Puasa itu apa?

Lihat betapa penuhnya pusat-pusat perbelanjaan.
Lihat betapa penuhnya pusat-pusat jajanan,
dari awal sampai akhir Ramadhan.
Sementara musholla…. hanya penuh di hari pertama Ramadhan!

Suatu sore di awal puasa… Ritual setiap awal bulan adalah mengantar istri belanja susu di supermarket, sekaligus untuk kebutuhan satu bulan. Krek… kreek… kreek…, bunyi mesin kasir di sore itu begitu merdu menyiksa pendengaran saya… heran ada orang yang begitu menikmati bunyi mesin yang dari dulu hanya seperti itu, monoton dan tidak nyaman blas di telinga. Orang yang antri di depan dan belakangku semuanya berwajah sama denganku mungkin, wajah dengan muka ketekuk Open-mouthed smile. Sambil menunggu antrian yang mengular saya sempatkan browsing sana sini membunuh gundah, Tempo memberitakan BI menyiapkan uang 6,6 Triliun untuk antisipasi lebaran, Menteri perdagangan sibuk menjamin pasokan sembako cukup jelang Puasa dan Ramadhan, Ribuan mobil laku dalam satu kali pameran otomotif yang sengaja digelar sebelum lebaran etsetera etsetera…

Saya jadi ingat pertanyaan Naya kemarin, Pak, sesok kok do poso ki nopo to? (Pak orang-orang besok kok pada puasa kenapa?)

Kenapa kita berpuasa? harus berlapar dahaga di siang terik seperti ini sebulan penuh. Kalau kemudian setelah puasa selesai tidak menimbulkan bekas kebaikan sama sekali dalam diri orang yang puasa, sekali lagi apa gunanya kita berpuasa?

saat buka…. hampir semua jenis makanan ada di meja makan. Inikah yang disebut dengan menahan nafsu itu?

Paradoks yang terjadi adalah saat seharusnya puasa menempa diri untuk menjadi orang berjiwa bersih dan tahan uji (dengan ujian tidak makan dan minum itu) justru nafsu dunia yang telanjang dan kasat mata mengemuka. Lihat sederetan fakta berita tentang hebohnya urusan belanja saat bulan puasa dan menjelang lebaran itu, masyarakat ini sudah sejak lama sepertinya, bekerja selama setahun hanya untuk keperluan beberapa hari di sekitar lebaran itu, belanja habis-habisan, makan seenak yang diinginkan. Sebuah survey dari lembaga konsumen tingkat dunia mengemukakan fakta bahwa konsumsi makanan dan minuman selama bulan puasa meningkat 24% dibanding hari biasa, artinya dengan dengan waktu makan yang lebih sedikit (hanya di malam hari) ternyata menghabiskan makanan yang lebih banyak dan lebih enak tentu, karena yang biasa makan pagi dengan tempe untuk sahur memaksakan dengan daging, yang biasa makan malam cukup dengan sambal dan kecap saat buka…. hampir semua jenis makanan ada di meja makan. Inikah yang disebut dengan menahan nafsu itu? tidak sama sekali! dan kesannya adalah balas dendam karena tidak boleh makan di siang hari kemudian makan sejadi-jadinya di malam hari. Itu faktanya saudara.

Lihat betapa penuhnya pusat-pusat perbelanjaan.
Lihat betapa penuhnya pusat-pusat jajanan,
dari awal sampai akhir Ramadhan.
Sementara musholla…. hanya penuh di hari pertama Ramadhan!

Tidak heran jika di masyarakat ini mental mengumbar nafsu terjadi di hampir semua sudut dan sisi kehidupan sepanjang waktu, saya kira tidak usah disebut contohnya, padahal di semua stasiun televisi para ustadz berbusa-busa menyampaikan ribuan hikmah puasa, sedemikian bebalkah kita?

Amalan Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, Kata Allah.

Ah.. akhirnya keluar juga dari -supermarket, Naya sempat berhenti di deretan kaleng kue, menunjuk satu kue berwarna coklat, saya tersenyum dan menggeleng…

Demikian Saudara sekelumit cerita belanja saya hari ini, dan semoga kita lulus ujian di akhir bulan ini, materi sudah diberikan, soal-soal pun semua sudah dapat kisi-kisinya, tinggal kemauan kita untuk mengerjakan atau tidak ujian ini.

mashanafi sign

3 thoughts on “Puasa itu apa?

  1. Nek di jogja masih bisa dimaklumi karena menjelang akhir ramadhan kebanyakan mahasiswa sudah pada pulang, jadi ya yang tersisa tinggal simbah-simbah penduduk lokal yang meramaikan masjid.

  2. agak kaget dengan suasana puasa di sini, kok kayaknya kurang meriah gitu🙂
    eh met menjalankan ibadah puasa mas han ,maaf 2 kalau ada salah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s