Mbah dauri datang

Tadi jam Sembilan pagi aku sedang asyik ngentry data warga miskin di rt saya untuk program jamkesmas, tiba tiba terdengar suara kulonuwun… seorang wanita tua berdiri gemetaran di pintu rumahku, Mbah Dauri datang, setelah lama sekali sejak kedatangannya yang terakhir. Wanita ini adalah teman almarhum bapak saya dulu. Rumahnya lumayan jauh mungkin 10 an km dari rumah saya, dan mbah Dauri jalan kaki sampai kesini, katanya dia berangkat tadi lepas subuh… masya Allah. Aku segera matikan laptop, aku ingin memberi perhatian penuh kepada wanita luar biasa ini, sedemikian renta dengan tanggungan 3 cucu di rumahnya, meski sebenarnya jam 10 nanti aku dah ditunggu pak edi untuk menyelesaikan DPT Pilgub yang masih bermasalah, biar sajalah, aku bias beralasan kepada pak edi, toh semalam juga dah dilembur sampai jam 24, kalaupun belum selesai ya karena saking mbruwet-nya data.

Kemudian segera saja aku mendengar cerita-cerita seputar masa lalu mbah dauri bersama bapak, dulu waktu jaman perang. Bapakku berdagang sampai kampungnya mbah dauri ini, kembanglampir [ngeri ya nama kampungnya tapi memang bener kok, ada di Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan]. Jarak kampung ini dengan kampungku sebenarnya tidak terlalu jauh kalo ditarik garis lurus, yah 3 kilo lah tapi ada sungai progo yang ganas ditengahnya, sehingga harus memutar jauuh. Dulu pas jaman geger londo itu uang susah di dapat sehingga perdagangan pake system barter, bapak saya datang ke kampong mbah dauri bawa kebutuhan sehari-hari dan nanti dibayar pake beras. Dan cerita pun mengalir tentang memori masa lalu tentang ayah saya, dari diinterogasi tentara pelajar karena dikira jual beras pada belanda sampai kisah mbah dauri yang diculik orang sampai entah dimana yang ajaibnya dia ditolong orang entah siapa hingga beliau sampai rumah lagi.

Kudengar dengan seksama, waktu berjalan, tapi kubiarkan saja. Wajah tua itu kadang meruap cerah saat menceritakan kisah-2 lucu dengan bapak, tapi berubah jadi muram saat menceritakan kegetiran hidupnya setelah ditinggal suami dan anak laki2 tertuanya yang meninggal karena sakit ‘kademen’ katanya. Anak2 nya yang lain pergi merantau dan tak ada kabar beritanya, sementara anak tertuanya yang meninggalkan 3 anak yang masih kecil untuk dirawatnya. Duuhhh…

Dulu kalo bapak masih sugeng, mbah dauri ini sering bawa barang-barang. Dan apapun yang dia bawa bapak pasti akan membelinya, kadang bawa beras, kadang bawa bekatul kadang bawa karag… bapak begitu menghormati ibu tua ini, so saya mau meneruskan yang bapak perlihatkan itu, saya tahu ibu tua ini dulu pernah berjasa pada bapa saya pas jaman susah dengan membeli barang2 yang dibawa bapak dengan bayaran beras. Bapak dulu harus menghidupi 4 adiknya…

Uhhh dalam seminggu yang penat aku mendapat hadiah dengan kehadiran mbah dauri, saya hanya minta didoakan, karena besok saya dah mulai masuk kerja maka saya hanya minta didoakan agar saya bisa bekerja lagi dengan baik… doakan ya mbah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s