KESULITAN EKONOMI AYAH RACUNI 2 ANAKNYA

SM 7 Mei 2008

TEGAL- Diduga karena kesulitan ekonomi, Sukirman (37), warga Jalan Siuntung, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat nekat meracun dua anaknya dengan obat pembasmi serangga, Senin dinihari (5/5). Akibatnya, Robi Febriansyah (6) dan Mohamad Adam (5) muntah-muntah dan tergeletak lemas di lantai kamar. Namur, nyawa keduanya bisa tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, pelaku yang seharihari menarik becak, juga ikut minum obat serangga itu. Setelah itu, dengan berjalan sempoyongan, pelaku meninggalkan rumah menuju Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.
Peristiwa itu kali pertama diketahui oleh istri Sukirman, Khotijah ( 25 ) dan mertuanya, Mintel (63), Senin sekitar pukul 01.00. Saat itu, mereka berada teras rumah, tiba-tiba dikejutkan dengan suara jeritan Robi dari dalam kamar. Ketika dicek ternyata Robi dan Adam sudah dalam kondisi tergeletak sambil menangis dan di dekatnya ditemukan botol obat pembasmi serangga yang masih ada isinya. Sementara Sukirman sudah tidak berada di kamar. Melihat kejadian itu, Khotijah dan Mintel berteriak minta tolong warga. Sejumlah tetangga kemudian datang
Sementara itu, ibu Sukirman, Carmi (54) ketika ditemui terlihat masih terlihat syok. Wanita itu, juga tidak menyangka kalau anaknya nomor dua itu nekat meracun kedua cucunya.

Carmi mengaku tidak tahu persis masalah kesulitan ekonomi yang dialami keluarga anaknya itu. Selama ini mereka terlihat baik-baik saja dan tidak pemah meminta bantuan. Istri Sukirman, Khotijah ketika berada di mang ICU RSUD Kardinah menolak untuk ditemui wartawan.
Sedangkan Sukirman hingga kemarin masih tertidur di rumah orang tuanya. Kondisi lelaki itu masih terlihat lemah setelah seluruh racun yang ada di dalam perutnya berhasil disedot. la belum bisa diajak bicara. (Wawan Hudiyanto-17) –

TINDAKAN nekat Sukirman (37) meracuni kedua anaknya dengan obat pembasmi serangga, tidak hanya membuat kerabat dan keluarganya terkejut. Sebagian besar tetangga mengaku tak percaya dengan kejadian itu.
Selama ini Sukirman dan keluarganya dikenal baik dan tidak pemah berbuat neka-neka. Dalarn pergaulan sehari-hari, kehidupan mereka nampak baik dan tidak ada masalah series, baik pribadi maupun keluarga. Namur, dalam seminggu ini dia tidak bertegur sapa dengan istri.
Menurut salah seorang tetangga Sukirman, Darsono (45), sebelum terjadi peristiwa itu pelaku tidak pernah mendengar percekcokan antara Sukirman dan istrinya. “Semua berlangsung normal tidak ada kejadian aneh,” ujar pria yang rumahnya persis di depan rumah Sukirman.
Darsono mengaku, saat kejadian tidak mengetahui karena sedang tidur. Pagi harinya is terkejut setelah mendengar kabar Sukirman dan kedua anaknya keracunan dan harus dibawa ke rumah sakit dan menolong korban untuk di bawa ke RSUD Kardinah.
Humas RSUD Kardinah, Wiwin mengatakan, dari hasil pemeriksaan racun yang diminum korban adalah jenis obat pembasmi serangga. Oleh petugas medis, racun di dalam perut korban telah di sedot. Namun, karena kondisi Adam masih lemah maka dirawat di ruang ICU dan dibantu dengan alat pernafasan. Sedangkan, Robi kondisinya lebih baik dan kini dirawat di ruang Melati.
Menurut penuturan Mintel, ketika ditemui di ruang Melati RSUD Kardinah, sejak menikah sekitar tujuh tahun lalu keluarga anaknya harmonis. Namur, sejak seminggu lalu, ketika Sukirman tidak menarik becak mulai terjadi perselisihan. Anak dan menantunya tidak saling tegur saga.
Sukirman selama ini hanya bekerja sebagai tukang becak, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Diduga karena jengkel dan kebingungan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga, ayah dua anak itu nekat melakukan perbuatan brutal.
Mintel mengatakan selama Sukirman tidak menarik becak, kebutuhan hidup keluarga hanya mengandalkan upah sebagai buruh tarsi. Dan pekerjaan itu biasanya memperoleh upah sekitar Rp 20.000/hari. “Saya tak menyangka kalau menantu saga nekat melakukan perbuatan semacam itu,” katanya. (H17-17)

SM 8 Mei 2008
Adam Akhirnya Tewas

Mohamad Adam (5), salah seorang korban yang diracun bapaknya akhirnya meninggal, selasa malam (6/5). Padahal, bocah itu sebelumnya telah mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Kardinah.
Humas RSUD Kardinah, Wiwin mengatakan, petugas medis telah melakukanbefbagai upaya untuk menolong korban, antara lain mencuci lambungnya untuk mengeluarkan racun, memberikan alas bantu pernafasan dan obat-obatan. Namun, karena kondisinya lemah, nyawa bocah itu tak tertolong.
Menurut dia, kondisi Adam ketika dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan kritis. Sebab, racun serangga, yang masuk ke dalam perut jumlahnya lebih banyak bila dibandingkan kakaknya, Robi Febriansyah. Meski masih di rawat di ruang Melati, kondisi Robi mulai membaik dan sudah mau makan.
Sementara itu, suasana haru ter adi saat prosesi pemakaman Adam. sejumlah keluarga dan kerabat korban serta para tetangga terlihat berduka. Meskipun demikian, mereka tetap sibuk mempersiapkan pemakaman, termasuk mernandikan jenazah korban.
Prosesi pemakaman yang dilakukan secara sederhana itu dipimpin oleh Lebe Kelurahan Pesurungan Kidul, Salim. Jenazah kemudian diusung warga untuk dikubur di pemakaman umum Kaboja yang jaraknya sekitar sate kilo dari rumah korban.
Terkait kematian korban, Kapolresta Tegal AKBP Drs MM Rachman melalui Kasat Reskrim AKP Tukiran SE mengatakan, pihaknya kini telah menyelidiki kasus terse-but. Namun, untuk meminta keterangan terhadap saksi kunci, yaitu Sukirman masih menunggu hingga sembuh.
Oleh karena, itu, pihaknya
belum menentukan siapa tersangka dalam kasus itu. Temeriksaan akan kami lakukan setelah saksi sembuh, dan saat ini sejumlah barang bukti telah kami amankan,” ujar Tukiran tanpa man menyebutkan barang bukti yang dimaksud.

Seperti dibentakan sebelumnya, Sukirman (37) warga Jalan Siuntung, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat nekat meracuni dun anaknya dengan obat pembasmi serangga, Senin dinihari (5/5).
Akibatnya, Robi Febriansyah (6) dan Mohamad Adam (5) mengalami muntah-muntah dan hares dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kejadian itu diduga dipicu faktor kesulitan ekonomi. Sebab, Sukirman selama ini hanya bekerja sebagai tukang becak, tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya.
Peristiwa itu diketahui kali pertama oleh istri Sukirman, Khotijah ( 28 ) dan mertuanya, Mintel ( 63 ), sekitar pukul 01.00. Sant itu, mereka sedang berada di terns rumah. Tiba-tiba dikejutkan dengan suara jeritan Robi dari dalam kamar.
Ketika dicek temyata, Robi dan Adam sudah dalam kondisi tergeletak sambil menangis dan di dekatnya ditemukan botol obat pembasmi serangga yang masih ada isinya. Sedangkan, Sukirman langsung kabur ke luar rumah sambil, sempoyongan karena juga minum, racun pembasmi serangga.
Melihat kejadian itu, Khotijah dan Mintel berteriak minta tolong warga. sejumlah tetangga kemudian datang dan menolong korban untuk di bawa ke RSUD Kardinah. (H17-15)

TAKUT ANAK HIDUP SUSAH

Himpitan ekonomi menyebabkan orang bisa berbuat nekat. Alasan itulah Sukirman (37) warga Jalan Siuntung, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal mencoba bunuh diri bersama kedua anaknya. Lelaki yang selama ini bekerja sebagai tukang becak itu tega memaksa Mohamad Adam (5) dan Robi Febriansyah (6) minum obat serangga. Akibatnya, anaknya Adam meninggal dan Robi Berta dmnya harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kardinah.
Ketika ditemui di ruang Menur RSUD Kardinah, lelaki yang hanya tamatan sekolah dasar itu kondisinya memprihatinkan. Ia terkulai lemah di atas tempat tidur dan di hidungnya terpasang alat bantu pernafasan. Sukirman mengaku, terpaksa berbuat nekat tersebut karena takut kedua anaknya hidup susah.
Sebab, is merasa tak mampu lagi mencukupi kebutuhan hidup mereka, termasuk biaya sekolah. Pekerjaannya sebagai tukang becak tidak lagi memperoleh penghasilan yang mencukupi, sehingga sejak satu minggu lalu memilih tak bekerja. “Dari pada mereka hidup susah lebih balk saya ajak bunuh diri saja,” katanya.

Sedang Tidur
la menceritakan, obat serangga yang diminum bersama kedua anaknya diperoleh dari dapur. Saat itu, kedua bocah itu sedang tidur di kamar. Mereka kemudian dibangunkan dan dipaksa untuk minum. Kali pertama yang minum racun adalah dirinya, setelah itu Adam dan disusul Robi. Tak berselang lama ketika istrinya, Khotijah melihat kejadian itu dan Sukirman pun langsung lari.
Selain alasan tersebut, ia nekat bunuh diri karena sering dicemooh tetangga dan bertengkar dengan istrinya. Sebab, setiap pulang tidak membawa uang. “Saya sudah mencoba mencari pekerjaan lain tapi tidak dapat. Karena itu, lebih baik saya bunuh diri,” ujarnya.
Sementara itu, Khotijah ketika ditemui di ruang Melati saat menunggu anaknya mengatakan, kondisi Robi mulai membaik dan sudah mau makan. Wanita yang menikah dengan Sukirman tahun 2000 itu tidak menyangka kalau suaminya tega berbuat keji terhadap anaknya. selama ini ia dan suaminya memang sering bertengkar. Namun, biasanya tak berselang lama langsung akur kembali.
Khotijah kesal dengan ulah suaminya tersebut, karena itu hingga kemarin tidak mau melihat kondisi suaminya. Menurut dia, karena suaminya tidak bekerja kebutuhan hidup keluarga tidak tercukupi. Padahal, untuk jajan kedua anaknya biasanya mencapai Rp 10.000 per hari. Sedangkan penghasilannya dan menarik becak Rp 15.000 per hari.
Pertengkaran yang terjadi antara pasangan suami istri itu juga diakui kakak Sukirman, yaitu Suherman (40)•
Menurut dia, keluarga adiknya sering terjadi percekcokan karena dipicu masalah ekonomi. selama ini, Sukirman sering dimarahi istrinya karena ketika pulang tidak membawa uang.(Wawan Hudiyanto-61)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s