Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki


by Emha Ainun Nadjib
Penerbit Buku Kompas, 11-07dari sekian bukunya cak nun baru ini yang saya beli sendiri dan saya baca sampai selesai, buku putih bersih ini sangat menggoda untuk diambil dalam suatu pameran buku di jogja. pas udah tak ambil e’eh di sampingnya ada juga buku putih lainnya ‘membuka pintu langit’ karyanya gus mus.. waduh padahal saya pas bokek nih habis bayar wisuda n padahal tujuan utama ke pameran ini adalah cari buku swing java dengan net beans untuk sumbangan perpustakaan sebagai syarat ndaftar wisuda. Ah dah belanja istri gampaang… langsung tak ambil ke-dua [eh tiga ding] buku ntu… itu ceritanya.

buku ini kumpulan esay cak nun terutama yang diterbitkan harian kompas, judul-nya sendiri diambil dari salah satu judul esaynya yang menurut saya the best ever dalam buku ini. pikir saya tadinya kiai bejo, untung dan hoki tuh tentang para da’i selebiriti yang sering nongol di tipi eh ternyata enggak [sungguh sempit pikiran saya-maaf] ternyata ini tentang kebangsaan, kehidupan berbangsa kita saat ini yang dilihat dari sudut pandang seorang cak nun yang mempunya kedalaman hati yang amat sangat luar biasa. cak nun mampu membawa pembaca pada kesadaran baru tentang sosio kultural di sekitar kita, memberikan kita perspektif baru dalam menyikapi keadaan dan situasi. misal saat caknun mengumpamakan rakyat indonesia dalam cengkeraman 3 rezim orde yang dimisalkan seorang janda. janda yang sepanjang sejarah menunggu untuk digilir diperkosa, dalam perjalanan rakyat indonesia ini menghadang beberapa kelompok yang menunggu untuk melucuti pakaianmu, mengambil harta dan memperkosamu. terlalu gampang memberikan keperawanan, keperawanan akal pikiran, nurani maupun keperawanan aspirasi politikmu. kau terlalu gampang dijebak, dirayu, diiming-imingi, sampai akhirnya satu-satunya yang bisa engkau nikmati adalah situasi diperkosa. kawin dengan orla dikhianati, ganti suami orba dikempongi lagi dalam waktu yang panjang, kemudian berbunga-bungan dengan suami bari reformasi ternyata malah lebih brutal dan tak bermoral, lebih rakus dan lebih terang-terangan untuk tidak bertanggung jawab.

juga ada beberapa atikel yang menceritakan perjalanan spiritual cak nun, kontemplasinya. kepeduliannya yang mendalam pada masyarakat pada lapisan paling bawah wah wah… TKW, pengemis, orang gila [benar-benar gila] yang dijadikannya kekasih yang cak nun lebih bangga dikenal oleh orang kurang waras ini dari pada siapapun yang mengenal dia di dunia ini.

saya gak menyesal sampai bokek untuk beli buku ini..

</div>

3 thoughts on “Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s