Ayat-ayat cinta

Ayat-ayat cinta

Habiburrahman El Shirazy

Buku ini sebelumnya direkomendasikan oleh mas Aslahudin [ssst.. dulu dia temen saya… sekarang sudah jadi bos saya lho bener!] untuk saya baca. Dan pas kebetulan saya lihat buku ini ada di emperan kampus UMM ya udah tak beli aja dan pak aslah juga titip untuk dibelikan juga belakang hari. Buku ini best seller lho.. menurut logo di sampulnya sih… tapi memang iya wong AMIKOM aja bela-belain mengadakan bedah buku ini. Sayang saya melewatkannya. Gak ada waktu sih.

 

Bercerita tentang ‘santri’ [menurut saya lho] bernama Fahri yang kuliah di Al-Azhar Cairo yang jatuh cinta pada anak Kyai terkenal dari Jawa Timur yang juga sesama aktivis mahasiswa Indonesia di Cairo bernama Nurul Azkia. Tapi sayang kisah cinta ini hanya ada dalam angan mereka masing-masing sampai semua datang begitu terlambat karena ketika Farhi sudah memutuskan untuk tidak lagi mengharapkannya dan dia sudah diambang pernikahan dengan Aisha seorang Jerman campuran Palestina yang dia temui di Metro [sepur deuh kalo sini], dia baru tahu kalau satu-satunya nama yang membuat hatinya tergetar itu ternyata juga diam-diam menaruh hati padanya.

Juga ada gadis-gadis lain yang meramaikan cerita ini. Dibungkus dengan suasana Mesir yang digambarkan begitu detil seakan-akan kita dibawa untuk merasakan panas udara Mesir saat musim panas dan dingin yang menggigit saat tiba musim dingin.. [ya iya lah wong penulisnya juga memang lama tinggal di Mesir kok].

Baca buku ini kita akan diajak untuk mengerti cara-cara islami dalam mengelola perasaan antara pria dan wanita. Jadi tidak berlebihan kalo buku ini diberi sub judul novel pembangun jiwa.

Muhammad Fauzil Adhim penulis best seller memberi komentar :

“jika Naquib Mahfuz [kalo ndak salah ini yang memperoleh Nobel untuk bidang sastra ya –han- ] menulis mesir dari pandangan orang mesir, maka mesir kali ini ditulis dalam pandangan orang Indonesia.

Komentar lainnya…

“Sangat romantis dan humanis! Novel ini saya rasakan begitu kuat dalam ajaran, perasaan dan penokohannya. Luar Biasa, hati saya gerimis selesai membacanya!”

dan memang betul hati saya gerimis bahkan hujan selesai membaca buku ini… buku yang harus dibaca.

Oh iya Habiburrahman ini kata Hasan adalah kakak angkatanyya waktu di MA-PK Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s