Paradise

paradise

ada saat ketika jam kuliah kosong dan saya lari ke perpus untuk sekedar bengong ….^_^? hehehe, saya menyambar surat kabar dan duduk tapi dimeja tergeletak sebuah novel yang dari sampulnya sudah menarik hati saya dan 387 halamannya pun ludes dalam 24 jam, sebuah rekor pribadi….

Adalah Abdul Razak Gurnah sastrawan Kent University Centerbury Inggris, seorang Afrika yang lahir di Zanzibar ini bercerita tentang yusuf yang di usia 12 tahun harus tercerabut dari akar keceriaan dan kasih sayang, untuk dijadikan ‘rehani’, jaminan atas hutang ayahnya kepada seorang Saudagar. lakon mirip budak ini harus dijalani yusuf yan dengan ketabahannya yang getir dalam rasa keterbuangannya hidup diantara hewan-hewan buas pemburu harta beropen kedermawanan dan ketaqwaan beragama. yusuf tumbuh menjadi pria pujaan wanita nan tampan dan gagah dalam tempaan kehidupan berat dalam penembaraan ke pedalaman Afrika Timur. dia sempat dititipkan kepada seorang saudagar di kaki gunung bersalju [kilimanjaro yah…?] selama beberapa tahun sehingga dia bisa sedikit belajar di Madrasah dan belajar membaca Alquran, juga belajar tentng arti kehidupan dari seorang pemabuk india. bumbu-bumbu pertentangan antar agama juga dengan cerdas diceritakan gurnah, bahkan kadang terlalu berani.
sampai kemudian sang saudagar mengajak serta yusuf berdagang ke pedalaman yang lebih jauh lagi sampai seberang danau

yang berakhir dengan kegagalan hingga saudagar harus pulang dengan tangan hampa
yusuf tumbuh menjadi remaja yang mengenal cinta…, cinta kepada seorang pelayan di rumah sang saudagar, akan tetapi nyonya rumahlah yang justru tergila-gila kepada yusuf sampai pada saat sang nyonya rumah sedemikian berhasrat dan mengejar yusuf sehinggga robek baju belakangnya karena ditarik sang nyonya…. ya kisah ini memang mengambil ide dari surat ke 12 Alquran surat yusuf. sedemikian mirip seperti pada saat yusuf menyelematkan sekuruh anggota kafilah dari keganasan penduduk Chatu karena kemurniannya seperti yusuf menyelamatkan Mesir dari bencana kelaparan. Yusuf bahkan punya mimpi seprti Nabi Yusuf tapi mimpi yusuf yang ini adalah mimpi yang selalu menghantuinya setiap malam tentang anjing-anjing liar yang mengerumini kedainya seperti ingin melumat yusuf.
oh ya yusuf punya sahabat karib sebasib bernama khalil yang lebih dulu diambil paman aziz sang saudagar, dia yan membimbing yusuf kecil saat kali pertama datang dan dia juga yang mengajarinya mengelola kedai san saudagar, mengajarinya menjalani nasib malang dengan keceriaannya yang luar biasa, dengan cara itu mereka menghilangkan kenestapaan sampai tiba yusuf harus pergi diajak ke pedalaman oleh san saudagar.
cerita ini sangat kuat dalam penuturan dan mengilhami pembaca dengan kalimat-kalimat yan kadang tajam kadang menyentuh dan penuh filsafat seperti ucapan hamdani sang penjaga taman rumah sang saudagar dimana yusuf sanat terobsesi dengan taman ini hamdani bilang ‘mereka bisa memenjaramu, merantaimu, menyiksa hasrat-hasrat remehmu, tetapi kebebasan bukanlah sesuatu yang bisa mereka renggut’ yang merupakan jawaban atas pertanyaan yusuf mengapa kakek hamdani menolak ketika akan dibebaskan dari status budak oleh nyonya rumah.
‘jika ada neraka di dunia ini, maka itu ada disini’ itu kata amina, pelayan nyonya, istri muda seyyid, sang saudagar itu, yang juga adik angkat khalil pada saat menjawab ungkapan isi hati yusuf padanya. kata yang diucapkan amina amina dengan datar yang menunjukkan ketenangan yang hebat dalam menghadapi kegetiran dan kekalahan.
novel ini sanat memimat kecuali satu hal… tidak ada ending yang jelas tentang nasib yusuf, khalil, amina, sang paman dan nyonya sehinga ada rasa tidak nyaman ketika alur mencapai klimaks dan dengan begitu tiba-tiba penulis mengakhiri kisah ini. mungkin gurnah menyerahkan akhir cerita kepada pembaca, terserah mau diakhiri seperti apa…
akhir cerita menurut saya….. yusuf mengejar barisan askari yang menderap itu, disana dia menemukan amina yang tertawan dan yusuf terus mengikuti rombongan itu sampai pada suatu malam penuh hujan dan petir yusuf menyelinap diantara kemah para askari dan membebaskan amina kemudian mereka lari menuju tanah leluhur yusuf meski ayahnya telah tiada dan ibunya entah kemana yan munkin sama terlunta-luntanya seperti dia. setidaknya disana yusuf bisa kembali merajut kebahagiaan yang terengut dari masa kecilnya bersama amina tercinta… tapi itu menurut saya lho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s