Pasar Induk Rejowinangun Magelang Terbakar

Habis maghriban tadi sambil duduk di teras musholla saya melihat semburat cahaya merah di langit sebelah timur… saya pikir ‘ada kebakaran nih’ ternyata betul Pasar Rejowinangun kebakaran hebat… sampai saat ini penyebab masih simpang siur.

Ahh saya kasihan lihat orang lari-lari menyelamatkan barang dagangan. Seorang pria berhenti ter-engah2 kehabisan napas di depan saya sambil memegang lutut, sejenak dia melihat kearah api dan serta merta dia lari lagi sekencang-kencangnya.. kulihat kemudian dia kembali membawa seonggok kain dan pakaian masih sambil berlari entah kemana… perasaan saya mau menolong tapi… saya harus ke Pusdik untuk menghadiri malam Inagurasi Diklat Prajabatan Gol II Angkatan II Tahun 2008.

sepulang dari Pusdik saya sempatkan berhenti sejenak di deket pasar Api sudah mengecil tapi belum padam 100% berarti sudah 3 jam dari sejak pertama diketahui ada api di sebuah los

sudah lama terdengar kabar kalo pasar ini akan di renovasi karena keadaannya sudah sangat semrawut bin amburadul. sudah ada dialog antara pedagang pemilik modal dan pemkot tapi entah mengapa belum juga terealisasi. maka kemudian kalo berhembus kontroversi tentang penyebab kebakaran ya wajar. belum lama berselang kejadian serupa menimpa pasar kebonpolo 5 km utara ps rejowinangun yang juga terbakar habis.

beritanya ada di
http://www.liputan6.com/actual/?id=12893

update….
ini foto-foto kebakaran karya bapak handoko wonoadi http://www.jakartaphotoclub.com/public/lhl/
[terima kasih pak handoko atas ijin pemuatan fotonya]

foto-fotonya buagus banget ya. koleksi pak handoko yang lain juga bagus2 lho.

23 comments 26 Juni 2008

Jadwal Euro 2008 [download]

Entar lagi Euro 2008 mulai bagi para Gibol silahkan donlot jadwal dari ofisial websait euro nii….

klik sini

jadwal ini dibuat dengan ms excell jadi bisa langsung diisikan hasil pertandingannya.. asiik deh bro… enjoy……

Add comment 4 Juni 2008

LASKAR PELANGI


By Andrea Hirata
Bentang Yogyakarta, Cet 19, Maret 2008 534 hal.

Too good to be true
Banyak orang yang mempunyai cerita masa kecil yang menakjubkan, Cuma tidak semua orang bisa menuliskan pengalaman masa kecil itu dengan indah dan luar biasa seperti yang dilakukan oleh penulis buku ini. Andrea Hirata, Andrian Hirata, Andrian Saman Said alias Andis. Pengalaman masa kecil Andrea kebetulan adalah pengalaman yang sangat luar biasa, hingga saya berpikir its too good tobe true atau bahkan too bad to be true kalau memang kisah ini adalah kisah nyata karena tidak disebutkan secara eksplisit oleh andrea.

Ikal [Andrea kecil] dan laskar pelanginya mengalami peristiwa-peristiwa kehidupan yang getir, ironis tapi disampaikan dengan gaya anak-anak yang tetap saja mencerminkan keluguan dan kelucuan.

Laskar pelangi beranggotakan 10 anak nelayan dan pekerja tambang PN Timah. Lintang si jenius, Mahar si seniman, Borek si Samson, Kucai si mulut besar yang tidak bisa menatap lurus, Syahdan si kecil nan lembut hati, Trapani si tampan yang tidak bisa lepas dari ibunya, Sahara si cewek judes yang sangat menyayangi Harun yang terbelakang mental, Akiong si Hokian yang polos dan Ikal si pemimpi. Kelak anggota laskar pelangi bertambah 1 orang bernama Flo si tomboy anak gedongan. Mereka berjuang menuntut ilmu di SD Muhammadiyah Belitong Timur yang nyaris roboh [Andrea menyebut sekolah gudang kopra, bahkan dilihat dari atas gunung selumar pun tetap terlihat seperti gudang kopra].

Cerita diawali dengan hari pendaftaran murid baru sekaligus hari pertama masuk SD Muhammadiyah Belitong Timur. Pendaftaran murid baru ini sangat mendebarkan karena harus ada paling sedikit 10 orang pendaftar agar sekolah ini tidak ditutup oleh dinas p dan k setempat. Sampai dengan batas waktu yang ditetapkan jam 11 siang baru ada 9 orang pendaftar dan saat Kepala Sekolah hendak mulai berpidato terakhir penutupan sekolah tiba-tiba sahara melihat harun di kejauhan tergopoh-gopoh datang bersama ibunya, dan genaplah hari itu murid baru berjumlah 10 orang.

Tapi selanjutnya saya harus jauh masuk ke halaman 50 an sampai saya mendapatkan feel dari buku ini. Halaman-halaman awal itu terasa agak bertele-tele meski ada cerita menarik tentang Lintang yang harus bersepeda 80 km pulang pergi melewati rawa sarang Buaya untuk bisa sampai ke sekolah dan dia sudah merasa sangat senang meski hanya bisa ikut menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir pelajaran…. mengharukan.

Laskar pelangi dibimbing oleh dua orang guru yang luar biasa yaitu Nyi Ayu Muslimah Hafsari Hamid [bu Mus] dan Ki Agus Harfan Fadillah Zein Noor yang hanya menerima upah beberapa kilo beras tiap bulannya.

Isu pokok dalam buku ini adalah pendidikan, tentang bagaimana anak-anak kurang beruntung berjuang memperoleh haknya dalam buaian kemelaratan yang ironis karena mereka tinggal di Pulau yang kaya hasil tambang tetapi tebaran papan peringatan “DILARANG MASUK BAGI YANG TIDAK MEMILIKI HAK” seakan menjadi tembok tinggi penyekat antara peradaban moderen dan keterbelakangan, antara orang staf PN timah dan orang Melayu asli Belitong.

Andrea Hirata menyampaikan ceritanya dengan kekuatan imajinasi yang kuat sehingga penggambaran tokoh, suasana dan peristiwa begitu terasa nyata. Buku ini sedemikian bagusnya sampai-sampai banyak sekali pujian dari berbagai tokoh, katakanlah A. Syafi’i Ma’arif sampai Sapardi Djoko Damono [idola saya] bahkan Garin Nugroho pun memberikan pujian untuk buku ini.

Tapi tak ada gading yang tak retak meskipun mungkin ini hanya dari sudut pandang saya saja yang bodoh. Andrea sangat banyak menuliskan istilah dan kata asing dalam buku ini. Belum-belum kita sudah disuguhi kata Fillicium, Antedelivium dll. Dan coba lihat apa yang dinyanyikan oleh Mahar waktu dia pertama kali mendapat kesempatan maju ke depan kelas untuk bernyanyi? Tennesse Waltz [duh aku kuper amat sih sampai detik ini gak tahu lagu ini] waktu itu dia masih SD kan? [urutan kejadian juga menjadi masalah bagi saya dalam buku ini] di lain waktu dia menyanyikan lagu Leaving On a Jet Plane [lha kalo yang ini saya tahu]

Yang juga mengganggu bagi saya adalah electone dalam grup musik yang mereka dirikan, anak-anak miskin di daerah miskin di sekolah miskin itu?. Kemudian lagu-lagu yang dimainkan grup ini lebih luar biasa lagi Lighting My Fire milik The Doors, Owner of Lonely Heart – Yess dan apa yang dinyanyikan Ikal pas dia jatuh cinta pada Aling anak pemilik toko kelontong kumuh tempat dia biasa membeli kapur? All I Wanna Do Is Dream…

Kelihatannya Andrea ingin mengesankan bahwa buku ini adalah bacaan modern kalau tidak mau dibilang Andrea ingin mengesankan dirinya sendiri sebagai penulis yang punya pengetahuan luas tentang dunia ilmu pengetahuan dan seni. But Thats OK! Buku ini tetap menjadi favorit saya terlepas dari gangguan-gangguan yang ada.

Kalo saya jadi teringat masa kecil saya yang tidak kalah mengharukan itu cerita lain lagi…

Saya yang hampir gak bisa meneruskan SMA dan harus bersekolah di pelosok kampung kaki gunung sumbing yang malah akhirnya mempertemukan saya dengan teman-teman luar biasa juga…

Saya yang harus merasakan pahit getirnya kehidupan orang tua yang terjerat rentenir jahanam…

Tentang pelepah pinang yang dijadikan mainan luncuran saat hujan di got samping masjid yang curam…

Tentang petualangan di Sungai Progo sampai hampir tewas tenggelam…

Mahar dan Trapani mengingatkanku pada Joko Imam

Kucai pada Mujib

Samson pada Soleh yang dulu berhasil membujuk aku untuk naik sapi jantan yang sedang tiduran untuk kemudian dia sentakkan ekornya sehingga sapi itu meloncat dan saya dengan sukses terjerembab ke kotoran…

Sahara pada Siti…

Akiong pada Sapto AKN yang manut saja jadi bahan pukulan Soleh dkk…

Harun pada Bambang tetangga seusiaku yang sampai saat ini masih jadi teman main setia Naya anakku…

…..

Sudah ah…. ndak kedowo-dowo anda pasti juga akan merasakan seperti yang saya rasakan setelah membaca buku ini. Untuk selanjutnya kita bersyukur bahwa kita telah didamparkan oleh nasib mendapatkan kehidupan yang layak sehingga masih bisa membeli buku Laskar Pelangi.

3 comments 27 Mei 2008

Foto-fotoku pada kemana ……..

FOTO-FOTO KU ILANG !!!!!!!!!!!!

aduuuuuhhhh… gimana neeee

1 comment 16 Mei 2008

Allah Maha Besar, kita begitu keciiil

postingan seperti ini dah pernah ada di dorion55 [yang entah sekarang kemana], saya hanya ingin mengingatkan diri saya sendiri… saya dapat ini dari forum sebelah dan sedikit saya modifikasi

Pernahkah membayangkannya?

saya tinggal di kampung ini

karet

di sekitar kota magelang ini

magelang

di pulau jawa ini

di negara tercinta indonesia

di sebuah planet bernama bumi yang bila bandingkan dengan benda lain disekitarnya seperti ini.

kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya.

jagad raya yg begitu gede.

Dalam skala ini bumi kita tidak kelihatan lagi.

Subhanallah…


Di sini matahari hanya sebesar debu!
Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa.
Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.

SUBHANALLAH…

thanks to stealth313…

3 comments 11 Mei 2008

Mr. Bill Gates Datang, so what?

meski sedikit terlambat mr. bill gates akhirnya datang juga [jd inget acara favorit kami], mungkin dia terkena macet di jalanan jakarta, ahh egp…
Liat running teks di Metro TV barusan kalo pak gates akan menggratiskan software untuk dunia pendidikan menjadi oleh-oleh yang cukup baik dari kedatangan pak gates, tapi mestinya ini sudah sejak dulu dilakukan meski terlambat lagi dalam hal ini ya tapi oke aja yah wong udah dikasih kok…
Dengan besarnya angka pembajakan software punyanya pak gates di indonesia yang mencapai 85%, tentu kedatangannya kali ini juga merupakan suatu yang unik, dimana dia mau datang ke negara yang mau make tapi gak mau beli produk pak gates. mungkin dia berharap pada pak sby agar dengan kedatangannya ini angka pembajakan bisa lebih diturunkan, ah… tapi kalo harganya masih mahal gini mau gimana? masih banyak yang gak kuat beli produk2nya pak gates sehingga sampe ada anekdot kalo bangsa indonesia masih buta komputer andai tidak mbajak produk pak gates hihihi :-D .

tapi harap diketahui bahwa disamping ketamakan keagresifan pak gates di dunia bisnis software komputer sang multijutawan terkaya nomor 3 se dunia ini sangat loyal menghambur-2kan kekayaannya lho.. tapi untuk kegiatan sosial melalui yayasan Melinda Gates Foundation. dana yang dipunyai yayasan ini ditaksir senilai 360 triliyun rupiah [walah :roll: gak bayangkan dah], makanya mah kalo cuma menggratiskan software untuk dunia pendidikan saja gak bakalan terasa dah… sambil saya berharap semoga tidak cuma pendidikan formal tetapi tpq saya ini juga dapat gratisan itu… nha ini inti dari postingan ini…

___________
update :
duh ternyata gratisan softwarenya cuman untuk smp dan sma ajah itu pun syaratnya ribet…

1 comment 8 Mei 2008

KESULITAN EKONOMI AYAH RACUNI 2 ANAKNYA

SM 7 Mei 2008

TEGAL- Diduga karena kesulitan ekonomi, Sukirman (37), warga Jalan Siuntung, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat nekat meracun dua anaknya dengan obat pembasmi serangga, Senin dinihari (5/5). Akibatnya, Robi Febriansyah (6) dan Mohamad Adam (5) muntah-muntah dan tergeletak lemas di lantai kamar. Namur, nyawa keduanya bisa tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, pelaku yang seharihari menarik becak, juga ikut minum obat serangga itu. Setelah itu, dengan berjalan sempoyongan, pelaku meninggalkan rumah menuju Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.
Peristiwa itu kali pertama diketahui oleh istri Sukirman, Khotijah ( 25 ) dan mertuanya, Mintel (63), Senin sekitar pukul 01.00. Saat itu, mereka berada teras rumah, tiba-tiba dikejutkan dengan suara jeritan Robi dari dalam kamar. Ketika dicek ternyata Robi dan Adam sudah dalam kondisi tergeletak sambil menangis dan di dekatnya ditemukan botol obat pembasmi serangga yang masih ada isinya. Sementara Sukirman sudah tidak berada di kamar. Melihat kejadian itu, Khotijah dan Mintel berteriak minta tolong warga. Sejumlah tetangga kemudian datang
Sementara itu, ibu Sukirman, Carmi (54) ketika ditemui terlihat masih terlihat syok. Wanita itu, juga tidak menyangka kalau anaknya nomor dua itu nekat meracun kedua cucunya.

Carmi mengaku tidak tahu persis masalah kesulitan ekonomi yang dialami keluarga anaknya itu. Selama ini mereka terlihat baik-baik saja dan tidak pemah meminta bantuan. Istri Sukirman, Khotijah ketika berada di mang ICU RSUD Kardinah menolak untuk ditemui wartawan.
Sedangkan Sukirman hingga kemarin masih tertidur di rumah orang tuanya. Kondisi lelaki itu masih terlihat lemah setelah seluruh racun yang ada di dalam perutnya berhasil disedot. la belum bisa diajak bicara. (Wawan Hudiyanto-17) -

TINDAKAN nekat Sukirman (37) meracuni kedua anaknya dengan obat pembasmi serangga, tidak hanya membuat kerabat dan keluarganya terkejut. Sebagian besar tetangga mengaku tak percaya dengan kejadian itu.
Selama ini Sukirman dan keluarganya dikenal baik dan tidak pemah berbuat neka-neka. Dalarn pergaulan sehari-hari, kehidupan mereka nampak baik dan tidak ada masalah series, baik pribadi maupun keluarga. Namur, dalam seminggu ini dia tidak bertegur sapa dengan istri.
Menurut salah seorang tetangga Sukirman, Darsono (45), sebelum terjadi peristiwa itu pelaku tidak pernah mendengar percekcokan antara Sukirman dan istrinya. “Semua berlangsung normal tidak ada kejadian aneh,” ujar pria yang rumahnya persis di depan rumah Sukirman.
Darsono mengaku, saat kejadian tidak mengetahui karena sedang tidur. Pagi harinya is terkejut setelah mendengar kabar Sukirman dan kedua anaknya keracunan dan harus dibawa ke rumah sakit dan menolong korban untuk di bawa ke RSUD Kardinah.
Humas RSUD Kardinah, Wiwin mengatakan, dari hasil pemeriksaan racun yang diminum korban adalah jenis obat pembasmi serangga. Oleh petugas medis, racun di dalam perut korban telah di sedot. Namun, karena kondisi Adam masih lemah maka dirawat di ruang ICU dan dibantu dengan alat pernafasan. Sedangkan, Robi kondisinya lebih baik dan kini dirawat di ruang Melati.
Menurut penuturan Mintel, ketika ditemui di ruang Melati RSUD Kardinah, sejak menikah sekitar tujuh tahun lalu keluarga anaknya harmonis. Namur, sejak seminggu lalu, ketika Sukirman tidak menarik becak mulai terjadi perselisihan. Anak dan menantunya tidak saling tegur saga.
Sukirman selama ini hanya bekerja sebagai tukang becak, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Diduga karena jengkel dan kebingungan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga, ayah dua anak itu nekat melakukan perbuatan brutal.
Mintel mengatakan selama Sukirman tidak menarik becak, kebutuhan hidup keluarga hanya mengandalkan upah sebagai buruh tarsi. Dan pekerjaan itu biasanya memperoleh upah sekitar Rp 20.000/hari. “Saya tak menyangka kalau menantu saga nekat melakukan perbuatan semacam itu,” katanya. (H17-17)

SM 8 Mei 2008
Adam Akhirnya Tewas

Mohamad Adam (5), salah seorang korban yang diracun bapaknya akhirnya meninggal, selasa malam (6/5). Padahal, bocah itu sebelumnya telah mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Kardinah.
Humas RSUD Kardinah, Wiwin mengatakan, petugas medis telah melakukanbefbagai upaya untuk menolong korban, antara lain mencuci lambungnya untuk mengeluarkan racun, memberikan alas bantu pernafasan dan obat-obatan. Namun, karena kondisinya lemah, nyawa bocah itu tak tertolong.
Menurut dia, kondisi Adam ketika dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan kritis. Sebab, racun serangga, yang masuk ke dalam perut jumlahnya lebih banyak bila dibandingkan kakaknya, Robi Febriansyah. Meski masih di rawat di ruang Melati, kondisi Robi mulai membaik dan sudah mau makan.
Sementara itu, suasana haru ter adi saat prosesi pemakaman Adam. sejumlah keluarga dan kerabat korban serta para tetangga terlihat berduka. Meskipun demikian, mereka tetap sibuk mempersiapkan pemakaman, termasuk mernandikan jenazah korban.
Prosesi pemakaman yang dilakukan secara sederhana itu dipimpin oleh Lebe Kelurahan Pesurungan Kidul, Salim. Jenazah kemudian diusung warga untuk dikubur di pemakaman umum Kaboja yang jaraknya sekitar sate kilo dari rumah korban.
Terkait kematian korban, Kapolresta Tegal AKBP Drs MM Rachman melalui Kasat Reskrim AKP Tukiran SE mengatakan, pihaknya kini telah menyelidiki kasus terse-but. Namun, untuk meminta keterangan terhadap saksi kunci, yaitu Sukirman masih menunggu hingga sembuh.
Oleh karena, itu, pihaknya
belum menentukan siapa tersangka dalam kasus itu. Temeriksaan akan kami lakukan setelah saksi sembuh, dan saat ini sejumlah barang bukti telah kami amankan,” ujar Tukiran tanpa man menyebutkan barang bukti yang dimaksud.

Seperti dibentakan sebelumnya, Sukirman (37) warga Jalan Siuntung, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat nekat meracuni dun anaknya dengan obat pembasmi serangga, Senin dinihari (5/5).
Akibatnya, Robi Febriansyah (6) dan Mohamad Adam (5) mengalami muntah-muntah dan hares dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kejadian itu diduga dipicu faktor kesulitan ekonomi. Sebab, Sukirman selama ini hanya bekerja sebagai tukang becak, tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya.
Peristiwa itu diketahui kali pertama oleh istri Sukirman, Khotijah ( 28 ) dan mertuanya, Mintel ( 63 ), sekitar pukul 01.00. Sant itu, mereka sedang berada di terns rumah. Tiba-tiba dikejutkan dengan suara jeritan Robi dari dalam kamar.
Ketika dicek temyata, Robi dan Adam sudah dalam kondisi tergeletak sambil menangis dan di dekatnya ditemukan botol obat pembasmi serangga yang masih ada isinya. Sedangkan, Sukirman langsung kabur ke luar rumah sambil, sempoyongan karena juga minum, racun pembasmi serangga.
Melihat kejadian itu, Khotijah dan Mintel berteriak minta tolong warga. sejumlah tetangga kemudian datang dan menolong korban untuk di bawa ke RSUD Kardinah. (H17-15)

TAKUT ANAK HIDUP SUSAH

Himpitan ekonomi menyebabkan orang bisa berbuat nekat. Alasan itulah Sukirman (37) warga Jalan Siuntung, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal mencoba bunuh diri bersama kedua anaknya. Lelaki yang selama ini bekerja sebagai tukang becak itu tega memaksa Mohamad Adam (5) dan Robi Febriansyah (6) minum obat serangga. Akibatnya, anaknya Adam meninggal dan Robi Berta dmnya harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kardinah.
Ketika ditemui di ruang Menur RSUD Kardinah, lelaki yang hanya tamatan sekolah dasar itu kondisinya memprihatinkan. Ia terkulai lemah di atas tempat tidur dan di hidungnya terpasang alat bantu pernafasan. Sukirman mengaku, terpaksa berbuat nekat tersebut karena takut kedua anaknya hidup susah.
Sebab, is merasa tak mampu lagi mencukupi kebutuhan hidup mereka, termasuk biaya sekolah. Pekerjaannya sebagai tukang becak tidak lagi memperoleh penghasilan yang mencukupi, sehingga sejak satu minggu lalu memilih tak bekerja. “Dari pada mereka hidup susah lebih balk saya ajak bunuh diri saja,” katanya.

Sedang Tidur
la menceritakan, obat serangga yang diminum bersama kedua anaknya diperoleh dari dapur. Saat itu, kedua bocah itu sedang tidur di kamar. Mereka kemudian dibangunkan dan dipaksa untuk minum. Kali pertama yang minum racun adalah dirinya, setelah itu Adam dan disusul Robi. Tak berselang lama ketika istrinya, Khotijah melihat kejadian itu dan Sukirman pun langsung lari.
Selain alasan tersebut, ia nekat bunuh diri karena sering dicemooh tetangga dan bertengkar dengan istrinya. Sebab, setiap pulang tidak membawa uang. “Saya sudah mencoba mencari pekerjaan lain tapi tidak dapat. Karena itu, lebih baik saya bunuh diri,” ujarnya.
Sementara itu, Khotijah ketika ditemui di ruang Melati saat menunggu anaknya mengatakan, kondisi Robi mulai membaik dan sudah mau makan. Wanita yang menikah dengan Sukirman tahun 2000 itu tidak menyangka kalau suaminya tega berbuat keji terhadap anaknya. selama ini ia dan suaminya memang sering bertengkar. Namun, biasanya tak berselang lama langsung akur kembali.
Khotijah kesal dengan ulah suaminya tersebut, karena itu hingga kemarin tidak mau melihat kondisi suaminya. Menurut dia, karena suaminya tidak bekerja kebutuhan hidup keluarga tidak tercukupi. Padahal, untuk jajan kedua anaknya biasanya mencapai Rp 10.000 per hari. Sedangkan penghasilannya dan menarik becak Rp 15.000 per hari.
Pertengkaran yang terjadi antara pasangan suami istri itu juga diakui kakak Sukirman, yaitu Suherman (40)•
Menurut dia, keluarga adiknya sering terjadi percekcokan karena dipicu masalah ekonomi. selama ini, Sukirman sering dimarahi istrinya karena ketika pulang tidak membawa uang.(Wawan Hudiyanto-61)

Add comment 8 Mei 2008

Back to Work

“Anak Hilang Sudah Kembali”

Komentar itu yang pertama saya dengar tadi pas pertama kali ikut apel pagi, yang lain pada bilang, “kok kurusan sekarang?”, “wah tambah ngenomi je!”, “kapan sukurane..?”, dan komentar-2 standar lainnya. Pak Darwandi dengan khasnya bilang “ngopo kowe mrene-mrene mulih we kono…!” saya cuma jawab “hehehe…”.

yah hari ini senin, 5 Mei 2008 aku kembali ke dunia-ku yang dulu, dunia kerja. alhamdulillah aku masih dirindukan oleh temen2 [ceileee...], tapi duh lum ada job untuk saya… gimana niii mosok mau ongkang-2 seharian, ya dah aku mbantu2 pak pangat ngarsip n ngagenda surat, mbantu mas adi ngutak-atik komputer, etc.. [banyak kok pahala bertebaran di kantor saya...].

tanggapan tentang komen temen2 saya itu :
“Cah ilang wis bali”, yah mbak ndari bisa aja kan saya tiap tanggal 1 pasti gasik absen… ambil gaji tentu saja….
“kok kurusan sekarang?”, walah mbak sri kapan liat saya gemuk, emang dah dari sononya gini, mbok ya dah habis appeton satu drim yan tetep gini [hehehe :lol: ]
“wah tambah ngenomi je!”, lha ini beken topi hansip jadi sesak… lagian emang dari dulu dah cool kayak gini kok.
“kapan sukurane..?”, untuk jawab ini yang agak susak, ya terpaksa bilang nunggu honor turun dulu deh..

im back…

4 comments 5 Mei 2008

Mbah dauri datang

Tadi jam Sembilan pagi aku sedang asyik ngentry data warga miskin di rt saya untuk program jamkesmas, tiba tiba terdengar suara kulonuwun… seorang wanita tua berdiri gemetaran di pintu rumahku, Mbah Dauri datang, setelah lama sekali sejak kedatangannya yang terakhir. Wanita ini adalah teman almarhum bapak saya dulu. Rumahnya lumayan jauh mungkin 10 an km dari rumah saya, dan mbah Dauri jalan kaki sampai kesini, katanya dia berangkat tadi lepas subuh… masya Allah. Aku segera matikan laptop, aku ingin memberi perhatian penuh kepada wanita luar biasa ini, sedemikian renta dengan tanggungan 3 cucu di rumahnya, meski sebenarnya jam 10 nanti aku dah ditunggu pak edi untuk menyelesaikan DPT Pilgub yang masih bermasalah, biar sajalah, aku bias beralasan kepada pak edi, toh semalam juga dah dilembur sampai jam 24, kalaupun belum selesai ya karena saking mbruwet-nya data.

Kemudian segera saja aku mendengar cerita-cerita seputar masa lalu mbah dauri bersama bapak, dulu waktu jaman perang. Bapakku berdagang sampai kampungnya mbah dauri ini, kembanglampir [ngeri ya nama kampungnya tapi memang bener kok, ada di Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan]. Jarak kampung ini dengan kampungku sebenarnya tidak terlalu jauh kalo ditarik garis lurus, yah 3 kilo lah tapi ada sungai progo yang ganas ditengahnya, sehingga harus memutar jauuh. Dulu pas jaman geger londo itu uang susah di dapat sehingga perdagangan pake system barter, bapak saya datang ke kampong mbah dauri bawa kebutuhan sehari-hari dan nanti dibayar pake beras. Dan cerita pun mengalir tentang memori masa lalu tentang ayah saya, dari diinterogasi tentara pelajar karena dikira jual beras pada belanda sampai kisah mbah dauri yang diculik orang sampai entah dimana yang ajaibnya dia ditolong orang entah siapa hingga beliau sampai rumah lagi.

Kudengar dengan seksama, waktu berjalan, tapi kubiarkan saja. Wajah tua itu kadang meruap cerah saat menceritakan kisah-2 lucu dengan bapak, tapi berubah jadi muram saat menceritakan kegetiran hidupnya setelah ditinggal suami dan anak laki2 tertuanya yang meninggal karena sakit ‘kademen’ katanya. Anak2 nya yang lain pergi merantau dan tak ada kabar beritanya, sementara anak tertuanya yang meninggalkan 3 anak yang masih kecil untuk dirawatnya. Duuhhh…

Dulu kalo bapak masih sugeng, mbah dauri ini sering bawa barang-barang. Dan apapun yang dia bawa bapak pasti akan membelinya, kadang bawa beras, kadang bawa bekatul kadang bawa karag… bapak begitu menghormati ibu tua ini, so saya mau meneruskan yang bapak perlihatkan itu, saya tahu ibu tua ini dulu pernah berjasa pada bapa saya pas jaman susah dengan membeli barang2 yang dibawa bapak dengan bayaran beras. Bapak dulu harus menghidupi 4 adiknya…

Uhhh dalam seminggu yang penat aku mendapat hadiah dengan kehadiran mbah dauri, saya hanya minta didoakan, karena besok saya dah mulai masuk kerja maka saya hanya minta didoakan agar saya bisa bekerja lagi dengan baik… doakan ya mbah….

Add comment 4 Mei 2008

Akhir perjalanan panjang

Jejal terjal melelahkan, kata sebuah puisi, akhirnya aku sudahi. Perjalanan 2 x 45 km selama 2,5 tahun ini berakhir sudah, dengan sebuah prosesi yang mengesankan. Semua bersukacita, entah berpikir entah tidak, apa yang sudah didapat…

2 comments 28 April 2008

Previous Posts


orang berguna

Aku ingin melakukan sesuatu hal yang besar, tapi yang harus aku kerjakan tiap hari adalah hal-hal kecil yang seolah-olah adalah hal yang yang besar dan penting buatku.

orang berguna kalo dia tuh ada manfaatnya bagi sekitar nya dan saat dia ada semua orang bisa tersenyum

chat dengan saya..

yang sedang disini ::.
hit counters
dari mana aja yach...?
Locations of visitors to this page mungkin semua dari desaku hehehe... [ternyata tidak]

yang baru...

ter panas...

kategori

tulisantulisan

Meta

komen baru...

wahyu di Pasar Induk Rejowinangun Magel…
wahyu di Pasar Induk Rejowinangun Magel…
novri di Ricardo Izecson Santos Leite…
janu di Kumpulan Soal Test CPNS […
subai di Kumpulan Soal Test CPNS […

Blogroll

Magelangers

sejauh ini sudah

my fave picture

Kalender

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Foto2 di Flickr

DSCN6885

DSCN6869

DSCN6864

DSCN6834

DSCN6818

More Photos

Kategori Awan

Bukubukuku gak penting hikmah KOMPIE lagi tren merenunglah.. social stuff Umum Uncategorized workstuff

walpaper2 cantik silahkan donlot dari sini