Membuka Pintu Langit


by : KHA Mustofa Bisri
Penerbit : Kompas cet-3 2008, 198 hal

buku ini katut kebeli di pameran karena jejer plek di samping bukunya cak nun kyai bejo, kyai untung, kyai hoki, benar dugaan saya buku ini merupakan kumpulan tulisan gus mus di berbagai media. jadi karena yang saya baca selama ini cuma yang dari Jawa Pos so.. wah kebetulan sekali untuk jadi tambahan koleksi dan buat baca-baca lagi tulisan gus mus ini yang memang sabagian sudah saya baca lewat koran. seperti biasa gus mus membawakan isu-isu terkini dalam realitas kehidupan umat. baik itu tentang dinamika politik, peribadatan [terutama ibadah haji dan ramadhan], dinamika NU dan dinamika keumatan lainnya. bahasanya khas plek seperti kalo pas dakwah secara langsung, kebetulan ada seorang tokoh di daerah saya yang setiap tahun pasti ngaturi rawuh gus mus entah itu untuk khaul, walimatussafar, walimatul khitan maupun perayaan hari besar lainnya.
Kyai yang juga penyair ini memang sedemikian bersahaja, dalam bertutur pun dia tidak berkesan bahwa dia yang paling benar, dia yang paling kyai sendiri. selama yang saya lihat kalo pas dakwah live pun dia sangat sederhana, saya belum pernah melihat gus mus pake menadon selain warna putih.
meski tulisannya tajam tapi tidak berkesan pedas, seperti pas mengkritik tentang bimbingan/manasik haji yang dilaksanakan depag atau budaya kyai sekarang yang sudah mulai berebut kue kekuasaan semenjak gusdur mendeklarasikan PKB sebagai kendaraan politiknya warga NU [padahal sesuai khittah NU gak berpolitik lho, tapi dipolitiki agar NU berpolitik lagi…]

Berpolitiknya NU [meski tidak terang-terangan] sesuatu yang tidak disukai oleh gus mus, maka artikel ini yang banyak sekali muncul, juga tentang ibadah puasa dan haji. saya mungkin tahu alasan gus mus pasti menulis artikel saat ramadhan mengulas mengenai ibadah puasa itu sendiri dan mengenai hari raya di berbagai media massa… tebakan saya mungkin gus mus sekalian mau mengucapkan selamat idul fitri melalui tulisan itu dan bermaaf-maaf kepada seluruh santrinya, umatnya, para pejabat, orang-orang yang pernah dia kritik… tanpa repot ngirim kartu lebaran atau sms lebaran [iya nggak gus…?]. Wallahu wa Gus Mus A’lamu.

2 thoughts on “Membuka Pintu Langit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s