mayday saatnya tuntutan disuarakan

Mayday, hari buruh internasional yang jatuh tiap tanggal 1 mei selalu berkonotasi dengan demonstrasi besar-besaran buruh untuk menuntut hak-hak yang dirasa selalu tidak adil mereka rasakan. Dari sejarahnya memang Mayday ini berangkat dari demonstrasi besar2an buruh di AS pada tanggal 1 Mei tahun 1886 selama 4 hari untuk menuntut pengurangan jam kerja yang diwarnai dengan tewasnya ratusan buruh. Di Indonesia sendiri baru setelah era reformasi gegap gempita peringatan hari buruh ini dirasa semakin populer, era keterbukaan dan adanya jaminan penyampaian aspirasi dari rakyat.
Meskipun telah sampai pada era dimana semua bebas bersuara dan berpendapat tetapi apakah kemudian nasib buruh semakin baik saat ini?. Ternyata tidak. Buruh tetap termaginalkan keselip diantara gajah-gajah kapitalis yang saling berserudukan berebut mencari makan.
Undang-undang ketenagakerjaan yang menjadi kitab sucinya para buruh dalam memperjuangkan hak, apakah sudah sesuai dengan cita-cita bangsa mensejahterakan kaum buruh? Meskipun berbagai Undang-undang telah diterbitkan

  1. Undang-Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh;
  2. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  3. Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial;
  4. Undang-Undang Nomor 39 tahun 2004 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri

mengapa buruh masih berjuang dengan keras untuk terus memperjuangkan perbaikan nasib? bukankah ini indikasi kalau ternyata undang-undang yang telah disusun itu tidak berjalan linier dengan perbaikan nasib buruh. Apa yang salah?

Secara bercanda dosen saya pernah bilang kalau saat penyusunan Undang-undang ketenagakerjaan itu berlangsung di DPR para pengusaha dalam salah satu asosiasi urunan sampai ratusan juta rupiah per @ nya, demi untuk meloloskan pasal-pasal yang menguntungkan para pengusaha tersebut. Diluar HOAX tidaknya nya isu ini setidaknya bisa tercermin bagaimana Undang-undang ini berjalan saat ini.

Outsourching isu utama dalam hampir setiap demonstrasi buruh, sungguh-sungguh suatu aturan yang sangat tidak memihak bagi para buruh. Parahnya sekarang ini pengusaha gemar sekali menggunakan tenaga kerja outsourching ini, dimana pengusaha hanya mempekerjakan pekerjanya perusahaan jasa pekerja. Efisien sekali bagi para pengusaha, menyakitkan sekali bagi para buruh pekerja karena ketidakjelasan kelangsungan pekerjaan mereka di perusahaan itu. Hal ini terkait kontrak antara pengusaha dan perusahaan jasa pekerja.

3 thoughts on “mayday saatnya tuntutan disuarakan

  1. Outsourching isu utama dalam hampir setiap demonstrasi buruh, sungguh-sungguh suatu aturan yang sangat tidak memihak bagi para buruh

    karena apa mas.. salah satunya karena banyak pengusaha yang memutar balikkan kenyataannya, jelas-jelas bagian inti dari perusahaa ( CORE BISNIS ) itu malah di outsourch atau mencari pekerja kontrak tahunan …. kan nggak bener itu mas…( kata UU lho mas )

    Makanya banyak buruh yang menentang oursourching ma pekerja kontrak tahunan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s