LASKAR PELANGI


By Andrea Hirata
Bentang Yogyakarta, Cet 19, Maret 2008 534 hal.

Too good to be true
Banyak orang yang mempunyai cerita masa kecil yang menakjubkan, Cuma tidak semua orang bisa menuliskan pengalaman masa kecil itu dengan indah dan luar biasa seperti yang dilakukan oleh penulis buku ini. Andrea Hirata, Andrian Hirata, Andrian Saman Said alias Andis. Pengalaman masa kecil Andrea kebetulan adalah pengalaman yang sangat luar biasa, hingga saya berpikir its too good tobe true atau bahkan too bad to be true kalau memang kisah ini adalah kisah nyata karena tidak disebutkan secara eksplisit oleh andrea.

Ikal [Andrea kecil] dan laskar pelanginya mengalami peristiwa-peristiwa kehidupan yang getir, ironis tapi disampaikan dengan gaya anak-anak yang tetap saja mencerminkan keluguan dan kelucuan.

Laskar pelangi beranggotakan 10 anak nelayan dan pekerja tambang PN Timah. Lintang si jenius, Mahar si seniman, Borek si Samson, Kucai si mulut besar yang tidak bisa menatap lurus, Syahdan si kecil nan lembut hati, Trapani si tampan yang tidak bisa lepas dari ibunya, Sahara si cewek judes yang sangat menyayangi Harun yang terbelakang mental, Akiong si Hokian yang polos dan Ikal si pemimpi. Kelak anggota laskar pelangi bertambah 1 orang bernama Flo si tomboy anak gedongan. Mereka berjuang menuntut ilmu di SD Muhammadiyah Belitong Timur yang nyaris roboh [Andrea menyebut sekolah gudang kopra, bahkan dilihat dari atas gunung selumar pun tetap terlihat seperti gudang kopra].

Cerita diawali dengan hari pendaftaran murid baru sekaligus hari pertama masuk SD Muhammadiyah Belitong Timur. Pendaftaran murid baru ini sangat mendebarkan karena harus ada paling sedikit 10 orang pendaftar agar sekolah ini tidak ditutup oleh dinas p dan k setempat. Sampai dengan batas waktu yang ditetapkan jam 11 siang baru ada 9 orang pendaftar dan saat Kepala Sekolah hendak mulai berpidato terakhir penutupan sekolah tiba-tiba sahara melihat harun di kejauhan tergopoh-gopoh datang bersama ibunya, dan genaplah hari itu murid baru berjumlah 10 orang.

Tapi selanjutnya saya harus jauh masuk ke halaman 50 an sampai saya mendapatkan feel dari buku ini. Halaman-halaman awal itu terasa agak bertele-tele meski ada cerita menarik tentang Lintang yang harus bersepeda 80 km pulang pergi melewati rawa sarang Buaya untuk bisa sampai ke sekolah dan dia sudah merasa sangat senang meski hanya bisa ikut menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir pelajaran…. mengharukan.

Laskar pelangi dibimbing oleh dua orang guru yang luar biasa yaitu Nyi Ayu Muslimah Hafsari Hamid [bu Mus] dan Ki Agus Harfan Fadillah Zein Noor yang hanya menerima upah beberapa kilo beras tiap bulannya.

Isu pokok dalam buku ini adalah pendidikan, tentang bagaimana anak-anak kurang beruntung berjuang memperoleh haknya dalam buaian kemelaratan yang ironis karena mereka tinggal di Pulau yang kaya hasil tambang tetapi tebaran papan peringatan “DILARANG MASUK BAGI YANG TIDAK MEMILIKI HAK” seakan menjadi tembok tinggi penyekat antara peradaban moderen dan keterbelakangan, antara orang staf PN timah dan orang Melayu asli Belitong.

Andrea Hirata menyampaikan ceritanya dengan kekuatan imajinasi yang kuat sehingga penggambaran tokoh, suasana dan peristiwa begitu terasa nyata. Buku ini sedemikian bagusnya sampai-sampai banyak sekali pujian dari berbagai tokoh, katakanlah A. Syafi’i Ma’arif sampai Sapardi Djoko Damono [idola saya] bahkan Garin Nugroho pun memberikan pujian untuk buku ini.

Tapi tak ada gading yang tak retak meskipun mungkin ini hanya dari sudut pandang saya saja yang bodoh. Andrea sangat banyak menuliskan istilah dan kata asing dalam buku ini. Belum-belum kita sudah disuguhi kata Fillicium, Antedelivium dll. Dan coba lihat apa yang dinyanyikan oleh Mahar waktu dia pertama kali mendapat kesempatan maju ke depan kelas untuk bernyanyi? Tennesse Waltz [duh aku kuper amat sih sampai detik ini gak tahu lagu ini] waktu itu dia masih SD kan? [urutan kejadian juga menjadi masalah bagi saya dalam buku ini] di lain waktu dia menyanyikan lagu Leaving On a Jet Plane [lha kalo yang ini saya tahu]

Yang juga mengganggu bagi saya adalah electone dalam grup musik yang mereka dirikan, anak-anak miskin di daerah miskin di sekolah miskin itu?. Kemudian lagu-lagu yang dimainkan grup ini lebih luar biasa lagi Lighting My Fire milik The Doors, Owner of Lonely Heart – Yess dan apa yang dinyanyikan Ikal pas dia jatuh cinta pada Aling anak pemilik toko kelontong kumuh tempat dia biasa membeli kapur? All I Wanna Do Is Dream…

Kelihatannya Andrea ingin mengesankan bahwa buku ini adalah bacaan modern kalau tidak mau dibilang Andrea ingin mengesankan dirinya sendiri sebagai penulis yang punya pengetahuan luas tentang dunia ilmu pengetahuan dan seni. But Thats OK! Buku ini tetap menjadi favorit saya terlepas dari gangguan-gangguan yang ada.

Kalo saya jadi teringat masa kecil saya yang tidak kalah mengharukan itu cerita lain lagi…

Saya yang hampir gak bisa meneruskan SMA dan harus bersekolah di pelosok kampung kaki gunung sumbing yang malah akhirnya mempertemukan saya dengan teman-teman luar biasa juga…

Saya yang harus merasakan pahit getirnya kehidupan orang tua yang terjerat rentenir jahanam…

Tentang pelepah pinang yang dijadikan mainan luncuran saat hujan di got samping masjid yang curam…

Tentang petualangan di Sungai Progo sampai hampir tewas tenggelam…

Mahar dan Trapani mengingatkanku pada Joko Imam

Kucai pada Mujib

Samson pada Soleh yang dulu berhasil membujuk aku untuk naik sapi jantan yang sedang tiduran untuk kemudian dia sentakkan ekornya sehingga sapi itu meloncat dan saya dengan sukses terjerembab ke kotoran…

Sahara pada Siti…

Akiong pada Sapto AKN yang manut saja jadi bahan pukulan Soleh dkk…

Harun pada Bambang tetangga seusiaku yang sampai saat ini masih jadi teman main setia Naya anakku…

…..

Sudah ah…. ndak kedowo-dowo anda pasti juga akan merasakan seperti yang saya rasakan setelah membaca buku ini. Untuk selanjutnya kita bersyukur bahwa kita telah didamparkan oleh nasib mendapatkan kehidupan yang layak sehingga masih bisa membeli buku Laskar Pelangi.

10 thoughts on “LASKAR PELANGI

  1. TATA says:

    saya juga seneng bgt baca buku na andrea hirata serasa saya mengalami nya. saya juga pernah bermimpi bertemu andrea hirata. tapi dia cuman senyum. mudah” an suatu saat nanti saya bisa ketemu dia. terus lah berkarya andrea kami menunggu novel mu.

    salam kenal
    tata

  2. saya dah baca bukunya, mesti belum selesai, he..he..
    membaca buku ini butuh kesabaran yang ekstra. karena suatu peristiwa diceritakan secara detail, penggambaran setting dan peristiwanya sangat jelas.

  3. Esa says:

    setahu saya andrea adl ikal, dan cerita baik di laskar pelangi, sang pemimpi dan edensor adl kisah nyata yang tentu ada penambahan-penambahan juga. Itu yang dikatakan bang andrea. Buku ini memberikan semangat yang sangat hebat bagi sa..
    Btw, makasih dah mampir dan kasih komentar di blog🙂

  4. lebih dari setahun yang lalu aq baca buku ini….dan seru sampai2 buku edensor dan sang pemimpi pun aku lahap…..kemarin saat tayang perdana di bioskop aq nonton..seru2 …seru abies

  5. yulasma andriyeni says:

    saya sangat senang dengan tokoh lintang, Tokohnya ulet dan sangat giat dalam belajar. Saya juga sangat terkesan dengan tokoh ikal yang sangat setia kawan dan punya banyak mimpi

  6. agay says:

    LASKAR PELANGI ..!!! Bikin hidup lebih hidup, banyak orang yang punya impian tetapi tidak bisa memegang impian tersebut, bahkan banyak orang yang takut akan bermimpi, gue… semenjak baca laskar pelangi terasa hidup lebih hidup “bermimpilah karena tuhan akan memegang impianmu”

  7. Agay says:

    ups ampe lupe …Novel laskar pelangi menurut gue..reting tertinggi dibanding buku-buku motivasi, bahkan Mario teguh sekalipun yang sering tayang di O-Chenel.gue suka baca buku berpikir dan berjiwa besar tapi efeknya dikit dibanding setelah gue di rekomendasiin sama temen gue untuk baca laskar pelangi..setelah gua baca sinopsisnya kaga banyak cingcong, langsung gue lahap 3 novel tersebut !!..btw “maryamah karvovnya dah keluar lom sih??..ada sedikit nih yang gua kutif dari Novel Edensor”//..Hidup dan nasib bisa tampak berantakan, misterius fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yg sempurns, menerima khidupn berarti menerima kenyataan bhwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karna kebetula ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan

  8. who knows says:

    tokoh favoritku dari buku laskar pelangi ??

    bapaknya ikal aku salut, hormat..lelaki yg begitu bersahaja, tidak berhenti berdoa demi anaknya, selalu bijak mengambil jalan tengah buat semua..

    mungiinkah semua keajaiban/keberuntungan ikal terwujud tanpa pengorbanan, doa dan harapan bapaknya ??

    Alloh SWT mengamini doa-doanya..setelah itu, apa masih ada yang tidak mungkin ????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s