Mata Jendela

mata jendela sapardi joko damono

Mata Jendela
Antologi
Sapardi Djoko Damono


Seruling bambu itu membayangkan ada yang meniupnya, menutup-membuka lubang-lubangnya, menciptakan pangeran dan putri dari kerajaan-kerajaan jauh yang tak pernah kaubayangkan merdunya…
Ia meraba-raba lubang-lubangnya sendiri yang senantiasa menganga.
//seruling-1983

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput; nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring disini; ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;

sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

//Hatiku Selembar Daun-1983


akulah si telaga: berlayarlah diatasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerak-gerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja perahumu biar aku saja yang menjaganya

//Akulah si Telaga – 1980

pandanglah yang masih sempat ada
pandanglah aku: sebelum susut dari Suasana
sebelum pohon-pohon di luar tinggal suara
terpantul si dinding-dinding gua
pandang dengan cinta. Meski segala pun sepi tandanya waktu kau bertanya-tanya, bertahan setia langit mengekalkan warna birunya
bumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata

//kepada istriku – 1967


Aku menggigil membaca buku ini… coba aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s