Sebuah Episut Perjuangan Nasib

Tlulut.. tlululululut..tlululululut..tlululululut.. [begitu telfon dimeja saya bunyinyaπŸ˜€ ]

saya

:

Selamat siang, informasi CPNS Kab. Magelang…”

mbak *****

:

Selamat siang, nama saya ***** mau menanyakan lamaran saya pak.”

saya

:

Iya, bagaimana mbak?

mbak *****

:

Saya mengajukan lamaran untuk formasi pengawas ketenagakerjaan dengan ijazah Teknik Mesin dimana syarat pendidikannya kan ada dua pak, teknik industri dan teknik mesin, tapi saya kok dapat balasan Tidak Memenuhi Syarat..”

saya

:

β€œMaaf mbak kalau untuk formasi itu Ijazah yang dibutuhkan sesuai pengumuman kami adalah S-1 Teknik Industri mbak…”

mbak *****

:

β€œSaya bukan anak TK pak, saya lulusan S-1 lho pak, bisa baca pengumuman itu, jelas disana ada dua, di pengumuman yang
segepok
itu”

saya

:

β€œMbak dapat pengumuman darimana.. tidak benar itu mbak”

mbak *****

:

β€œTadi ayah saya sudah konfirmasi ke sini katanya salah tulis gitu… saya merasa keberatan karena ini bukan salah saya dan
katanya
saya sudah tidak bisa memperbaiki lagi, terus bagaimana ini pak?, kalau cuma masalah kurang legalisir sih saya bisa terima pak!”

saya

:

β€œTadi ayah anda diterima oleh siapa disini…, (setelah saya tanya tidak ada bapak-bapak yang menanyakan nasib anaknya
pagi
itu) Ya kami mohon maaf, kekeliruan juga tidak berada
di pihak kami, kalau masalah memperbaiki lamaran jelas tidak bisa karena batas waktu pengiriman per Pos sudah berlalu tanggal 16 kemarin mbak dan di pengumuman kami memang hanya untuk Teknik Industri,”

mbak *****

:

β€œLha balasannya baru sampai kemarin?”

saya

:

β€œKalau masalah itu berkaitan dengan Kantor Pos, coba tanyakan kesana mengapa terlambat”

mbak *****

:

β€œKok jadi lempar-2 an masalah begitu”

saya

:

β€œYa memang pembagian tugasnya begitu sesuai SOP mbak?,
kalau
memang mau penjelasan lebih jauh mbak bisa kok datang kesini, silahkan”

mbak *****

:

β€œTidak bisa.. **$%$#** padahal saya kemarin sudah capek-capek pulang untuk ngurus… **$%$#** (terus marah-marah debat kusir masalah pengumuman, coba meyakinkan saya bahwa dia bukan anak tkπŸ˜€ )”

saya

:

β€œMbak pegang pengumuman itu? coba cek mbak di Alinea III Tenaga Teknis Poin 12”

mbak *****

:

β€œSaya di Kantor tidak pegang pengumuman itu”

saya

:

β€œOke saya bacakan bla.. bla.. bla”

mbak *****

:

β€œYa sudah **$%$#** semoga rejeki bapak tidak mati saja, selamat siang” … Klek!!!

Saya

:

β€œ *dalam hati* Terima kasih mbak semoga mbak kebanjiran rejeki di lain kesempatan… rejeki mbak memang belum di takdirkan lewat Test CPNS ini..

Itulah percakapan di jam makan siang antara orang yang sedang emosi karena judeg memperjuangkan nasib dengan orang yang sedang judeg juga kelaperan karena belum sempat sarapan + belum makan siang.

Hari itu ada puluhan telepon bernada sama dan semua coba saya terima baik-baik dan rata-rata bisa menerima alasan yang coba saya uraikan sebisa-bisa saya, dan rata-rata mereka bisa memahami, ya cuma mbak satu ini saja yang sampai tega nyepatani saya segala😑 padahal saya waktu itu judeg sibuk mbenahi printer yang tiba2 habis toner-nya sementara temen-2 dah pada melotot gak sabar karena dah hampir jam pulang sambil tangan mereka berlepotan lem buat nempl poto peserta.

Bandingkan dengan ibu-ibu guru wiyata bhakti yang karena kesalahan administrasi sehingga SK-nya ada yang tanggalnya terlewat sehingga tidak bisa memenuhi syarat masa kerja, padahal kalau ditotal beliau sudah mengabdi lebih dari 12 tahun. Atau seorang Sarjana Hukum yang masa kerjanya kurang 8 hari. Atau seorang Mbak Dokter yang fotonya keliru berwarna padahal perasaan beliau sudah yakin kalau foto yang dimasukkan sudah b/w. Masih banyak lagi yang BTL di saat akhir sehingga tidak bisa memperbaiki lamaran.

Bagaimanapun saya sangat menghargai perjuangan dari seluruh pelamar untuk memperbaiki nasib mereka, saya bisa bayangkan para tenaga medis dari poltekes maupun D-3 Kesehatan yang sampai berhari-hari mengantri legalisir di Dinkes Prov. Jawa Tengah, berdesak-desakan, berpeluh-peluh sampai menginap segala.

Masalah D-3 Kesehatan ini ironi juga karena toh semua PT berani menerima mahasiswa pasti sudah dapat ijin entah itu dari Dikti Diknas maupun dari Dinkes sendiri, tapi entah ada angin apa [Penjelasan dari dinkes sih katanya untuk melindungi pasien dari malpraktek, menurutya yang cuma dapat ijin dari Dikti tidak
termonitor kualitas lulusannya *satu dua kasus mungkin iya tapi masak sih semua PT yg tidak punya ijin Dinkes jelek*
] legalisir harus oleh dinkes provinsi, lagipula para mahasiswa juga yang sudah mendaftar kan tidak tahu menahu, giliran sudah lulus kok ijazahnya tidak bisa untuk melamar kerja, hal ini dikomentari
oleh salah seorang peserta Rakor di Kanreg III BKN sebagai hal yang β€œtidak rasional”, yang kemudian menanyakan kenapa kok Dinkes Prov Jabar dan Jatim merasa tidak berwenang menandatangani legalisir Ijazah para Tenaga Medis ini, yang dijawab – itu masalah kepedulian saja, kalau Jabar dan jatim tidak merasa
peduli terhadap amanat PP ya silahkan, begitu argument dari perwakilan Dinkes Prop Jateng. Hal ini menjadi masalah karena memang tidak ada aturan turunan dari PP itu [saya lupa PP no/th berapa] yang secara gamblang menerangkan keharusan legalisasi ini, lha masak penafsiran PP antar Dinas Prov bisa berbeda-beda, gak ngerti aku… gak ruh.

Cerita ironi lagi adalah, banyak dari calon peserta tes yang coba mengelabui panitia terutama dari pelamar usia 35-40 tahun dengan cara memalsukan merekayasa SK Pengangkatan, notabene mereka kebanyakan dari tenaga pengajar, misal yang cetho welo-welo begini, SK Pertama dibuat tahun 1995 tapi kop/stempel
menggunakan nomenklatur terkini (SMEA/STM – SMK, Kab Dati II – Pemerintah Kab.) yang lucu lagi ada lulusan S-1 yang lulus 1 juli 1997 tapi SK ybs yang bertanggal 17 Juli 1996 sudah mencantumkan pendidikan S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, gimana coba? kok ya PeDe nipu berbuat kayak gini.
Yayasan pendidikan umum maupun yang berbau keagamaan sama saja dalam hal ini, mereka kok ya mau saja menandatangani dan membubuhi stempel legalisasi, saya prihatin sekali. Sudah begitu ada juga 1-2
yang PeDe komplain setelah di TMS, tentu saja bos saya langsung nyemprot dengan gaya khas-nya, “lha panjenengan kan calon pendidik kok ya tega-teganya begini, nanti murid panjenengan kalau meniru hal ini bagaimana?” hehehe langsung saja mereka Knocked Out.

Bagi para pelamar di Kabupaten Magelang yang kami TMS kami mohon maaf tidak bisa memberi kesempatan kepada anda, semoga anda tetap bisa berjuang mengabdi dengan cara lain, gak harus jadi PNS kan?

Bagi pelamar yang dinyatakan MS bersiap-siap saja untuk menjalani tes, dan jangan coba-coba memakai joki, kami akan tegas langsung kita laporkan ke Polisi.

Selamat Berjuang Poro Sederek !!!

2 thoughts on “Sebuah Episut Perjuangan Nasib

  1. SUPRIYANTO says:

    ASSLMUALAIKUM. SEMUANYA…
    Jika dikaji permaslahan ini ternyata harus kita kembalikan ke Allah SWT. sadarkan diri sesuai garis takdir
    ketika anak lahir prematur
    ketika bayi tidak bisa mendengar
    ketika bayi tanpa anggota badan yang utuh
    semua itu kehendak yang Kuasa Ya Allah
    seperti garis rezeki kita selama ini
    ini juga takdir dari Allah, ketika kita sudah Ikhtiar / Berusaha / Bertawakal tapi yang akan memberikan jawaban ataupun memberikan vonis terakhir adalah hakim dari segala hakim di dunia ini Ya Allah.
    untuk panitia BKD cuma menjalankan tugas sebagaimana yang telah ditugaskannya.
    dan untuk pelamar juga berusaha untuk meyakinkan aja apakah dirinya benar benar diterima tidak diterima ato apapun dengan alasan yang bener2 pengen sejelas jelasnya agar puas dalam ahtinya. jadi tidak menutup kemungkiinan jika ini terjadi pada orang2 yang MS sekarang. tidak lain saya. saya selalu memantau kejadian2 CPNS di kab magelang lewat internet yang di himpun sama mas hanafi. semua di kabupaten magelang sama sama berjuang dan memperjuangkan nasib. ya…. marilah kita berdoa berusaha apakah nantinya kita termasuk orang2 pilihan Allah SWT untuk jadi Pegawai Negeri Sipil tahun 2008 ini. Jawabanya kita tunggu setelah tanggal 7 Desember nanti. Semoga kita diberi yang terbaik dan di Ridhoi Allah.Amin.
    COMMENT : youdnet@yahoo.com

  2. erna says:

    Kapan surat balasannya utk yang MS dikirim mas? Soalnya bagi kita2 yang tinggal di desa, kadang kadang surat bisa nyangkut kemana2. Klo tau tanggal pengirimannya, mungkin kita bisa konfirmasi langsung ke kelurahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s