Ngampon

Mendung sore itu menyertai laju motor matic kesayangan istri tercinta, dalam perjalanan menuju Ngampon, dukuh kecil di pojok Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Ya istri berkeras untuk memakai motornya karena motor satunya lampunya kethip-kethip dan saya yakin jalan sampai Ngampon juga dah bagus kok.

Ada perasaan yang mendorong-dorong saya untuk berangkat ke Ngampon di sela kesibukan saya kali ini, tentu biar saya bisa kecathet jadi anggota pendekar tidar karena ada satu hal yang menurut saya istimewa dari Ngampon ini. Gagasan Perpustakaan Warga, bukankah suatu ide yang luar biasa untuk dukuh kecil di kaki gunung ini…… Semangat dari KANG ROJINGUN dan kawan-kawan lah yang mendorong saya untuk berangkat sore itu. Juga atas ajakan mas Nahdhi CS tentunya saya jadi semangat banget untuk berangkat.

Mendung yang menggantung memberi harapan sekaligus kecemasan, syukur kalo tidak turun hujan ya berarti nanti malam cuaca gak akan terlalu dingin mengingat ini adalah bulan2 terdingin di sekitar pegunungan kan? Sesampai di Mulut Desa Ketangi alhamdulillah dah ketemu sama mas Rojingun jadi gak repot tanya-tanya lagi meskipun sebenere saya gak asing dengan daerah Ketangi dan sekitarnya mengingat sebagian masa lalu saya ada sangkut pautnya dengan tempat ini.

Motor Matic saya melaju lumayan mulus di jalanan menuju Ngampon karena hampir semua sudah aspal hanya pas sampai mulut Dukuh Ngampon lembaran aspal itu terhenti… sayang memang, padahal cuma tinggal beberapa puluh meter lagi saja. Sesampai di Ngampon saya disambut keramahan khas pegunungan, senyum lebar penuh persahabatan dan permintaan mampir dari setiap orang yang saya jumpai. Dan yang paling membuat kesan adalah TEH JAWA tanpa gula hidangan Ibunda Mas Rojingun, sedaap…

Ternyata saya datang terlalu awal, Mas Nahdhi Cs belum datang sampai sudah ba’da Magrib, maka saya sempatkan waktu sebentar untuk bersilaturrahim ke tempat teman-teman lama saya. Setelah Isya’ baru saya kembali ke Ngampon untuk mengikuti prosesi PERESMIAN PERPUSTAKAAN WARGA yang dibungkus dalam acara pengajian dalam rangka menyambut Ramadhan. Acara berjalan Khidmat Gunting pak Kadus pun menandai dibukanya PERPUSTAKAAN WARGA ‘ULUL ALBAB’. Eeh lha kok tiba-tiba setelah itu Mas Nanang Ndapuk saya supaya menyerahkan koleksi buku secara simbolis…

Selamat untuk warga Ngampon! cita-cita untuk mendunia bukan cuma impian belaka asal ada tekad dan kemauan berusaha pasti suatu saat Ngampon akan berbicara dalam percaturan dunia.

Selesainya acara temen-temen bala tidar melanjutkan acara sendiri dengan nonton bareng tapi saya harus pulang karena saya pamit sama istri tidak menginap. Jadilah ditengah pekatnya Kabut Kaliangkrik di jam 00.30 itu saya meluncur turun, maunya sih sok berani sendiri tapi mas Rojingun yang ndak tegel, sehingga dia bela-belain nganter saya sampai jalan besar di Beseran.

ini foto-foto dari tustel saya : klik sini

12 thoughts on “Ngampon

  1. Wah pertamax ki koyone….
    Sip kang. Sekalian besok wujudkan hasil saresehan kemaren, Menjadikan Mas Nanang Bupati Magelang. Ben iso Lanjutkan cita2 balatidar: Menduniakan Magelang dan Memagelangkan Dunia (gak cuma Ngampon yang pengen)🙂

  2. @omah… Lha iyo sip..nduwe Bupati Blogger kapan neh…:mrgreen:
    @ciwir.. sama nambah bukunya mas, ketoke masih terbatas tuh…
    @nitnot.. cemangaat…
    @ardyan… maju terus bala tidar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s