jununu fununu

Jadi kalau misalnya anda merasa tidak nyaman kalau setiap menit tidak menengok status facebook teman-teman online anda, atau setiap saat harus mengecek timeline akun twitter tanpa tujuan yang jelas, merasa cemas kalau tidak ada koneksi internet…… ya anda menderita penyakit gila juga, dan anda tidak sendirian, buanyak sekali teman yang gila seperti demikian

 

“Gila  itu  ada  44  macam” kata ibu ikal dalam novel laskar pelangi, masih ingat kan?. Jauh sebelum terbit novel itupun guru ngaji saya pernah mengajarkan mengenai hal ini, kata guru ngaji saya ya itu, ‘jununu fununu’ edan iku werno-werno, pas waktu itu untuk menerangkan orang yang ingin pandai tapi tidak dengan belajar dan bekerja keras, ya, itu bisa dianggap orang gila. Selang waktu beberapa tahun kemudian saya menjumpai kawan yang demikian! tepat seperti yang guru ngaji saya itu bilang. Jadi ceritanya kawan saya itu hendak memperoleh suatu ilmu dengan cara tidak mandi, selama 40 hari 40 malam, persis, seperti orang gila betulan, kumal dan baunya minta ampun.

Semakin kesini ternyata semakin menyadari dunia penuh dengan kegilaan, setiap orang punya potensi mengidap suatu kegilaan, tidak percaya? saya sendiri mengalaminya. Ternyata saya punya kegilaan juga, kegilaan seperti apa? cukup bagi orang-orang yang mengenal saya saja yang mengetahuinya. Tapi saya sadar kalau saya ‘gila’ lalu apakah kalau sadar akan kegilaan itu disebut gila seperti gila pada pada umumnya? (haduh kok mbruwet ngene iki..?)

Sebagai gambaran, Sigmund Freud sang ahli psikoanalisis mengatakan kalau kegilaan sebenarnya bukan suatu penyakit, melainkan sebuah potensi dari manusia yang terpendam. Semua manusia adalah neurosis dan memiliki kegilaannya sendiri, karena banyak sekali ketidaksadaran yang disimpan dalam gudang jiwa manusia. Bahwa kegilaan sebetulnya adalah pengobatan jiwa itu sendiri. Kegilaan adalah kedahsyatan manusia di mana manusia tidak lagi diberi batas-batas hukum. Ia lebih bebas dari imajinasi. Kegilaan adalah ketidaksadaran yang disadarkan dan kemudian menjadi sesuatu yang genius, yang mencerahkan, yang kreatif.

Jadi kalau misalnya anda merasa tidak nyaman kalau setiap menit tidak menengok status facebook teman-teman online anda, atau setiap saat harus mengecek timeline akun twitter tanpa tujuan yang jelas, merasa cemas kalau tidak ada koneksi internet…… ya anda menderita penyakit gila juga, dan anda tidak sendirian, buanyak sekali teman yang gila seperti demikian. Demikian pula bagi orang yang tengah malam bangun hanya untuk menonton orang memperebutkan sebuah bola, berteriak-teriak sendiri, wah itu lebih parah lagi tingkat kegilaannya🙂 . Gibol namanya. Dan masih buaannyaak lagi contoh kegilaan-kegilaan yang ada sekarang ini

Kemudian untuk pengobatan penyakit jiwa yang manakah bentuk kegilaan semacam ini? merujuk pada pendapat Sigmund Freud? Logikanya adalah semakin banyak kegilaan yang muncul semakin banyak pula penyakit jiwa yang ada, yah setiap penyakit jiwa menemukan penawarnya dalam kegilaan. Ahh… itu ilmu gathuk mathuk ala saya saja hehe… silahkan yang masih penasaran dengan kegilaan bertanya kepada para ahli kejiwaan, siapa tahu anda mengidap salah satu jenis yang parah dan butuh penanganan ahli jiwa…… hahaha…

Maaf kalau posting ini agak kacau, ngrembuk masalah edan iso-iso dadi melu edan tenana iki.

Akhirnya wahai Saudaraku… penyakit gila nomor berapakah yang anda derita ?

2 thoughts on “jununu fununu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s