Tips untuk anggota KPPS

Musim pemilu tiba, bagi yang senang hura-hura dapat momennya di masa kampanye, bagi yang oportunis cari celah ke para caleg untuk sekedar memasangkan bendera yah sekedar cari tambahan rejeki kata mereka. Menurut teman saya Basirun, ongkos untuk memasang satu bendera rata-rata para Caleg berani membayar Rp. 5.000,- [ukuran kecil di pinggir jalan] semakin besar ukuran bendera, semakin besar pula imbalannya. Sedangkan teman saya ini, dia bisa memasangkan bendera untuk 5 parpol, lumayanlah untuk pengangguran seperti temen saya ini. Belum teman saya satu lagi Kang Samsidi yang rela mogok dari dagang lotis untuk kemudian menjadi kader salah satu caleg. Lebih ‘wah’ lagi karena kemudian dia dia tidak lagi sekedar masang bendera, tapi lebih dari itu. Kang samsidi bahkan dibekali HP yang meskipun seken tapi bunyii terus… thit thit thit…. thit thit thit, walah thit thit’e sopo kuwi kang…

Lha sekarang bagi yang ketengen (bahasa indonesianya saya gak tahu) di masyarakat. Ya ketengen itu kira-kira artinya gaul lah di masyarakat, tidak melulu ngopeni kerja, kerja dan kerja serta hanya berteman dengan orang-orang di dunia maya tapi juga srawung betulan begitu, dan juga enthengan (apa pula bahasa indonesianya, apa ya ringanan kok wagu, kalo ringan tangan lain lagi menjadi gampang memukul, wah mbuh) yah mudahnya easy going lah, mungkin begitu kali. Lha orang-orang seperti ini termasuk saya๐Ÿ˜€ yang di musim Pemilu seperti sekarang ketiban sampur alias kadhapuk minongko Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Honornya… kalau ukuran saya sih sbenarnya lumayan Rp. 225.000,- belum kena pajak untuk saya sebagai ketua [walah] dan Rp. 200.000,- untuk teman-teman anggota yang lain meski ada pula yang merasa honor segitu kurang dan sulit mencari anggota KPPS. Pekerjaan sebagai KPPS ini tahu sendirilah dimulai tadi malam sosialisasi peraturan terakhir yang diterbitkan KPU oleh PPS [Panitia Pemungutan Suara, ada di tingkat Desa], kemudian menulis undangan untuk Pemilih dan membagikannya [bukan perkara sederhana lho membagi undangan untuk pemilih ini karena terkadang banyak kesamaan nama dan tidak hafal ini si A yang mana] . H-1 KPPS mendapat kiriman uborampe [Logistik] Pemilu dari PPS sambil Menyiapkan TPS, ya masang tenda biru lah, buat padi-padi lah dll, etc, lsp. Malamnya lek-lek’an nunggu kotak suara, baru paginya jam 7 thit Acara dibuka sampai jam 12.00. Hal paling berat adalah pas Penghitungan Suara karena diperkirakan akan selesai sampai malam, pengalaman Pemilu 2004 TPS saya selesai menghitung jam 23.00 wib !!! Selesai…… eit belum, dengan masih ngantuk2 para anggota KPPS yang pantang menyerah ini masih harus bongkar2 tenda dan mengembalikan alat-alat yang dipinjam.

Nha dari pengalaman saya, ada beberapa saran yang bisa saya share untuk memudahkan para Anggota KPPS dalam bekerja. ini dia..

  1. Dalam menulis undangan, minta saja pada PPS sofcopy dari DPT, dengan maksud nanti dalam penulisan undangan bisa kita buat database mail merge. Ini bermula karena saya nggak PeDe dengan tulisan saya, kuatir kalo yang menerima undangan malah menjadi bingung disuruh ngapain
  2. Pas membagi undangan kalau memungkinkan minta data penduduk dari Pak RT/RW kan biasanya ada tuh, nha nanti kita cocokkan dulu per keluarga, kita staples terus potong dulu tanda terimanya kemudian baru meluncur wus wus wus, enggak bingug nyari namanya Fatimah yang di TPS saya ada 4 orang betul!
  3. Pada saat acara pencontrengan dimulai, pastikan segala sesuatu yang keluar dari Kotak Ajaib KPU itu kita catat dulu apa dan berapa jumlahnya untuk kemudian nanti kita masukkan Form Berita Acara.
  4. Untuk menulis pada Kartu Suara [Dapil, TPS, Desa, Kecamatan dan Nama Ketua] buat aja stempel nanti tinggal cethak cethok saja tidak kemeng menulis.
  5. Pastikan sebelum acara penghitungan dimulai, semua blangko formulir telah terisi, tentu selain isi hasil penghitungan itu sendiri. Karena biasanya saat penghitungan ini diperlukan konsentrasi yang tinggi dan kalau sudah malam padahal Formulir-2 yang jumlahnya buaanyaakk buetull ini belum diisi terlebih dahulu yah… capek deehhh nunggu nulisnya, Untuk ini tugaskan saja salah satu dari 9 orang anggota KPPS untuk menulis thok tanpa ditugasi pekerjaan lain sampai selesai.
  6. Jangan lupa siapkan papan yang mencukupi untuk menempel blangko rekapitulasi hasil penghitungan, masak nanti mau kita jereng di lantai kan ya ndak lucu tur lagi pegel juga le ndodok karo nulis hehehe๐Ÿ˜€
  7. Tugaskan beberapa anggota KPPS untuk menulis hasil rekapitulasi ini, misal pak parto untuk Partai A sampai F pak Mbilung untuk partai G sampai L dst.
  8. Menginngat Pemilu sekarang Dicontreng dan bukan dicoblos maka perlu trik khusus agar dengan cepat kita dan para saksi mendapat kesamaan persepsi mengenai hasil contrengan. Kalau dulu pas masih dicoblos, kita bisa dengan mudah melihat hasil coblosan dari belakang kartu suara sambil dibentangkan di depan para saksi karena kan bolong, tapi sekarang tentu akan sedikit kesulitan dalam hal ini. Saya rencanakan nanti Kartu Suara lebih dulu dibuka, Binder Klip dulu per 25an atau berapa dan dicantelkan pada Papan, kemudian kita pakai tuding [apa ya… penunjuk lah, duh kosakata saya kok parah banget sih] kayak pak guru di depan kelas, tinggal teriak saja … PARTAI GEMBUS, CALEG NO. 5 …. SAH!!! setelah itu Kartu suara kita Silakke ke belakang [dibalik lah] selesai satu kartu suara dibalik lagi begitu seterusnya sambil anggota KPPS lain menyiapkan Binder Klip 25an lagi. Demikian saya kira akan lebih cepat.

lagi pula ngapain pula sih pakai acara dicontreng segala, ya ini maksud hati tidak ingin dibilang udik tapi mengambil resiko banyaknya suara yang tidak sah.

Itu saja semoga bisa membantu bagi mereka yang blas belum pernah jadi KPPS atau yang sudah langganan seperti saya, kalau ada pengalaman lain mari kita share disini…..

6 thoughts on “Tips untuk anggota KPPS

  1. Moga ae sukses Pemilune yo?
    mosok tiap milih pemimpin malah salah milih terus…….

    Kopdar Akbar Pendekar Tidar digelar 11 April 2009 di Alun-alun Mgl jam 10 – selesai…….teko to?

    insya allah datang…

  2. Bubut says:

    Mas…Pernah dengar ndak ada anggota KPPS malah ndak masuk DPT padahal dari thn 2004 langganan jd anggota KPPS…dan 2004 msk DPT…kalao begini pie yg buat DPT

    agak aneh karena biasanya anggota kpps sering dilibatkan dalam penyusunan dps [dphp i dan dphp ii] eh tapi pas dphp [dps] diumumkan mas gak ngeliat ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s