Selalu ada lubang di ujung jarum
Suatu ketika disaat yang belum lama berlalu, sehabis jumatan ada sms mampir di hp saya “mas tolong sy sgr dikirim proposal yg pernah kt bicarakn kmrn, asap, selasa bisa ya? ”
Selasa…, padahal semua bahan proposal itu belum siap karena saya mengira ‘pembicaraan’ dengan teman saya yang ada di IBUKOTA itu cuma udoroso saja mengenai kesulitan mengelola Taman Pendidikan Alquran level menengah bawah. Proposal inikah jalan keluar? Kalau iya mengapa tidak? Setelah ba-bi-bu sedikit dengan mas Latif putra bapak pengasuh, kami berdua langsung bagi tugas. Niat kami, yang semoga Allah berkenan, adalah memajukan TPQ, itu saja.
Proposal, tentu sidang pembaca sudah mafhum adanya harus disertai dengan dokumen pendukung sebagai bahan nggombal pertimbangan. Dikarenakan dalam mengelola TPQ ini masih dalam level menengah bawah tadi, maka dokumen-dokumen pendukung pun tida ada semua. Disinilah perjuangan dimulai. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Berita Acara Pendirian TPQ sebagai syarat mendaftarkan akta ke notaries harus dibuat dulu, uniknya dari dewan semua pendiri nggak ada yang tahu dulu TPQ ini didirikan tahun berapa, lha mau ingat bagaimana wong cikal bakal TPQ ini juga dari mbah-mbah kami yang dulu ngajari ngaji di rumah-rumah. AD/ART, untung mas Aslah punya contoh yang boleh saya jiplak – ctrl+f alhusna – alt+p hidayatussibyan – alt+a. rebes..
Jumat Sore itu juga ke Notaris, ditemui salah seorang staf, tapi beliau bilang selasa/rabu baru bisa jadi, waduh blaik, asal hari itu juga semua syarat sudah terpenuhi, AD/ART, BA, FC KTP Pendiri dan Pengurus Harian [ya iyalah mau buat akta notaries masak kayak pesen gorengan aja, ditunggu jadi]. Saya sempat ngeyel sedikit tapi tetap tidak bisa. Untungnya kengeyelan saya tadi didengar oleh Ibu Notaris yang ada di ruang sebelah, sayapun dipanggil oleh beliau. Setelah beliau tahu permasalahan, diluar dugaan yang membuat saya terkejut, beliau siap membantu tanpa dipungut biaya, bahkan beliau masih menghibahkan sejumlah IQRO’, ALQURAN, dan ALAT TULIS. Misal saya tidak rikuh dan pekewuh pun mungkin saya masih akan dikasih karpet. Jazaakillah bu Kunsri Hastuti SH. Akte Lembaga TPQ atas jasa beliau bisa selesai Senin pagi.
Setelah akta jadi kemudian dijadikan dasar pembuatan rekening tabungan lembaga di bank. Karena saya baru bisa mbolos ijin sama bos jam 13.30 meskipun sebetulnya ada lemburan, sampai di bank jam 15.00 sudah tutup! Omaigat! Saya coba beberapa bank sama, meski masih buka pun untuk melengkapi syarat sudah nggak nyandak. Karena saya punya saudara karyawan di BTPN dengan harap cemas kami kesana. Alhamdulillah syarat-syarat bisa menyusul asal sudah ada akta notaries, yang penting bagi saya hari senin itu sudah tercetak buku tabungan atas nama lembaga TPQ.
Jarum jam sudah ada di angka 16.30 mas Latif yang bagi tugas ambil stempel yang sudah dipesen sejak sabtu nges-em-es, “blaik maneh stempele rung katut digawe han, suruh nunggu ¼ jam!” Padahal kami masih harus ke Warung Fotokopi ambil jilidan Proposal n intinya harus sampai TIKI sebelum jam 17.00. Disinilah mengapa selalu ada lobang di ujung jarum pada Jumat-Senin ini. Ndilalah sampai TIKI masih buka meski dah hampir jam 17.30 [di warung fotokopi sempat garuh lagi karena halaman yang dijilid kebalik-balik – tidak termasuk cerita mengarang indah menyusun naskah proposal…] banyak sekali ndilalah capur tangan dicerita ini semoga bisa memberi sedikit inspirasi.
Pulang dari TIKI sudah bisa singsot, kemringet olehe kekiter pinjam KTP dah gak berasa capeknya meski proposal itu gol atau tidak wallahu a’lam.
Selalu ada jalan untuk sesuatu kebaikan, sudahkah anda beramal baik hari ini?
2 comments 2 Juni 2009
Arrivederci Maldini
Berakhir sudah karir menawan Paolo Maldini sebagai pemain selama 24 tahun. Kapten AC Milan itu melakoni laga perpisahan di San Siro pada 24 Mei lalu.
PERASAAN Paolo Maldini campur aduk setelah laga giornata (pekan) ke-37 Serie A Liga Italia pada 24 Mei lalu. Itulah partai pemungkas Maldini di San Siro. Sayang, Rossoneri (julukan Milan) mengakhirinya dengan kekalahan 2-3 dari AS Roma.
tak bisa dimungkiri bahwa mantan kapten timnas Italia itu merupakan seorang juara. Dia bukan hanya legenda Milan, tapi juga Italia. Dia menghabiskan 24 Tahun karir sepak bolanya di level atas.

Sampai saat ini, Maldini masih tercatat sebagai pemain dengan caps terbanyak di Gli Azzurri (julukan Italia). Dia mencatat 126 laga dengan sumbangan tujuh gol. Dia juga pemain yang paling banyak tampil di Serie A.
Tidak heran, karena kontribusinya, Milan memastikan akan memensiunkan nomor punggung tiga milik Maldini. Namun, nomor itu bisa saja kembali digunakan di San Siro jika salah seorang anaknya tampil membela Milan.
Saat ini, putra pertamanya, Christian, 13, sudah menjadi bagian dari tim junior Milan. Putra kedua Maldini, Daniel, 6, juga tergabung dalam Akademi Milan. Mereka slap menjadi generasi ketiga Maldini di San Siro. Dinasti Maldini punya catatan hebat dalam sejarah Milan. Paolo Maldini merupakan generasi kedua. Sebelum dia memulai debutnya pada 20 Januari 1985, saat usianya masih 16 tahun, bersama Milan, sang ayah sudah menjadi punggawa Milan.
Ya, Cesare Maldini, generasi pertama dinasti Maldini, lebih dahulu menca tat sejarah. Cesare pernah menjadi kapten Milan dan berjasa membawa Milan merebut gelar Liga Champions pertamanya pada 1962-1963 Setelah gantung sepatu, Cesare mengabdi di Milan. Dia pernah menjadi pelatih Milan-di level junior dan senior. Pria berusia 77 tahun itu juga pernah melatih timnas Italia. Hanya, karir kepelatihannya tidak sehebat karimya sebagai pemain.
Nama besar Cesare pernah menjadi beban di awal karir anaknya. “Tentu saja, mulanya saya in-in buktikan bahwa saya berada di tim ini bukan hanya karena nama belakang saya, meski tidak bisa dimungkiri saya anak Cesare,” papar Maldini.
“Selama beberapa waktu, saya menemukan diri saya berada di bawah bayang-bayangnya. Tapi, seiring perjalanan waktu, saya bisa mengatasinya. Saya berharap agar generasi berikutnya bisa lebih balk dari pencapaian saya,” tegas Maldini. (hatu/diq)
Belum Pastikan Karir setelah Pensiun
KEPUTUSAN gantung sepatu sudah diambil Paolo Maldini. Bentrok AC Milan kontra Fiorentina pada giornata (pekan) terakhir Serie A pada 31 Mei nanti menjadi laga terakhirnya. Apa rencana legendaAC Milan itu setelah gantung sepatu?
Banyak rekan satu tim Maldini yang lebih dahulu pensiun. Setelah tidak aktif sebagai pemain sepak bola, banyak di antara mereka yang memilih berkarir tidak jaub dari lapangan hijau.
Carlo Ancelotti, Roberto Donadoni, Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard, contohnya. Maldini pun telah ditawari Rossoneri (julukan Milan) untuk menjadi pelatih tim junior.
Apalagi, dalam beberapa tahun belakangan, Milan tergolong gagal mengorbitkan bintang-bintang muda. Mereka kalah dari Juventus dan Inter Milan yang cukup produktif mengorbitkan pemain muda dan menjadi pemain penting dalam tim.
Di Juve, ada Paolo De Ceglie, Sebastian Giovinco, dan Claudio Marchisio. Sedangkan Nerazzur ri (julukan Inter) punya Mario Balotelli dan Davide Santon. Bandingkan dengan Milan yang masih terns mengandalkan pemain-pemain tua.
Sayang, Maldini belum memberikan keputusan. “Saya ingin menjauh dulu dari sepak bola sementara waktu, setidaknya hingga September mendatang,” ujar Maldini kepada France Football seperti dikutip Goal.
Bahkan, pria berusia 40 tahun tersebut berencana meninggalkan lapangan hijau, tapi segalanya belum pasti. “Apakah saya bertahan di sepak bola? Saya tidak tahu. Saya mempertimbangkan untuk meninggalkannya saat waktunya telah tiba. Tapi, segalanya masih bergantung kepada tawaran apa yang saya dapatkan,” ujar mantan kapten timnas Italia itu.
Tapi, jika pria yang punya pekerjaan sampingan sebagai DJ itu berminat menjadi pelatih, dia akan meneruskan tradisi keluarga Maldini. Sang ayah, Cesare Maldini, pemah menjadi pelatih AC Milan dan timnas Italia. (ham/diq)
Enggan Bicara Bola di Meja Makan
PAOLO Maldini bukan hanya sosok panutan di lapangan hijau. Bek AC Milan yang menjalani debutnya saat masih berusia 16 tahun itu tidak hanya piawai menjadi pemimpin di lapangan. Tapi, dia juga dikagumi di kehidupan rumah tangganya.
Selama 15 tahun berumah tangga dengan Adriano Fosse, model kelahiran Venezuela, kehidupan mereka jauh dari gosip. Dengan dua anak mereka, Christian, 13, dan Daniel, 6, mereka merupakan keluarga yang ideal.
Sebelum menikah dengan Maldini, Adriana merupakan sosok model temama di Italia. Tapi, dia memutuskan mundur dari karirnya saat mengandung putra pertamanya, Christian, pada 14 Juni 1996.
Dia bersedia mengakhiri karirnya demi keluarga bahagia yang dirajutnya bersama Maldini. Adriana menjadi sosok utama yang memberikan dukungan kepada il capitano Milan itu hingga masih mampu bermain di usia 40 tahun.
“Maldini layaknya lelaki lainnya. Dia selalu membuat saya tertawadan bangga. Dia sangat pengertian kepada keluarga. Dia rely menjaga anak-anak dari pagi hingga malam hari,” kata Adriana kepada La Ga–Zetta dello Sport.
Meski pertemuan awal keduanya berawal di diskotek, bukan berarti Maldini tipe prig yang doyen dugem. Mantan kapten timnas Italia tersebut biasanya pergi ke diskotek untuk mengisi waktu luang dan unjuk kebolehan sebagai DJ.
Adriana melanjutkan, Maldini merupakan sosok family Man. Maldini enggan membicarakan masalah di lapangan hijau saat duduk di meja makan, terutama di depan keluarganya.
“Saya ikut menangis ketika Milan kalah di Istanbul (final Liga Champions melawan Liverpool pada 2005). Tapi, dia justru menghibur saya. Lalu, saya sadar bahwa. dialah yang perlu dihibur dan dibangkitkan semangatnya,” tutur Adriana. (ham/diq)
Tragedi Istanbul Bukan Yang Terburuk
SUKA duka dirasakan Paolo Maldini dalam 24 tahun karirnya sebagai pemain. Pria, berusia 40 tahun itu membagi kisahnya dalam wawancara dengan WorldSoccer.
Seberapa berat rasanya harus gantung sepatu? Saya merasa sangat beruntung. Saya habiskan seluruh hidup saya di Milan untuk sebuah klub yang bagus dan saya selal u mendapatkan dukungan dari keluarga saya. Yang saya cari dalarn karir sudah saya dapatkan.
Berard, tidak ada lagi jalan bagi Anda untuk memulai musim depan? Tidak, tidak. Saya sudah i berhenti. Saya mulai bermain di Serie A sejak usia 16 tahun dan masih ben-nain di usia 40 tahun.
Anda katakan tidak ada penyesalan dalam karir dan sudah mendapatkan apa yang Anda inginkan. Nah, spakah kekalahan di final Liga Champions 2005 dari Liverpool di Lstanbul menyakitkan?
Kenapa itu harus menjadi memori buruk? bujustru merupakan salah satu final terbaik yang pemah saya alami. Kami bermain lebih baik daripada Liverpool dan seharusnya kami pantas menang.
Tapi, itulah indahnya sepak bola. Kami kembali bertemu mereka dan membalas kekalahan itu. Saya sudah memenangkan banyak gelar. Jadi, siap untuk kalah juga.
Apakah kekalahan dari Argentina pada Piala Dunia 1990 tidak menyakitkan? Piala Dunia 1990 sebuah pengalaman luar biasa meski mengecewakan. Mungkin kami memang tidak ditakdirkan untuk menang, tapi seharusnya kami bisamelaju ke final. Ingat, kami melaju ke semifinal tanpa sekali pun kebobolan.
Masih adakah memori lain soal Piala Dunia? Piala Dunia 1994 sungguh aneh. Memulai tumamen dengan kekalahan, tapi mampu melaju ke final dan kalah adu penalti. Saya juga ingin mengulang memori Piala Dunia 2002 melawan Korea Selatan. Saya masih ingat gol Ahn JungHwan. Itulah kenangan terakhir bersama timnas. (harn/diq)
Data Diri
Nama Paolo Cesare Maldini
Lahir Milan, 26 Juni 1968
Kebangsaan Italia
Tinggi 186 cm
Posisi main Bek
Caps/gol 126 laga (7 gol)
Karir 1984-2009 Milan
PRESTASI DI MILAN
- Tujuh kali juara Serie A Liga Italia
- Satu kali juara Coppa Italia
- Lima kali juara Piala Super Italia
- Lima kali juara Liga Champions
- Lima kali juara Piala Super Eropa
- Dua kali juara Piala Intercontinental
- Satu kali juara Piala Dunia Aniark lu b
PRESTASI Di TIMNAS ITALIA
- Peringkat: ketiga Piala Dunia 1990
Runner-up Piala Dunia 1994 - Peringkat ketiga Euro 1988
, Runner-up Euro 2000
PENGHARGAAN INDIVIDU
Man of The Match Liga Champions 2003
- Bek terbaik Serie A 2004
Tergabung dalam FIFA 100
- Masuk dalam UEFA Team of The Year 2003 dan 2005
- Bek terbaik Liga I Champions 2007
- Pemegang caps terbanyak di timnas Italia
TENTANG MALDINI
ü Di masa kecilnya, meski tinggal di Kota Milan dan anak dari idola AC Milan Cesare Maldini, Paolo Maldini kecil lebih mengidolakan Juventus. Roberto Bettega, striker legendaris Juventus, adalah idola Paolo Maldini.
ü Mulanya, dia memulai karir sebagai wingerkiri. Tapi, dalam kelanjutannya, dia memutuskan menjadi bek seperti ayahnya.
ü Di luar karirnya sebagai pemain sepak bola, Maldini punya profesi sampingan sebagai DJ pada 105 Radionetwork
ü Dia tergila-gila pada musik rap dan menjadikan 2 Pac, Will Smith, Articolo 31, dan Eros Ramazzotti sebagai pemusik yang disukainya.
ü Wajah menawan dan bodi yang atletis membuatnya menjadi sosok yang tepat sebagai model. Maldini pernah menjadi bintang iklan Opel, Adidas, dan kacamata Police.
ü Kedua anaknya, Christian dan Daniel, saat ini menjadi pemain tim junior Milan. Jika salah seorang di antara mereka bergabung dengan Milan senior, akan mewarisi nomor punggung tiga milik Maldini. (ham)
KATA MEREKA
SEPANJANG karirnya, selama 24 tahun, Paolo Maldini sudah menjadi sosok panutan bagi kawan maupun lawannya di lapangan. Apa komentar para tokoh terkemuka tentang Maldini.
Dia merupakan pemain yang luar biasa, salah seorang yang patut memenangi Ballon d’Or. Saya ingin memberikan satu gelar itu kepada dia.” Giuseppe Signori, pemain legendaris Lazio
Maldini seorang pe main besar dengan begitu banyak penghargaan yang diraih sepanjang karirnya. Sayang, saya hanya bermain bersamanya selama semusim.” Massimo Agostini, mantan striker Milan
Semangat yang dimiliki selalu menjadikan Maldini sebagai pemain yang hebat. Dia sungguh pemain yang unik dan pantas menjadi panutan,” Alessandro Del Piero, kapten Juventus
Pemain terbaik Milan dalam 20 tahun terakhir. Saya menempatkannya di urutan teratas, sedangkan (Franco) Baresi berada tepat di bawahnya.” Silvio Berlusconi, owner Milan
Kaka merupakan pemain yang membuat saya kagum, Zinedine Zidane sungguh brilian tanpa cela. Tapi, favorit saya adalah Paolo Maldini. Dia mungkin bukan pemain dengan teknik paling hebat, tapi paling luar biasa di era kejayaan Milan.” Sir Alex Ferguson, manajer Manchester United
Hanya Milan yang akan menjadi klub tujuan saya jika harus pergi dari Barcelona. Mengapa Milan, karena mereka punya Maldini.” Carles Puyol, kapten Barcelona
Terbaik dari sedikit Bek Kiri terbaik yang pernah ada.” Hanafi. Pennggemar Berat Milan (ham)
Add comment 2 Juni 2009
Selera Musik
[inti dari tulisan ini ada di alinea terakhir.. langsung jujug sana juga boleh
]
Musik, menjadi hal yang tak terpisahkan dalam keseharian kita. Bagi saya musik adalah gairah hidup saya. Bekerja, santai dirumah mapun kumpul-kumpul sama teman nyaris saya selalu memutar Audio Player.
Yang sering menjadi masalah adalah karena setiap orang selera musiknya berbeda-beda maka kadang saat lagi asyik mendengar lagu kesayangan tiba-tiba ada orang teriak… heyy ganti dong lagunya.. Untungnya saya termasuk orang yang selera musiknya bervariasi, gak melulu seneng rock misalnya atau fanatik RnB atau dangdut. Mungkin karena sejak balita saya sudah sering dicekoki musik yang bermacam-macam oleh lingkungan, mengingat dulu Abang saya adalah Tukang Sound System di kampung, ditambah rumah saya menjadi tempat nongkrong favorit teman-teman abang saya, tapi dari sekian banyak kaset di rumah, kami, tiga laki2 satu perempuan bersaudara kompak menjadi penggemar berat Ebiet G Ade dan Iwan Fals sedang Bapak Saya suwargi adalah penggemar gambus, umi kulsum dan kasidah tentu saja.
Menginjak SMA ketika saya merasa sedang bambang-bambange dan mulai mengenal dunia luar, selera musik mulai agak bergeser jadi menyukai lagu-lagu slow rock barat seperti teach me how to dream, hotel california dan lagu rock malaysia. Saya masih terkesan betul dengan teman-teman seasrama yang akan langsung berebut mengerubungi radio kalo pas memutar lagunya Sembilu dari Ella betul!. Tapi lagu kebangsaan saya waktu itu tetap forever and one.
Kemudian saat mulai bekerja dan bisa beli kaset sendiri saya begitu menggilai helloween sampe apal lirik-lirik lagu dalan sail over seven seas… berlanjut ketika melihat VCD nya Oasis live in wembley 1995 wuihh luar biasa sensasinya, langsung membuat aku jatuh cinta. Ketika Noah dan Noel berteriak-teriak ditirukan oleh ratusan ribu penonton yang semua ikut bernyanyi.. little james. Saya pun dengan sukses menjadi penggemar berat Oasis sampai sekarang. Tapi karena pengaruh dari Bapak mungkin, saya juga bisa menikmati irama gambus, favorit saya adalah Ghonili Suwayya – Audul Marom. Dan juga saya tetap suka dengan lagu-lagunya Bang Haji atas pengaruh teman-teman abang saya dulu.
Tentu musik-2 populer saya juga suka tapi datang pergi silih berganti. Fun Factory, Ace of Base, BSB, Westlife,cranberries dan satu yag paling saya suka diantara yang datang silih berganti ini yaitu AZ-Yet [hayo siapa pernah denger lagunya Last Night ?] dan Blue, dua grup RnB ini begitu membekas karena …. Mmm… ada deh…
Dan sekarang… tidak tahu kenapa selera musik saya mungkin sedang mengalami pergeseran lagi, saya tidak menyadarinya sampai suatu ketika Naya nyeletuk ke Ibuknya.. Buuk, Bapak arep ngantenan karo sopo to… kok nyanyi dangdut terus… [mungkin asumsi Naya kalo orang muter lagu dangdut tuh pertanda mau ada pesta nikah..]
3 comments 10 Mei 2009
Catatan dari TPS IX
Meskipun sudah sering menjadi anggota KPPS maupun Panitia Pemilihan Kepala Desa, baru kali ini saya didhapuk sebagai ketua. Dalam Pemilu Legislatif 1999, Pemilu Legislatif 2004, Pemilu Presiden 2004 Putaran I dan II, Pemilihan Kepala Desa, Pemilu Bupati Magelang, Pemilu Gubernur Jawa Tengah saya hanya didhapuk sebagai pekathik bertugas menangani administrasi yang memang agak njelimet.
Perbedaan Pemilu Legislatif kali ini dengan Pemilu sebelumnya adalah pada cara pemberian suara dari mencoblos (yang sudah digunakan sejak tahun 1955)
menjadi mencontreng disamping perubahan penentuan Caleg terpilih menjadi sistem suara terbanyak dari sebelumnya nomor urut. Ternyata mengenai contreng-mencontreng ini di TPS saya tidak menjadi masalah yang berarti bagi pemilih (manula sekalipun) mungkin karena daerah tempat tinggal saya ada di kompleks elit
daerah pinggiran kota sekaligus pinggir sawah
. Dari 273 Pemilih yang terdaftar 217 orang menggunakan haknya, lumayanlah. Pemenangnya… Partai Demokrat untuk DPR dan DPRD Prov. serta PPP untuk DPR Kab/Kota, ini mengejutkan karena pada Pemilu2 sebelumnya daerah saya adalah basis fanatik PKB.
Catatan saya yang PERTAMA adalah masalah DPT yang tentu bukan cuma saya yang merasakan dampak kacaunya DPT kali ini. Banyak pemilih yang protes ke tempat saya karena tidak mendapat undangan dan memang tidak tercantum dalam DPT padahal pada Pemilu Gubernur belum lama berselang ybs telah terdaftar. Sementara banyak diantara nama-nama yang tercantum orangnya sudah meninggal dan pindah. Masalah ditambah dengan kacaunya pembagian Pemilih untuk masing-masing TPS dikarenakan adanya penambahan TPS secara mendadak dari semula 3 TPS menjadi 4 TPS jadi bisa terjadi A yang berdomisili dekat dengan TPS 1 bisa mendapat undangan dari TPS 3. Hal ini menyulitkan bagi KPPS untuk mencari alamat pemilih karena banyak nama-nama yang tidak dikenal.
Catatan saya yang KEDUA adalah saat hari H pelaksanaan yaitu pengisian Berita Acara dan Rekap Penghitungan suara menggunakan Form Model C dan C1. Total jumlah formulir untuk DPR, DPD, DPRD Prov dan DPRD Kab/Kota berjumlah 33 lembar ditambah dengan Model C1-IT sejumlah 8 lembar. Pengisian form-2 ini sangat menyita waktu meskipun anggota KPPS ke-2 sejak awal sudah saya tugaskan untuk secara khusus mengisi formulir ini tanpa menunggu selesainya proses pemungutan suara (dulu ini merupakan tugas yang selalu ditimpakan kepada saya). Form C dan C1 ini nantinya disampaikan kepada PPS, PPK dan sejumlah saksi yang hadir, maka saya pun berdoa agar saksi yang datang sedikit saja dan alhamdulilah cuma ada 9 orang mewakili Parpol masing-masing. Bisa anda bayangkan mengisi form 33 lembar dikalikan 12 (PPS, PPK, Saksi dan Arsip). Meskipun penghitungan selesai pukul 19.30 saya baru bisa menyerahkan berkas ke PPS jam 22.00 kemudian selesai antri model C1-IT di PPK jam 23.00. Menurut saya form-2 ini masih sangat bisa disederhanakan dan dibuat ringkas saja, penghematan juga kan akhirnya, toh saya yakin tidak semua form-2 itu akan dibaca nantinya. Salah seorang saksi saat saya minta tanda tangan sampai nyeletuk “ini kok banyak banget seperti dokume untuk perang saja” kalo perang dokumen sebanyak ini mah nanti musuh keburu sampai halaman rumah pak…
Catatan saya yang KETIGA dalam Pemilu kali ini meskipunmenggunakan sistem proporsional terbuka ternyata para pemilih masih banyak yang tidak mengenal wakilnya terutama untuk DPR, DPRD Prov dan lebih parah lagi DPD. Banyak pemilih yang cuma mencentang tanda gambar partai saja, dengan begitu lalu apa bedanya dengan sistem pemilu sebelumnya
Catatan saya yang KEEMPAT adalah sulitnya mencari tanda contrengan pada kertas suara. Sering saya harus melotot dan memicing untuk mencari-cari dimana gerangan ada tanda contrengan itu berada, sering tanda itu hanya berupa garis kecil tepat di tanda gambar parpol sehingga tidak terlihat, apalagi setelah hari menjelang malam. Saya harus meminta para saksi untuk lebih mendekat agar bisa bersama-sama mencari si tanda contreng ini. Lebih enak kalo dicoblos sebenarnya mencari tanda ini.
Kemudian adanya surat suara tidak sah hanya disebabkan karena adanya coretan tidak sengaja dari pemilih ini tentu sangat disayangkan karena mengingat banyaknya pemilih yang tidak menggunakan haknya eh yang sudah ikut memilih malah tidak sah kan eman-eman.
Jam 24.00 saya sampai di TPS lagi dengan membawa nasi goreng plus susu jahe, wuihh nikmat… lega rasanya 1 tugas sudah kami selesaikan.
6 comments 17 April 2009
Pemilu, Parpol, Caleg dan Kampanye

Masih tentang Pemilu dan Basirun yang hendak saya ceritakan dalam posting berikut.
Malam berikutnya saya ketemu lagi dengan Bas di tempat biasa yaitu di Java Café Warung Kopinya MasMamik®, kebetulan sorenya ada regregan parpol terpopuler di kampung saya, saya tahu dia ndak ikut karena sesore penuh saya ikut kampanye nonton di pinggir jalan dieret-eret Naya, meriah juga.
|
saya |
: |
Bas mau kok ra ketok medun regregan? |
|
bas |
: |
Wah saiki aku wis wegah. |
|
saya |
: |
Hlo lha ngopo? Bukanne biyen kowe palingsemangat nek kon melu kampanye, ngasi GTO bapakmu ambrol sekere [padahal GTO itu untuk ngojek ayahandanya], trus bar kuwi kowe nyewo King kae to? |
|
bas |
: |
Ho’o, tapi aku gelo, kok yo gelem-geleme aku biyen ke mrono mrene kampanye ra karuan. Biyen pancen aku mbelani partai |
|
saya |
: |
Angin piye… |
|
bas |
: |
Hla tekan saiki aku malah nganggur ki piye, karuan saiki aku ngobyek karo Caleg-caleg lak malah lumayan to? |
|
saya |
: |
Hehehe yo cen iyo Bas, ono benere |
|
bas |
: |
Yo sing bener ki sing koyo mene iki… hasile nyata. Wingi ono Caleg Partai teko mrene, tak sambati nek omahe Supri ke rep ambruk, langsung menehi duwit 500ewu, jal nek ora mongso kampanye. Dijaluk ngasi ndremimil le nembung rung mesti menehi. |
|
saya |
: |
Trus sesuk kowe rep milih sopo nek pas Pemilu? |
|
bas |
: |
Mbuh! |
|
saya |
: |
Halah…. |
|
bas |
: |
Lha saiki opo ono partai sing ra korupsi? |
|
saya |
: |
Ono to… lha kae sing muni terbukti kae |
|
bas |
: |
Lah kae lak le durung konangan wae |
|
saya |
: |
ooo ngono |
Kemudian sebagai warga yang berkepentingan dengan suksesnya pemilu tentu saya mencoba menyadarkan si Bas bahwa Idealisme Demokrasi ini harus tetap dijaga, nanti wis tiwas ngentekke dana trilyunan muspro lak blaik. Tapi ya pemikiran praktis si Bas ini mungkin juga cerminan dari pandangan masyarakat kebanyakan lho [sungguh saya jadi sanksi akan kualitas demokrasi bangsa ini kalau masyarakat ingin hasil instant, caleg juga untuk mendapatkan massa pake cara instant, parpol juga bergeliat kalau Cuma mau Pemilu duh duh duh]
8 comments 28 Maret 2009
Tips untuk anggota KPPS

Musim pemilu tiba, bagi yang senang hura-hura dapat momennya di masa kampanye, bagi yang oportunis cari celah ke para caleg untuk sekedar memasangkan bendera yah sekedar cari tambahan rejeki kata mereka. Menurut teman saya Basirun, ongkos untuk memasang satu bendera rata-rata para Caleg berani membayar Rp. 5.000,- [ukuran kecil di pinggir jalan] semakin besar ukuran bendera, semakin besar pula imbalannya. Sedangkan teman saya ini, dia bisa memasangkan bendera untuk 5 parpol, lumayanlah untuk pengangguran seperti temen saya ini. Belum teman saya satu lagi Kang Samsidi yang rela mogok dari dagang lotis untuk kemudian menjadi kader salah satu caleg. Lebih ‘wah’ lagi karena kemudian dia dia tidak lagi sekedar masang bendera, tapi lebih dari itu. Kang samsidi bahkan dibekali HP yang meskipun seken tapi bunyii terus… thit thit thit…. thit thit thit, walah thit thit’e sopo kuwi kang…
Lha sekarang bagi yang ketengen (bahasa indonesianya saya gak tahu) di masyarakat. Ya ketengen itu kira-kira artinya gaul lah di masyarakat, tidak melulu ngopeni kerja, kerja dan kerja serta hanya berteman dengan orang-orang di dunia maya tapi juga srawung betulan begitu, dan juga enthengan (apa pula bahasa indonesianya, apa ya ringanan kok wagu, kalo ringan tangan lain lagi menjadi gampang memukul, wah mbuh) yah mudahnya easy going lah, mungkin begitu kali. Lha orang-orang seperti ini termasuk saya
yang di musim Pemilu seperti sekarang ketiban sampur alias kadhapuk minongko Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).
Honornya… kalau ukuran saya sih sbenarnya lumayan Rp. 225.000,- belum kena pajak untuk saya sebagai ketua [walah] dan Rp. 200.000,- untuk teman-teman anggota yang lain meski ada pula yang merasa honor segitu kurang dan sulit mencari anggota KPPS. Pekerjaan sebagai KPPS ini tahu sendirilah dimulai tadi malam sosialisasi peraturan terakhir yang diterbitkan KPU oleh PPS [Panitia Pemungutan Suara, ada di tingkat Desa], kemudian menulis undangan untuk Pemilih dan membagikannya [bukan perkara sederhana lho membagi undangan untuk pemilih ini karena terkadang banyak kesamaan nama dan tidak hafal ini si A yang mana] . H-1 KPPS mendapat kiriman uborampe [Logistik] Pemilu dari PPS sambil Menyiapkan TPS, ya masang tenda biru lah, buat padi-padi lah dll, etc, lsp. Malamnya lek-lek’an nunggu kotak suara, baru paginya jam 7 thit Acara dibuka sampai jam 12.00. Hal paling berat adalah pas Penghitungan Suara karena diperkirakan akan selesai sampai malam, pengalaman Pemilu 2004 TPS saya selesai menghitung jam 23.00 wib !!! Selesai…… eit belum, dengan masih ngantuk2 para anggota KPPS yang pantang menyerah ini masih harus bongkar2 tenda dan mengembalikan alat-alat yang dipinjam.
Nha dari pengalaman saya, ada beberapa saran yang bisa saya share untuk memudahkan para Anggota KPPS dalam bekerja. ini dia..
- Dalam menulis undangan, minta saja pada PPS sofcopy dari DPT, dengan maksud nanti dalam penulisan undangan bisa kita buat database mail merge. Ini bermula karena saya nggak PeDe dengan tulisan saya, kuatir kalo yang menerima undangan malah menjadi bingung disuruh ngapain
- Pas membagi undangan kalau memungkinkan minta data penduduk dari Pak RT/RW kan biasanya ada tuh, nha nanti kita cocokkan dulu per keluarga, kita staples terus potong dulu tanda terimanya kemudian baru meluncur wus wus wus, enggak bingug nyari namanya Fatimah yang di TPS saya ada 4 orang betul!
- Pada saat acara pencontrengan dimulai, pastikan segala sesuatu yang keluar dari Kotak Ajaib KPU itu kita catat dulu apa dan berapa jumlahnya untuk kemudian nanti kita masukkan Form Berita Acara.
- Untuk menulis pada Kartu Suara [Dapil, TPS, Desa, Kecamatan dan Nama Ketua] buat aja stempel nanti tinggal cethak cethok saja tidak kemeng menulis.
- Pastikan sebelum acara penghitungan dimulai, semua blangko formulir telah terisi, tentu selain isi hasil penghitungan itu sendiri. Karena biasanya saat penghitungan ini diperlukan konsentrasi yang tinggi dan kalau sudah malam padahal Formulir-2 yang jumlahnya buaanyaakk buetull ini belum diisi terlebih dahulu yah… capek deehhh nunggu nulisnya, Untuk ini tugaskan saja salah satu dari 9 orang anggota KPPS untuk menulis thok tanpa ditugasi pekerjaan lain sampai selesai.
- Jangan lupa siapkan papan yang mencukupi untuk menempel blangko rekapitulasi hasil penghitungan, masak nanti mau kita jereng di lantai kan ya ndak lucu tur lagi pegel juga le ndodok karo nulis hehehe
- Tugaskan beberapa anggota KPPS untuk menulis hasil rekapitulasi ini, misal pak parto untuk Partai A sampai F pak Mbilung untuk partai G sampai L dst.
- Menginngat Pemilu sekarang Dicontreng dan bukan dicoblos maka perlu trik khusus agar dengan cepat kita dan para saksi mendapat kesamaan persepsi mengenai hasil contrengan. Kalau dulu pas masih dicoblos, kita bisa dengan mudah melihat hasil coblosan dari belakang kartu suara sambil dibentangkan di depan para saksi karena kan bolong, tapi sekarang tentu akan sedikit kesulitan dalam hal ini. Saya rencanakan nanti Kartu Suara lebih dulu dibuka, Binder Klip dulu per 25an atau berapa dan dicantelkan pada Papan, kemudian kita pakai tuding [apa ya... penunjuk lah, duh kosakata saya kok parah banget sih] kayak pak guru di depan kelas, tinggal teriak saja … PARTAI GEMBUS, CALEG NO. 5 …. SAH!!! setelah itu Kartu suara kita Silakke ke belakang [dibalik lah] selesai satu kartu suara dibalik lagi begitu seterusnya sambil anggota KPPS lain menyiapkan Binder Klip 25an lagi. Demikian saya kira akan lebih cepat.
lagi pula ngapain pula sih pakai acara dicontreng segala, ya ini maksud hati tidak ingin dibilang udik tapi mengambil resiko banyaknya suara yang tidak sah.
Itu saja semoga bisa membantu bagi mereka yang blas belum pernah jadi KPPS atau yang sudah langganan seperti saya, kalau ada pengalaman lain mari kita share disini…..
5 comments 24 Maret 2009
Tidak ada pegawai yang pensiun
Dalam suatu kurun kepemimpinan seorang kepala BKD Kabupaten Magelang pernah tidak ada SEORANGPUN Pegawai Negeri Sipil yang PENSIUN, ya tidak ada seorangpun. Saya pun terheran-heran dan setengah tidak percaya, tidak mungkin kan dari 13 ribuan PNS tidak ada seorangpun yang pensiun dalam satu masa jabatan Kepala BKD yang bertahun-tahun.
Usut punya usut eh ternyata ceritanya begini lho…
Dahulu jamannya pak Santoso menjabat sebagai Kepala BKD tidak ada PNS yang PENSIUN tapi pak Santoso bilang dalam setiap kesempatan bahwa pegawai berhak mengusulkan PANGSIUN [dalam logat jowo] hehehehe… jadi bukan PENSIUN tapi PANGSIUN.
Joke ini selalu muncul saat ada pegawai baru di lingkungan BKD seperti saat-saat sekarang ini.
3 comments 20 Maret 2009
sek.. sek.. tak ngguyu disik.. hahaha..
masih buanyak lagi disini silahkan sedot…
4 comments 26 Februari 2009
Ponari….. lagi
fenomena ponari

Kata temen saya mas aslah, “makin banyak saja sarana orang untuk ikut sesat ya”.
“iya mas, tapi sebenarnya selain tentu saja mereka ingin berusaha mendapatkan ‘berkah‘ keburuntungan dari batu ajaibnya ponari, penyebabnya apa sih mas?”.
“mungkin orang-orang sekarang sudah mulai judeg apa ya.. pusing mikir kebutuhan hidup, susah cari pengobatan secara medis, mau ke rumah sakit pake askeskin atau jamkesmas atau apalah itu namanya harus antri tempat tidur, lha kalo sudah sekarat gimana coba. ya akhirnya larinya ke hal-hal aneh seperti itu.”
“iya sih mas, lha ditempat saya askeskin itu aneh mas”.
“aneh gimana?”
“lha tidak aneh bagaimana kalo untuk menentukan siapa yang dapat itu tiba-tiba saya diberi data warga miskin dari kelurahan kemudian disuruh mengambil sejumlah 40-an untuk diusulkan mendapat askeskin. lha saya to yang bingung dengan sukses…”.
“ooo…, begitu?”.
“iya mas, secara saya langsung tak bawa ke pak rt dan para penggede-2 rw untuk berembug to… eh mas fenomena ponari ini kelanjutannya bagaimana ya?”.
“paling ya ilang sendiri nanti, tapi sebelum itu akan muncul ponari-ponari lainnya, tunggu saja deh”.
“begitu ya mas… seperti duluuuu sekali itu yang pernah terjadi di ungaran itu mas tahu to… bahkan waktu itu saya diajak ikut berdesak-desakan lho mas…”.
“ooo itu, ya… ya kamu istighfar deh”.
“ya mas… astaghfirullah hal adziim”.
9 comments 18 Februari 2009
















