Arsip untuk Kategori 'Uncategorized'

06
Jul
08

5 – 6 Juli

Banyak sekali orang nikah hari ini. Perjalanan dari rumah sampai kantor yang cuma 10an kilo aja ada 6 tenda pelaminan yang kulihat. itu baru yang di pinggir jalan belum yang nggak keliatan.

hari ini, begitu juga seseorang dr masa lalu, melangsungkan pernikahannya, aku gak Ge eR dia ngepasin akad nikahnya dengan Ultahku yang jatuh kemarin [dan tahukah sodara2 gak seorangpun ngasih aku ucapan selamat.. :sad: ]. ya karena mungkin menurut petung jowo hr ini adalah hari baik, tanggal muda dan pas liburan sekolah lagi… jadi ya sekali lagi aku gak Ge eR suer… dia pasti juga dah lupa ultahku.

bermula senin kemarin pas aku tenggelam dalam berkas formasi dan nominatif pegawai dr seluruh skpd di aula tiba-2 mbak yani nongol di pintu dan teriak.. “han entuk undangan ra….?”. “dari siapa?”. “fitri ki lo…!”. karena saya merasa gak dapat undangan saya teriak “ora entuk mbaakkk!”. tapi dalam hati sy terkesiap.. fitri? kirim undangan? dia mau m-e-n-i-k-a-h? jadi pas aku gak sengaja ketemu dia di studio foto dua bulan yang lalu itu benar dia buat pasfoto untuk nikah…? oooo tapi aku gak dapat undangan. aku bergegas ke meja ku yang blm tak tengok dr kemarin, dan ahh… tenyata sudah tergeletak manis disitu undangan hitam berhias bunga warna silver. sederhana, bersahaja… khas banget… fitriii banget. setelah sekian lama akhirnya dia menyusul aku juga, kalo teringat jiwa kekakanak-kanakan kita aku geli sendiri… aku langsung ke mejanya mbak yani untuk lapor bahwa aku dapat undangan juga [dia langsung nembak minta barengan kondangannya..]. baru kali ini… ya baru kali ini.. aku kecewa seseorang tidak mengundang aku dalam perkawinannya dan baru kali ini… ya baru kali ini aku bahagiaaa… banget aku dapat undangan perkawinan ini.

barokallah… semoga bahagia selamanya…
selamat ultah juga untuk diriku…
resolusiku : tetap bertahan tidak merokok!!! itu saja…

01
Nov
07

Amikom Kita… Ganti dong jargon ‘Tempat Kuliah Orang Berdasi’

Tak terbayang sebelumnya saya dan dua orang sahabat saya [mansur dan pak pur] akan kuliah di AMIKOM. bahkan dulu lihat iklan AMIKOM tuh rasanya aneh… ‘tempat kuliah orang berdasi’ [sok banget...] jadi yang gak berdasi gak boleh kuliah disini… kalo orang-orang sukses kebanyakan pake dasi trus apa sukses itu ukurannya dasi… wong sales panci aja pake dasi kok. tur meneh rasanya kurang mengindonesia gitu… dasi kan bukan asli budaya indonesia lebih populer di eropa. kenapa nggak tempat kuliah orang bersurjan kan lebiih njawani atau tempat kuliah orang berblangkon kan lebih njogjani [walah opo iki njogjani].

itu pikiran saya dulu… kemudian setelah saya didamparkan disini oleh instansi tempat saya bekerja ternyata saya lebih shock lagi begitu tahu bahwa warna kebangsaan AMIKOM tuh ungu… banyak interpretasi mengenai ungu ini… gak usah dibahas ya…

saya baru ngeh tantang apa dan mengapa setelah didoktrin oleh pak youknowwho pas masih culun2nya jadi mahasiswa, bahwa ternyata semua itu adalah strategi dari pak ketua untuk menarik perhatian [bapak kita ini memang luar biasa yah...] yah strategi bisnislah. maklum karena bos kita memang paling jago dalam enterpreneurship [bener gak nulisnya].

strategi asal beda inilah yang rupanya mendasari kita-kita mahasiswa untuk harus berdasi dan sampai-sampai mungkin semua mahasiswa beraura ungu… [wah nggak lah kalo ini]

filosofi dasi dan ungu ini yang sebenarnya bisa menjadi topik hangat untuk didiskusikan, daripada cuma sekedar beda dan bahwa kesuksesan identik dengan kerapihan sehingga harus diimplementasikan dengan dasi yang saya kira sudah melenceng dari yang diharapkan karena menurut pengamatan 80% mahasiswa memakai dasi secara ngawur gaul [kalo nggak mau dibilang asal-asalan lho ya]

menurut pendapat saya pribadi sih AMIKOM sekarang sudah digdaya canggih, sudah besar [tahu nggak di salah satu forum hacker website AMIKOM tuh dibilang website canggih cie..cie..cie] tanpa filosofi asal beda biar terkenal pun AMIKOM sudah terkenal jadi sudah saatnya saya kira slogan tempat kuliah orang berdasi agak dikurangi dan mulai diganti dengan slogan dan jargon-2 lain yang memperlihatkan keunggulan AMIKOM dari sisi akademik dan nggak masalah dengan tetap mempertahankan tradisi berdasi bagi mahasiswanya. rencana implementasi e-learning bisa tuh dijadikan semboyan baru dalam beriklan [btw apa bener kalo dah e-learning tuh mahasiswa gak harus datang secara fisik ke kelas... duh enak bener si hasan... kasihan bener pak pur <org termalas dan tersregep datang ke kampus hehehe>

by the way <lagi> anybusway... [biarin latah biar agak panjang dikiit...] saya sekarang berubah menjadi bangga lho dengan AMIKOM KITA ini suer bertolak belakang dengan kesan pertama dulu pas masuk, apa pasal ?

1. Ketuanya sangat merakyat [gaul gitu loh.. kagak ada matinye]
2. dosennya galak kece-kece [ndak iyo] pinter-pinter [percoyo nek iki]
3. Matkulnya mengikuti perkembangan dunia TI [buktinya mulai diajarkan java katanya...]
4. asal kita mau kita bisa [kalo mau tidur-2an aja di kos ya gak dapat papa gak bakalan bisa J2ME , J2SE, MySQL, PosgreSQL, PHP dll <katanya>]

tapi ya ada sayangnya lho…

1. gak dari dua tahun lalu menerapkan e-learning [kan saya gak harus mbalap mgl yogya 45 km pp tiap hari.. hehehe]
2. staf2 adm-nya agak kurang user friendly ramah [kecuali dua cewek kece di depan itu tuh...]
3. upek-upekan meski dah dibangun gedung baru
4. tiga aja cukup [berarti kan banyak + nya]

udah limaratusan kata udah aja ya.. plis komennya yang banyak ya… yuk kita berdiskusi…

23
Okt
07

IMAM NAWAWI AL-BANTANI

SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI

DIGELAR IMAM NAWAWI KEDUA
Oleh Wan Mohd. Shaghir Abdullah

NAMA Imam Nawawi tidak asing lagi bagi dunia Islam terutama dalam lingkungan ulama-ulama Syafi’iyah. Ulama ini sangat terkenal kerana banyak karangannya yang dikaji pada setiap zaman dari dahulu sampai sekarang. Pada penghujung abad ke-18 lahir pula seorang yang bernama Nawawi di Banten, Jawa Barat. Setelah dia menuntut ilmu yang sangat banyak, mensyarah kitab-kitab bahasa Arab dalam pelbagai disiplin ilmu yang sangat banyak pula, maka dia digelar Imam Nawawi ats-Tsani, ertinya Imam Nawawi Yang Kedua. Orang pertama memberi gelaran demikian ialah Syeikh Wan Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani. Gelaran yang diungkapkan oleh Syeikh Ahmad al-Fathani dalam seuntai gubahan syairnya itu akhirnya diikuti oleh semua orang yang menulis riwayat ulama yang berasal dari Banten itu. Sekian banyak ulama dunia Islam sejak sesudah Imam Nawawi yang pertama (wafat 676 Hijrah/1277 Masehi) sampai sekarang ini belum ada orang lain yang mendapat gelaran Imam Nawawi ats-Tsani, kecuali Syeikh Nawawi, ulama kelahiran Banten yang dibicarakan ini. Rasanya gelaran demikian memang dipandang layak, tidak ada ulama sezaman dengannya mahupun sesudahnya yang mempertikai autoritinya dalam bidang ilmiah keislaman menurut metode tradisional yang telah wujud zaman berzaman dan berkesinambungan.
Sungguhpun Syeikh Nawawi ats-Tsani al-Bantani diakui alim dalam semua bidang ilmu keislaman, namun dalam dunia at-thariqah ash-shufiyah, gurunya Syeikh Ahmad Khathib Sambas tidak melantik beliau sebagai seorang mursyid Thariqat Qadiriyah-Naqsyabandiyah, tetapi yang dilantik ialah Syeikh Abdul Karim al-Bantani, iaitu ayah saudara kepada Syeikh Nawawi al-Bantani, yang sama-sama menerima thariqat itu kepada Syeikh Ahmad Khathib Sambas. Apakah sebabnya terjadi demikian hanya diketahui oleh Syeikh Ahmad Khathib Sambas dan Syeikh Nawawi al-Bantani. Syeikh Nawawi al-Bantani mematuhi peraturan yang diberikan itu, sehingga beliau tidak pernah mentawajuh/membai’ah seseorang muridnya walaupun memang ramai murid beliau yang menjadi ulama besar yang berminat dalam bidang keshufian.

LAHIR DAN PENDIDIKAN

Nama lengkapnya adalah Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar ibnu Arabi bin Ali al-Jawi al-Bantani. Beliau adalah anak sulung seorang ulama Banten, Jawa Barat, lahir pada tahun 1230 Hijrah/1814 Masehi di Banten dan wafat di Mekah tahun 1314 Hijrah/1897 Masehi. Ketika kecil, beliau sempat belajar kepada ayahnya sendiri, dan di Mekah belajar kepada beberapa ulama terkenal pada zaman itu, di antara mereka yang dapat dicatat adalah sebagai berikut: Syeikh Ahmad an-Nahrawi, Syeikh Ahmad ad-Dumyati, Syeikh Muhammad Khathib Duma al-Hanbali, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Maliki, Syeikh Zainuddin Aceh, Syeikh Ahmad Khathib Sambas, Syeikh Syihabuddin, Syeikh Abdul Ghani Bima, Syeikh Abdul Hamid Daghastani, Syeikh Yusuf Sunbulawani, Syeikhah Fatimah binti Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani, Syeikh Yusuf bin Arsyad al-Banjari, Syeikh Abdus Shamad bin Abdur Rahman al-Falimbani, Syeikh Mahmud Kinan al-Falimbani, Syeikh Aqib bin Hasanuddin al-Falimbani. Demikian saja para gurunya yang dapat dicatat daripada berbagai-bagai sumber, dan berkemungkinan banyak yang belum dapat dicatat di sini.
Dipercayai beliau datang ke Mekah dalam usia 15 tahun dan selanjutnya setelah menerima pelbagai ilmu di Mekah, beliau meneruskan pelajarannya ke Syam (Syiria) dan Mesir. Setelah keluar dari Mekah kerana menuntut ilmu yang tidak diketahui berapa lamanya, lalu beliau kembali lagi ke Mekah. Keseluruhan masa beliau tinggal di Mekah dari mulai belajar, mengajar dan mengarang hingga sampai kemuncak kemasyhurannya lebih dari setengah abad lamanya. Diriwayatkan bahawa setiap kali beliau mengajar di Masjidil Haram sentiasa dikelilingi oleh pelajar yang tidak kurang daripada dua ratus orang. Kerana sangat terkenalnya beliau pernah diundang ke Universiti al-Azhar, Mesir untuk memberi ceramah atau fatwa-fatwa pada beberapa perkara yang tertentu.
Belum jelas tahun berapa beliau diundang oleh ahli akademik di Universiti al-Azhar itu, namun difahamkan bahawa beliau sempat bertemu dengan seorang ulama terkenal di al-Azhar (ketika itu sebagai Syeikhul Azhar), iaitu Syeikh Ibrahim al-Baijuri (wafat 1860 Masehi) yang sangat tua dan lumpuh kerana tuanya. Kemungkinan Syeikh Ibrahim al-Baijuri, Syeikhul Azhar yang terkenal itu termasuk salah seorang di antara guru kepada Syeikh Nawawi al-Bantani.

MURID MURID

Diriwayatkan bahawa Syeikh Nawawi al-Bantani mengajar di Masjidil Haram menggunakan bahasa Jawa dan Sunda ketika memberi keterangan terjemahan kitab-kitab bahasa Arab. Barangkali ulama Banten yang terkenal itu kurang menguasai bahasa Melayu yang lebih umum dan luas digunakan pada zaman itu. Oleh sebab kurang menguasai bahasa Melayu, maka tidak berapa ramai muridnya yang berasal dari luar pulau Jawa (seperti Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu dan Patani). Tetapi Tok Kelaba al-Fathani menyebut bahawa beliau menerima satu amalan wirid daripada Syeikh Abdul Qadir bin Mustafa al-Fathani, dan Syeikh Abdul Qadir itu menerimanya daripada Syeikh Nawawi al-Bantani. Syeikh Abdul Qadir al-Fathani (Tok Bendang Daya II) sebenarnya bukan peringkat murid kepada Syeikh Nawawi al-Bantani tetapi adalah peringkat sahabatnya. Syeikh Nawawi al-Bantani (1230 Hijrah/1814 Masehi) lebih tua sekitar empat tahun saja daripada Syeikh Abdul Qadir al-Fathani (Tok Bendang Daya II, 1234 Hijrah/1817 Masehi). Adapun murid Syeikh Nawawi al-Bantani di pulau Jawa yang menjadi ulama yang terkenal sangat ramai, di antara mereka ialah, Kiyai Haji Hasyim Asy’ari, Pengasas Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur, bahkan beliau ini dianggap sebagai bapa ulama Jawa dan termasuk pengasas Nahdhatul Ulama. Murid Syeikh Nawawi al-Bantani yang terkenal pula ialah Kiyai Haji Raden Asnawi di Kudus, Jawa Tengah, Kiyai Haji Tubagus Muhammad Asnawi di Caringin, Purwokerto, Jawa Barat, Syeikh Muhammad Zainuddin bin Badawi as-Sumbawi, Syeikh Abdus Satar bin Abdul Wahhab as-Shidqi al-Makki, Sayid Ali bin Ali al-Habsyi al-Madani dan ramai lagi.
Salah seorang cucunya, yang juga mendapat pendidikan sepenuhnya daripada beliau ialah Syeikh Abdul Haq bin Abdul Hannan al-Jawi al-Bantani (1285 Hijrah/1868 Masehi – 1324 Hijrah/1906 Masehi). Pada halaman pertama Al-Aqwalul Mulhaqat, Syeikh Abdul Haq al-Bantani menyebut bahawa Syeikh Nawawi al-Bantani adalah orang tuanya (Syeikhnya), orang yang memberi petunjuk dan pembimbingnya. Pada bahagian kulit kitab pula beliau menulis bahawa beliau adalah `sibthun’ (cucu) an-Nawawi Tsani. Selain orang-orang yang tersebut di atas, sangat ramai murid Syeikh Nawawi al-Bantani yang memimpin secara langsung barisan jihad di Celegon melawan penjajahan Belanda pada tahun 1888 Masehi. Di antara mereka yang dianggap sebagai pemimpin pemberontak Celegon ialah: Haji Wasit, Haji Abdur Rahman, Haji Haris, Haji Arsyad Thawil, Haji Arsyad Qasir, Haji Aqib dan Tubagus Haji Ismail. Semua mereka adalah murid Syeikh Nawawi al-Bantani yang dikaderkan di Mekah.

KARYA KARYA

Berapa banyakkah karya Syeikh Nawawi ats-Tsani al-Bantani yang sebenarnya belum diketahui dengan pasti. Barangkali masih banyak yang belum masuk dalam senarai yang ditulis oleh penulis-penulis sebelum ini. Saya telah memiliki karya ulama Banten ini sebanyak 30 judul. Judul yang telah saya masukkan dalam buku berjudul Katalog Besar Persuratan Melayu, sebanyak 44 judul. Semua karya Syeikh Nawawi al-Bantani ditulis dalam bahasa Arab dan merupakan syarahan daripada karya orang lain. Belum ditemui walau sebuah pun karyanya yang diciptakan sendiri. Juga belum ditemui karyanya dalam bahasa Melayu, Jawa ataupun Sunda. Oleh sebab kekurangan ruangan di antara 44 judul di bawah ini saya catat sekadarnya saja, ialah:

  1.   Targhibul Musytaqin, selesai Jumaat, 13 Jamadilakhir 1284 Hijrah/1867 Masehi. Cetakan awal Mathba’ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1311 Hijrah.
  2.   Fat-hus Shamadil `Alim, selesai awal Jamadilawal 1286 Hijrah/1869 Masehi. Dicetak oleh Mathba’ah Daril Kutubil Arabiyah al-Kubra, Mesir 1328 Hijrah.
  3.   Syarah Miraqil `Ubudiyah, selesai 13 Zulkaedah 1289 Hijrah/1872 Masehi. Cetakan pertama Mathba’ah al-Azhariyah al-Mashriyah, Mesir 1308 Hijrah.
  4.   Madarijus Su’ud ila Iktisa’il Burud, mulai menulis 18 Rabiulawal 1293 Hijrah/1876 Masehi. Dicetak oleh Mathba’ah Mustafa al-Baby al-Halaby, Mesir, akhir Zulkaedah 1327 Hijrah.
  5.   Hidayatul Azkiya’ ila Thariqil Auliya’, mulai menulis 22 Rabiulakhir 1293 Hijrah/1876 Masehi, selesai 13 Jamadilakhir 1293 Hijrah/1876 Masehi. Diterbitkan oleh Mathba’ah Ahmad bin Sa’ad bin Nabhan, Surabaya, tanpa menyebut tahun penerbitan.
  6.   Fat-hul Majid fi Syarhi Durril Farid, selesai 7 Ramadan 1294 Hijrah/1877 Masehi. Cetakan pertama oleh Mathba’ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1304 Hijrah.
  7.   Bughyatul `Awam fi Syarhi Maulidi Saiyidil Anam, selesai 17 Safar 1294 Hijrah/1877 Masehi. Dicetak oleh Mathba’ah al-Jadidah al-’Amirah, Mesir, 1297 Hijrah.
  8.   Syarah Tijanud Darari, selesai 7 Rabiulawal 1297 Hijrah/1879 Masehi. Cetakan pertama oleh Mathba’ah `Abdul Hamid Ahmad Hanafi, Mesir, 1369 Masehi.
  9.   Syarah Mishbahu Zhulmi `alan Nahjil Atammi, selesai Jamadilawal 1305 Hijrah/1887 Masehi. Cetakan pertama oleh Mathba’ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1314 Hijrah atas biaya saudara kandung pengarang, iaitu Syeikh Abdullah al-Bantani.
  10.   Nasha-ihul `Ibad, selesai 21 Safar 1311 Hijrah/1893 Masehi. Cetakan kedua oleh Mathba’ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1323 Hijrah.
  11.   Al-Futuhatul Madaniyah fisy Syu’bil Imaniyah, tanpa tarikh. Dicetak di bahagian tepi kitab nombor 10, oleh Mathba’ah al-Miriyah al-Kainah, Mekah, 1323 Hijrah.
  12.   Hilyatus Shibyan Syarhu Fat-hir Rahman fi Tajwidil Quran, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba’ah al-Miriyah, Mekah, 1332 Hijrah.
  13.   Qatrul Ghaits fi Syarhi Masaili Abil Laits, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba’ah al-Miriyah, Mekah, 1321 Hijrah.
  14.   Mirqatu Su’udi Tashdiq Syarhu Sulamit Taufiq, tanpa tarikh. Cetakan pertama oleh Mathba’ah al-Miriyah, Mekah 1304 Hijrah.
  15.   Ats-Tsimarul Yani’ah fir Riyadhil Badi’ah, tanpa tarikh. Cetakan pertama oleh Mathba’ah al-Bahiyah, Mesir, Syaaban 1299 Hijrah. Dicetak juga oleh Mathba’ah Mustafa al-Baby al-Halaby, Mesir, 1342 Hijrah.
  16.   Tanqihul Qaulil Hatsits fi Syarhi Lubabil Hadits, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba’ah Dar Ihya’ al-Kutub al-’Arabiyah, Mesir, tanpa tarikh.
  17. Bahjatul Wasail bi Syarhi Masail, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba’ah al-Haramain, Singapura-Jeddah, tanpa tarikh.
  18.   Fat-hul Mujib Syarhu Manasik al- ‘Allamah al-Khatib, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba’ah at-Taraqqil Majidiyah, Mekah, 1328 Hijrah.
  19.   Nihayatuz Zain Irsyadil Mubtadi-in, tanpa tarikh. Diterbitkan oleh Syarikat al-Ma’arif,Bandung,Indonesia, tanpa tarikh.
  20.   Al-Fushushul Yaqutiyah `alar Raudhatil Bahiyah fi Abwabit Tashrifiyah, tanpa tarikh. Dicetak oleh Mathba’ah al-Bahiyah, Mesir, awal Syaaban 1299 Hijrah.

 

23
Agu
07

AYO ENTRY DATA….

wuh… setelah lama dibiarkan ndonkrok di pojok sekretariat akhirnya berkas-berkas itu teriak minta di perhatikan lewat ucapan MAS DIDIN yang PJM dah harus selesai akhir Agustus agar masuk bulan puasa semua dah beress… Walah… padahal satu kardus kertas HVS Mirage itu Puenuh… dan mbludak.. ya kan ada 400an Kepala Keluarga dengan anggota keluarganya masing-masing 1 lembar formulir isian. jadinya ya aku gak tidur 3 malem nih. itu aja baru hampir selesai suplemen Kepala Keluarganya dan masih ada 2 suplemen lain yang isiannya lebih njlimet.

sebenernya aku ya agak aras2en je tapi ya mau bagaimana lagi kalo ak ada salah satu yang mau sedikit militan PJM ini gak akan jadi dan kalo PJM gak jadi gak akan mungkin P2KP 2007 ini mau mampir ke Bulurejo tercinta….. dan…… orang yang ‘mau’ itu kok tidak ada  ya terpaksa saya walaupun sbetulnya juga WEGAH dan semua anggota BKM pun kalo ditari sakjane dia akan bilang WEGAH untuk ini tapi karena sudah terlanjur dulu sanggup ya mau bagaimana lagi.

coba bayangkan kalo kita ngurusi uang ratusan juta [150 jt P2KP 2006 dan 200 jt 2007 belum dana paket 150an jt juga, gedeeeee banget kan] tapi kita gak mungkin dan gak boleh bin gak akan bisa ngicipi uang itu sethithik pun. siapa bisa menjamin dana sebesar ini akan utuh sampai ditangan rakyat tanpa berkurang bila dana ini mengalir melalui birokrasi. makanya bank dunia gak mau dibodohi dengan menyalurkan dana ini langsung kepada masyarakat, kepada bkm diantaranya saya.

semua yang ngurusi p2kp suudzon saya dapat cipratan KECUALI anggota BKM. saya yakin mas IMBAS alias Imam Baskara yang sangat simpatik dan pinter karena bisa menjadi kordinator KMW XIII dia dapat gaji juga mas DIDIN mbak DWISET mas SETO dan mas NOVI yang semuanya baik hati dan murah senyum itu dapat imbalan dari P2KP. GAK MERI [iri] nggak cuma dilihat dari BKM yang dituntut KERELAWANANnya juga dituntut PROFESIONALITASnya itu loh… P2KP PROGRAM YANG SANGAT IDEALIS DAN BAIK SECARA PROSEDURAL DAN STRUKTURAL.

anyway kita semua anggota BKM ihlas kok… bener…

dah ah dah capek nih ngentrinya and neblognya besok lagi, insya allah berlanjut dengan judul FASKEL BAIK HATI

23
Agu
07

1st

bismillah…

manfaat dan berkah untuk ku dan untuk orang-orang di sekitarku
just wanna be useful for people, thats all




orang berguna

Aku ingin melakukan sesuatu hal yang besar, tapi yang harus aku kerjakan tiap hari adalah hal-hal kecil yang seolah-olah adalah hal yang yang besar dan penting buatku.


Profil Facebook Hanafi Muhammad




chat dengan saya..

yang sedang disini ::.
hit counters
dari mana aja yach...?
Locations of visitors to this page

pendekar tidar mengundang para blogger magelang untuk bergabung.. mari..

pilih pilih

Foto2 di Flickr

DSCN6348

DSCN6347

DSCN6313

DSCN6369

DSCN6356

More Photos

my fave picture

sejauh ini sudah

  • 205,144 kali dikunjungi

check this out

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30