai raga tak dapat bertatap, seiring bedug yang menggema, seruan takbir yang berkuman­dang, kuhaturkan salam menyam­but hari raya idul fitri, jika ada kata serta khilafku membekas lara, mohon maaf lahir dan batin..

Bila ada langkah membekas lara Ada kata tak sengaja beraroma dusta. Ada tingkah menoreh luka. Mohon pintu maaf dapat dibuka. Met lebaran, mohon maaf lahir batin.

Jika tingkah hadirkan luka, lisan menggores dusta, hati mengukir prasangka, janji berbuah lalai. Mohon maaf agar bersih di hari nan Fitri. Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Mata kadang salah melihat. Mulut kadang salah berucap. Hati kadang salah menduga. Maafkan segala kekhilafan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1429H. Maafin ya.

Tak selamanya mata meman­dang dengan ramah, hati menilai dengan jernih, dan mulut bi­cara dengan santun. Menjelang hari raya kuucapkan met hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin.

PANTUN

Ada ketupat di meja makan. Jangan lupa opor ayamnya. Mum­pung lebaran, maapin aku ya!

Tari guci rentak Melayu. Hitung langkah rentak delapan. Hari suci di ambang pintu. Khilaf-khilafan salah mohon dimaafkan.

Anak kodok makan ketupat. Makan ketupat sambil melompat. Ngirim kartu udah gak sempat. Pake sms pun no what-what. Taqobbalallahu minnawaminkum.

Beli es di warung bu Rima. Taruh di piring santap bersama. SMS sudah saya terima, teriring pula maksud yang sama. Minal Aidzin wal Faidzin. Mohon maaf lahir batin.

Ikan teri kesamber gledek. Idul fitri is come back. Ada anak pelihara kate, maafin kita sekeluarga ye. Buah jambu disayur lodeh. Kalo gak mau, ee e ee capek deh.

ENGLISH

If there’s a day, there must be a night. If there’s a black, there must be a white. If there’s a mistakes, there must be forgiveness. Minal Aidin Wal Faidzin!

One day before led, I wanna say: Forgive my sins, may our hearts purified from all mistakes. Happy ledul Fitri Minal Aidzin wal Faidzin.

Allahuakbar… led al-fitri is approaching. Let’s embrace it with pure heart. From the bot­tom of my heart, I would like to ask an apology Minal Aidzin Wal Faidzin.




orang berguna

Aku ingin melakukan sesuatu hal yang besar, tapi yang harus aku kerjakan tiap hari adalah hal-hal kecil yang seolah-olah adalah hal yang yang besar dan penting buatku.


Profil Facebook Hanafi Muhammad




chat dengan saya..

yang sedang disini ::.
hit counters
dari mana aja yach...?
Locations of visitors to this page

pendekar tidar mengundang para blogger magelang untuk bergabung.. mari..

pilih pilih

Foto2 di Flickr

DSCN6348

DSCN6347

DSCN6313

DSCN6369

DSCN6356

More Photos

my fave picture

sejauh ini sudah

  • 211,278 kali dikunjungi

check this out

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031