jiwa hari ini telah terenggut pergi


Angin dingin dihembus hujan membawa setan datang menghantui malam, menakutiku, dan detik serasa abad tak juga berlalu. Ingin berlari mencari taman mimpi barangkali disana sang penjaga bisa menghalau pergi, tapi setan berubah sangat menakutkan disini. Kaki enam dengan sepasang capit mengoyak tubuh.

Berlari lagi, dan malam adalah lorong-lorong panjang gelap bercabang-cabang, labirin menyesatkan. Terus berlari, setan itu entah kemana pergi mungkin sama tersesatnya di sudut-sudut malam. Ketakutan berganti, gelap ini…… menyesakkan batin saat hanya dinding dingin dan luka di dada yang bercucur-cucur darah.

Saat  kemudian kutemukan pagi sudah tak begitu berarti, jiwa hari ini telah terenggut pergi.

(di hujan tengah malam padahal sudah medio mei)

About these ads

10 thoughts on “jiwa hari ini telah terenggut pergi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s