18
Nov
09

Kenapa Ya Listrik Kok Byar Pet akhir-akhir ini

Sangat menyebalkan memang! Ketika musim ujian mid semester seperti sekarang ini saat lagi semangat-semangatnya  mbuka-mbuka diktat kuliah eh, listrik tiba-tiba padam. Tentu bukan hanya saya yang sebal kan? Mayoritas penduduk Indonesia saat ini merasakannya lebih-lebih bagi mereka yang tinggal di Pulau Sumatra, bahkan mereka sampai demo segala menuntut PLN agar bisa memenuhi kebutuhan listrik mereka. Seperti teman saya AYU yang pasti sebal kalau lagi asyik online tiba-tiba diskonek dan terpaksa online pakai Hape.. hehehe iya kan yuk!!].

Tulisan ini mungkin bisa sedikit menjelaskan kepada kita. Ditulis oleh idola saya DAHLAN ISKAN di Jawa Pos edisi 17-18 Nopember 2009. Silahkan simak dan silahkan merasa semakin gemas, geregetan bahkan sakit hati kita dibuatnya.

Dampak Pembangkit Listrik yang “Salah Makan”

Oleh : DAHLAN ISKAN

DIREKTUR utama PLN harus melaku­kan ini. Terutama kalau semua orang menghendaki kelistrikan Indonesia bisa baik. Tapi, semua direktur utama PLN, baik yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang tidak akan bisa mela­kukan ini.

Bayangkan. PLN memiliki banyak sekali pembangkit listrik raksasa yang mestinya dijalankan dengan gas, kini harus diberi makan solar. PLTG “salah makan” ini. meliputi sekifar 5.000 MW! Yang 740 MW dua buah ada di dekat Jakarta. Yang 1.000 M W ada di Gresik. Yang 750 MW ada di Pasuruan. Dan di beberapa tempat lagi di Jawa ini.

PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) itu tentu didesain untuk diberi “makan” gas. Namun, PLN tidak bisa mendapat­kan gas. Bukankah negeri ini punya banyak gas? Juga dikenal sebagai peng­ekspor gas? Ya. Itu benar. Tapi, untuk PLN terlalu banyak persoalannya. Kalau saya uraikan di sini bisa menghabiskan seluruh halaman Surat kabar ini.

Yang jelas, akibat tidak bisa mendapatkan gas, PLTG-PLTG tersebut diberi makan solar. Memang desain mesinnya memun­gkinkan untuk itu, meski kapasitasnya berkurang sampai 15 persen. Maka PLTG itu sudah sepantasnya kini disebut PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Solar).

PLTG “salah makan” inilah salah satu penyebab utama kesulitan PLN dan se­kaligus kesulitan menteri keuangan. PLTG “Isalah makan” inilah yang menjadi salah satu penyebab direksi PLN beserta seluruh staf dan karyawannya telah menjadi­bangsa pengemis.

Tiap bulan PLN harus menge­mis ke menteri keuangan untuk bisa mendapatkan subsidi. Pada 2008 saja, subsidi itu mencapai Rp 60 triliun setahun. Baca: Rp 60.000.000.000.000.

Mengapa?

Kalau saja PLN bisa mendapat­kan gas, biaya produksi listriknya bisa lebih murah. Tinggal hampir separonya. Harga gas kini sekitar USD 7 dolar/ton ekuivalen. Pada­hal, harga solar USD 16 dolar/ ton ekuivalen.

Solar itulah “makanan” PLTG yang harganya lebih mahal, tapi rasanya lebih pahit. Kapasitas PLTG-nya turun 15 persen. De­ngan menggunakan solar itu, asapnya begitu hitam. Kalau saja Anda melewati tol dari Bandara Cengkareng ke arah Tanjung Priok (Jakarta), menengoklah ke utara. Anda akan melihat di arah pantai dekat Ancol sangat banyak cero­bong yang mengeluarkan asap hitam. Itulah bukti nyata kasus PLTG “salah makan”. Cerobong yang mengeluarkan asap hitam itu pertanda PLTG tersebut lagi diberi makanan yang salah dan karena itu kentutnya yang mesti­nya tidak kelihatan menjadi jelas berwarna hitam.

Kalau saja 5.000 MW PLTG “salah makan” tersebut diberi ma­kanan yang benar, PLN akan menghemat sedikitnya Rp 10 tri­liun. Itu per tahun! Pasti menteri keuangan yang cantik itu akan kelihatan semakin cantik karena mulai bisa tersenyum. Sang men­teri barangkali selama ini kesal juga karena setiap bulan harus melayani pengemis subsidi dengan nilai yang begitu menggemaskan.

Ada lagi yang lebih menggemas­kan. Sebagai orang swasta yang kalau melakukan investasi meng­gunakan 10 kalkulator (agar bisa berhemat), saya sangat gemas akan keputusan investasi seperti itu di masa lalu. Untuk investasi 5.000 MW PLTG “salah makan” tersebut, menurut perkiraan saya, telah menghabiskan uang sekitar Rp 100 triliun. Mayoritas dilaku­kan waktu Orde Baru.

Anehnya, masih juga diizinkan pembangunan PLTG baru 740 MW di dekat Jakarta. PLTG ini me­mang milik swasta. Tidak memberatt­kan keuangan PLN. Tapi, ketika mulai membangun dulu, si swasta minta jaminan pemerintah bah­wa pemerintah pasti bisa mem­berikan gas kepadanya.

PLTG baru itu akhirnya selesai dibangun. Masih gres. Baru sekitar dua bulan lalu selesai dan mulai beroperasi. PLTG ini memerlukan gas kira-kira 230 MMBTU (Mi­llion Metric British Thermal Unit). Seperti sudah bisa diduga, peme­rintah tidak bisa menyediakan gas dari sumber yang baru untuk me­menuhi janjinya itu.

Akibatnya, sangat parah. Baik secara fisik maupun secara akal sehat. Pemerintah dengan mudah memutuskan mengalihkan gas yang selama ini untuk jatah PLTG milik PLN ke PLTG baru milik swasta itu. Agar janjinya kepada swasta asing terpenuhi. Saya tidak sampai hati menuliskan akibat fi­sik yang ditimbulkan oleh kebi­jaksanaan ini.

Lalu, bagaimana bisa mengatasi persoalan PLTG “salah makan” ini? Mengapa membangun PLTG kalau sudah tahu tidak akan bisa mendapatkan gas? Mengapa membangun PLTG kalau setelah dijalankan mengakibatkan PLN/ negara harus menderita kerugian Rp 10 triliun/tahun?

Dirut PLN harus mengubah itu semua. Tapi, Dirut PLN, yang se­karang maupun yang akan datang, tidak akan mampu mengubahnya. Kecuali diberi payung hukum un­tuk boleh mengatasinya. Inilah payung yang sekali diberikan bisa menghasilkan penghematan Rp 10 triliun per tahun.

Payung, begitu sederhana barang­nya. Puluhan triliun rupiah manfaat­nya.

PERTANYAAN: Indonesia begitu kaya gas. Mengapa PLN sampai tidak bisa mendapatkan gas? Sehingga sebagian pembangkitnya, sekitar 5.000 MW, harus di­beri “minum” solar yang dalam setahun menghabiskan uang PLN Rp 80 triliun?

Urusan ini rumitnya bukan main. Memang yang berhak mengatur perdagangan gas ada­lah pemerintah. Mestinya pemerintah bisa mengaturnya lebih baik. Tapi, saya masih bel um tahu siapa yang disebut pemerintah itu. Yang jelas, pemilik‑pemilik ladang gas adalah perusahaan swasta. Asing maupun domestik.

Para pemilik ladang gas tentu ingin menjual gasnya dengan harga terbaik. Sebab, investasi untuk menemukan ladang gas tidak sedikita.

Maka, PLN harus bersaing de­ngan pembeli-pembeli lain: peda­gang luar negeri maupun peda­gang dalam negeri, seperti Peru­sahaan Gas Negara (PGN).

Keinginan lain para pemilik la­dang gas adalah ini: pembeli harus mengambil semua gas yang diha­silkan suatu sumur, berapa pun jumlahnya. Di sini PLN ditakdir­kan kurang bisa fleksibel. Sebuah pembangkit listrik tentu sudah di desain memerlukan gas sekian MMBTU (Million Metric British Thermal Unit). Sedangkan pro­duksi sebuah sumur gas kadang kurang dari kebutuhan itu dan ka­dang sedikit kelebihan.

Dalam hal produksi sebuah su­mur gas kelebihan, katakanlah 15 persen, dari kebutuhan sebuah pem­bangkit listrik, dilema muncul: di­beli semua PLN rugi, tidak dibeli semua pemilik sumur gas rugi.

Maka, mestinya, tidak ada jalan lain kecuali ada kerja sama yang sangat khusus antara PLN dan PGN. Kalau PLN mendapatkan sumur gas yang produksinya ke­lebihan, kelebihan itu bisa disalur­kan ke PGN. Sebaliknya, kalau produksi sebuah sumur gas kurang dari jumlah yang diinginkan PLN, PGN yang harus menambahnya. Sampai sekarang kerja sama se­perti itu rasanya belum ada. Egois­me setiap perusahaan masih sa­ngat menonjol. Padahal, dua-dua­nya milik pemerintah.

Memang itu saja belum cukup. PGN juga sebuah perusahaan yang harus berlaba. Apalagi, seka­rang sudah menjadi perusahaan publik. PGN sendiri kekurangan gas untuk melayani pelanggannya. Baik pelanggan rumahan dan teru­tama pelanggan industri. Maka, terjadilah persaingan ketat antara PLN dan PGN sebagai sama-sama pembeli gas dari ladang migas. Per­saingan ini yang sampai sekarang belum mendapatkan jalan keluar.

Tentu ada yang berdoa agar ke­dua perusahaan itu jangan cepat­cepat rukun. Para pedagang solar (di dalam maupun di luar negeri) yang setiap tahun mengeruk uang PLN sampai Rp 80 triliun akan kehilangan bisnis yang mengilap dari pedagangan solar. Bahwa itu membuat PLN dan pemerintah sulit, yang kurang pintar kan PLN dan pemerintah sendiri.

Tentu ide yang paling realistis adalah membangun LNG-gasifika­si terminal. PLN atau investor yang bekeda sama dengan PLN diminta membangun terminal LNG-gasifi­kasi. PLN atau investor bisa mem­beli LNG (Liquefied Natural Gas atau gas alam cair) dari mana saja dalam jumlah yang pas untuk ke­pentingan PLN. Bisa dari Tangguh di Papua, bisa dari Senoro di Luwuk (Sulteng) bisa juga dari Qatar atau Iran. Atau dari tempat lainnya

LNG itulah yang kemudian diubah menjadi gas di sebuah termi­nal LNG-gasifikasi. Terminal ini bisa dibangun di sekitar Cilegon. Bahkan, sudah pula ada teknologi baru: terminalnya dibuat terapung di lepas pantai Jakarta. Agar dekat dengan “PLTG salah makan” yang sekarang membuat masalah itu.

Saya tidak melihat jalan lain. Hanya dua itulah jalan keluamya: kerja sama yang baik dengan PGN atau membangun terminal LNG­-gasifikasi. Yang pertama harus difa­silitasi pemerintah dan yang kedua harus difasilitasi pemerintah.

Memang masih ada jalan lain. Tapi, terlalu radikal. Lelang saja PLTG-PLTG itu! Daripada bikin penyakit yang mengisap darah keuangan pemerintah. Hasil le­lang barang bekas itu untuk di­belikan PLTU bekas yang dire­kondisi seperti baru.

Jalan “gila” itu bisa menyelamat­kan uang negara setidak-tidaknya Rp 10 triliun/setahun. Baca: 10.000.000.000.000/setahun. Ka­lau saja di swasta dan saya yang menjadi pemiliknya, saya akan lakukan yang terakhir ini.

Masih ada penghematan lain yang juga triliunan rupiah. Tapi, dua seri tulisan ini saja sudah bisa menggambarkan mengapa PLN mengalami kesulitan sela­ma ini. Dan mengapa sulit pula dipecahkan. (*)

JP-19/11/09

AYAM mati di lumbung peribahasa yang sangat cocok untuk menggambarkan kelistrikan di  Indonesia. Di Pulau Kalimantan yang kaya raya akan batubara, hampir seluruh kotanya krisis listrik dengan sangat gawat. Bukan sejak sebulan yang lalu, tapi sudah 10 tahun atau 20 tahun lamanya.

Kota seperti (deretan nama-nama kota ini anggap saja pelajaran baru ilmu bumi): Pontianak, Singkawang, Sanggau, Ketapang, Pangkalanbun, Sampit, Palangkaraya, Sam­arinda, Balikpapan, Penajam, Tanahgrogot, Bowang, Sengata, Tanjungredep, Tanjung­selor, Tarakan, sampai ke kota penting di dekat negara tetangga seperti Nunukan dan Tanatidung bukan main menderitanya.

Tidak terhitung lagi orang yang kehilangan rumah karena lampu mati. Mereka menya­lakan lilin, ketiduran, dan rumah yang umumnya terbuat dari kayu terbakar. Ki­sah pilu seperti itu menjadi berita koran lokal yang tidak habis-habisnya. Kebetu­lan, saya memiliki koran di semua kota yang disebut terdahulu itu dan yang akan disebut kemudian.

Lalu, generasi masa depan macam apa yang akan tercipta dengan kondisi listrik seperti itu?

Belum lagi penderitaan para investor. Mencari investor yang man masuk ke dae­rah-darah itu bukan main sulitnya. Investor rasional pasti langsung mengabaikan dae­rah-daerah itu

Tapi, begitu ada investor yang “emosional” (biasanya ada hu­bungan darah dengan salah satu daerah tersebut seperti saya), kekecewaanlah yang diberikan oleh PLN. Banyak investor ho­tel-hotel bagus menderita karena listriknya mati-mati terus. Ba­nyak investor perumahan yang rumahnya sudah siap tapi list­riknya tidak ada.

Itu bukan cerita satu bulan yang Yalu. Cerita duka tersebut sudah terjadi sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Atau sejak 20 tahun silam. Sampai hari ini.

Tetangga dekat Kaltim di Su­lawesi seperti Mamuju, Palu, Poso, Luwuk, Gorontalo, Tolitoli, Kendari, dan bahkan Makasar pun kurang lebih juga sama. Pa­dahal, membawa batubara yang murah dari Kaltim ke Palu hanya perlu menyeberang satu malam.

Saya tidak perlu lagi menyebut kota seperti Tanjungpinang di Riau, Pangkal Pinang di Bangka, Tanjungpandan di Belitung. Be­lum juga menyebut Ambon, Lom­bok, Kupang, Flores, Ternate, Sorong, Jayapura, Merauke…. Pokoknya, sebutlah nama kota di mana saja di luar Jawa. Lebih mudah menyebut yang krisis list­rik daripada yang tidak.

Kesabaran para gubernur se­perti gubemur Kaltim, gubernur Kalteng, dan gubernur Kalbar sudah habis karena terus-menerus didemo rakyatnya. Juga gubernur di wilayah lain tadi. Tapi, para gubemur itu hanya bisa menerus­kan suara pendemo itu ke PLN. Sebab, hanya PLN yang diberi hak untuk memiliki dan mengelo­la listrik di seluruh Indonesia nan luas ini. Tapi, suara pendemo itu datang dari tempat yang terlalu jauh dilihat dari kantor pusat PLN nun di Jakarta sana.

Begitu kaya Kalimantan akan batubara. Tapi, mayoritas pem­bangkit listrik di kawasan tadi menggunakan disel. Maka, PLTD (pembangkit listrik tenaga diesel) menjadi raja di sana. Raja yang haus uang, tapi lembek tenaga. Haus uang karena menghabiskan uang negara. Lembek karena le­mah sekali tenaga listrik yang dihasilkannya.

Padahal, wilayah itu begitu kaya akan batubara. Kaya-raya. Superkaya. Tapi, kekayaan itu tidak mem­bawa berkah ke diri sendiri. Ba­tubara itu mengalir ke India, Thailand, Tiongkok, Jepang, ba­hkan sampai ke Eropa dan Ame­rika. Ibarat lagu Gesang, batu­bara Kaltim itu “mengalir sampai jaaaaauuuuuh”. Sampai mem­buat wilayah Kalimantan dan Sulawesi sendiri terlupakan. Kalau saja ada pikiran sehat untuk mengubah wilayah itu, betapa gembiranya rakyat di seluruh kawasan tersebut. Mengapa kita yang begitu kaya batubara tidak mampu meman­faatkannya untuk membuat rak­yatnya sendiri tersenyum. Memang pernah dicoba untuk mengatasinya. PLN mengadakan tender pembangunan PLTU di beberapa wilayah yang disebut tadi. PLN juga sudah menyata­kan berpuluh-puluh investor sebagai pemenang tendernya. Kalau saja semua berjalan baik, hari ini wilayah-wilayah tersebut sudahmulai sedikit terang.Tapi, sampai hari ini, sudah tiga tahun kemudian, tidak satu pun para pemenang tender itu menyele­saikan pekerjaannya. Bahkan, sebagian besar belum memulai­nya sama sekali. Sebagian lagi menghentikannya.

Ada persoalan kecerdasan mendasar dan kejujuran yang kurang ditegakkan di sini. Sistem tender itu harus diubah total. Direformasi habis-habisan.

Padahal, kalau PLTD-PLTD itu diubah semua menjadi PLTU kecil dan menengah, bukan saja rakyat di wilayah itu bisa terse­nyum, menteri keuangan yang cantik itu pun akan ikut terse­nyum. Negara bisa berhemat paling sedikit Rp 20 triliun seta­hun. Baca: Rp 20.000.000.000.000/ setahun. Dan lagi, kalau wilayah ­wilayah itu punya listrik, inves­tor berdatangan ke sana. Peng­hasilan pajak juga naik. Tenaga kerja akan mengalir ke sana: tidak perlu lagi ada dana trans­migrasi!

Pandai benar orang yang men­ciptakan peribahasa “ayam mati di lumbung” itu. Dia berhak berbangga karena ada contoh yang pas untuk membuktikan­nya: listrik kita! (*)

30
Okt
09

Tips Pengisian Formulir Pendaftaran Cpns Online

Tips Pengisian Formulir Pendaftaran Cpns Online

Pada dasarnya sih semua informasi yang dibutuhkan sudah tersedia di situs www.cpns.jatengprov.go.id lengkap. tapi terkadang ada sedikit hal-hal yang bagi mereka yang tidak terbiasa mengisi form online sedikit mengganggu. Bagi yang sudah familier dengan form online sudah gak usah dilanjutkan mbaca tips ini (tinggal pencet-pencet tab aja), tapi tetep mbaca juga gak ada salahnya ding siapa tahu ada sesuatu yang mungkin hal baru bagi anda… lanjut… [penulis menggunakan browser firefox]

Persiapan

Pastikan segala data yang dibutuhkan sudah anda siapkan, semisal no. ktp jangan sampai lupa, nama alamat yang sejelas-jelasnya, no telepon yang masih aktif dan pastikan untuk selalu on ya, jangan no telepon om nya yang dicantumkan ntar pas dibutuhkan malah omnya baru naik haji gimana? :D , gak punya nomor telepon…? (halah). Alamat email (wajib hukumnya) yang valid… dsb, ya gitu-gitu deh…

Pengisian

Isikan saja dengan rileks.. dinikmati aja, biarin mereka yang ngantri warnet ngabisin rokoknya dulu, bayangkan aja seolah-olah anda sudah keterima jadi pns dan baru disuruh bos ngisi form pendartaran tugas belajar anda ke harvard university (halah….) :grin:

langkah pertama… mudah
langkah kedua… mudah
langkah ketiga… mudah
langkah keempat… mudah
langkah kelima… mudah
langkah keenam… mudah… e’eh tunggu dulu, anda diminta ngisikan password, isikan password yang mudah diingat aja gak usah rumit-rumit ntar lupa malah berabe… ya terserah anda ding jangan lupa di CATAT! Siapa tahu beneran lupa.
langkah ketujuh… anda diminta mengisi kata-kata yang ada dalam gambar ke dalam kotak yang ada… lha ini yang kadang agak nyebelin
langkah7coba anda isikan… eh btw itu angka 9 atau huruf g kecil sih.. lha disinilah terkadang nyebelinnya, tapi tenang aja isikan aja secara spontan [huruf besar kecil gak masalah] gak usah dipikir nemen-nemen ndak malah tambah gorgi.. wong salah yo tidak dimarahi kok… :grin: kalau salah nanti bisa diulang, muncul pesan begini
eror1

Klik aja kembali ke… dan isikan lagi… password juga harus ditulis ulang lagi
sudah selesai… anda bisa menetak formulir anda, eh apa? Salah isi… baca sekali lagi deh… catat nomor pendaftaran anda, ingat CATAT!, kalo memang salah ada tombol edit kan… nah disini nanti no pendaftaran dan password anda berguna disamping nanti berguna untuk menengok pengumuman apakah anda MS atau TMS

Yakin sudah benar…? Pastikan sekali lagi karena apabila sudah dicetak maka data anda sudah tidak bisa diedit lagi

Mencetak Formulir Biodata Anda

Klik [cetak] ada peringatan kalo sudah yakin OK aja, di browser akan muncul tab baru BIODATA PELAMAR, sebelum mencetak sangat disarankan untuk mengeset dahulu tata halaman supaya hasil cetakan nanti enak dilihat dan jadi 1 lembar saja sehingga menghemat biaya cetak anda, langsung ke menu file-page setup… [pada browser]
setting seperti ini ya…
setting1
kemudian…

setting2

Sudah? cetak … file-print-ok, pastikan printer nyala ya… kalo ada masalah tanya aja operator warnetnya, sudah selesai. Anda bisa keluar warnet sekarang.
SELAMAT! anda sudah terdaftar, semoga sukses.

[by team bkd kabmagelang]

26
Okt
09

Pengumuman CPNS Kab Magelang Tahun 2009

PENGUMUMAN

Nomor : 810/1258/13/2009

Tentang

Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil dari Pelamar Umum

Pemerintah Kabupaten Magelang

Formasi Tahun 2009

Pemerintah Kabupaten Magelang akan menyelenggarakan seleksi Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah dari Pelamar Umum dengan fasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk formasi tahun 2009, dengan ketentuan sebagai berikut :


I.
KETENTUAN UMUM

1. Proses Seleksi Penerimaan CPNSD Pemerintah Kabupaten Magelang Formasi tahun 2009 terbuka untuk semua Warga Negara Indonesia (WNI).

2. Bersedia mengikuti seluruh ketentuan mekanisme seleksi Pengadaan CPNSD tahun 2009.

3. Seluruh tahapan proses seleksi ini tidak dipungut biaya apapun.

4. Persyaratan dan ketentuan umum lebih rinci dapat dilihat di Papan Pengumuman Pemerintah Kabupaten Magelang atau melalui Situs cpns.jatengprov.go.id


II.
FORMASI YANG TERSEDIA [download formasi]

1. Tenaga Kependidikan : 108 formasi

2. Tenaga Kesehatan : 168 formasi

3. Tenaga Teknis Lainnya : 155 formasi

Formasi yang tersedia/lowong dapat dilihat di Papan Pengumuman Pemerintah Kabupaten Magelang atau melalui Situs cpns.jatengprov.go.id


III.
WAKTU DAN SISTEM PENDAFTARAN

Pendaftaran dapat dilaksanakan melalui 2 (dua) cara :

1. Pendaftaran secara On Line

Pendaftaran menggunakan media Internet (on line registration) pada tanggal 30 Oktober s.d 9 Nopember 2009 pukul 00.00 s.d. 24.00 WIB melalui cpns.jatengprov.go.id dengan cara mengisi biodata serta mencetak formulir Pendaftaran kemudian mengirimkan formulir Pendaftaran dan berkas persyaratan melalui jasa POS, setelah pendaftaran on line dilakukan. Atau dapat melalui,

2. Pendaftaran melalui Jasa POS

langsung mengirim berkas pendaftaran kepada Bupati Magelang PO BOX CPNSD KAB. MAGELANG, KOTA MUNGKID 56500 mulai tanggal 30 Oktober s.d. 9 Nopember 2009.


IV.
WAKTU PELAKSANAAN DAN MATERI UJIAN

Ujian dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal : Minggu, 6 Desember 2009

Materi Ujian :

1. Tes Pengetahuan Umum (TPU), materi : Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,  hukum,  dan hankam.

2. Tes Potensi Individu (TPI), materi :

a) Tes Bakat Skolastik (TBS).

b) Tes Skala Kematangan (TSK).


V.
LAIN-LAIN

1. Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada papan pengumuman di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (Sekretariat, Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan dan Kelurahan) Pemerintah Kabupaten Magelang dan/atau situs cpns.jatengprov.go.id atau www.magelangkab.go.id.

2. Layanan Informasi Pengadaan CPNS Pemerintah Kabupaten Magelang Tahun 2009 :

a. Website : http://www.magelangkab.go.id

b. Telepon : (0293)788181 psw 253 dan (0293)5583816

Demikian untuk menjadi maklum.

Kota Mungkid, 24 Oktober 2009

An. BUPATI MAGELANG

Sekretaris Daerah

Selaku Ketua Tim Pengadaan CPNS dan PNS

Kabupaten Magelang Tahun 2009


Drs. U T O Y O

Pembina Tingkat I

NIP. 19560712 198303 1 012

Pengumuman Lengkap beserta rincian formasi bisa anda download disini

14
Okt
09

Siapkan 100 juta untuk jadi PNS

pnxs

Ingin Jadi PNS Rp. 25 Juta Amblas (JP Kamis, 8 Oktober 2009)

Mbak Siti, warga Salatiga tertipu Rp. 25 Juta karena tergiur iming-iming bisa diterima kerja sebagai PNS di Departemen Agama..

Calo Patok 100 juta (JP Senin, 12 Oktober)

Warga Meteseh Tembalang mengaku ditawari menjadi PNS dari jalur honorer dengan biaya Rp. 100 juta padahal dia bukanlah seorang tenaga honorer, kabarnya pejabat pusat bisa menjual kuota tenaga honorer melalui perantara pejabat lokal.

Rp. 70 juta untuk menjadi PNS kota ***** di Jawa Timur (kata seorang temen saya kemarin di kampus)

Jalur belakang, calo maupun makelar yang mengaku bisa memuluskan jalan menjadi PNS tanpa susah-susah tes, disatu sisi sangat dibenci oleh para pencari kerja yang mengandalkan kepintaran akademis dan kompetensi yang memadai tetapi sangat disukai dan dicari oleh mereka yang punya uang tapi kemampuan kurang, maupun yang kurang percaya diri.

Kabar berita dan kejadian seperti ini akan semakin sering kita dengar seiring dimulainya penerimaan CPNS tahun 2009 di berbagai instansi. Banyak sekali anggapan bahwa sebuah kursi empuk keras PNS di kantor Super Mewah Sumuk layak untuk dihargai sedemikian mahal.

Semakin dekat waktu pelaksanaan pendaftaran CPNS (kabarnya sih pertengahan bulan Oktober ini) semakin banyak pertanyaan datang kepada saya, Bagaimana sih caranya untuk bisa masuk PNS tanpa pusing-2 tes, berapa biayanya, pejabat siapa yang bisa melantarkan? Hal- hal inilah yang sering ditanyakan kepada saya. Bahkan pertanyaan seperti itu kadang datang dari orang yang tidak saya sangka akan bertanya semacam itu. Jawaban saya selalu sama “di tempat saya (Pemkab Magelang tentu saja) tidak ada jalur belakang, katebelece maupun KKN dalam penerimaan pegawai Negeri Seipil”. Ada yang mentah-mentah tidak percaya dengan pernyataan saya. “mbok rasah ngono mas, ro bolo dewe we, piye to carane, aku mbok diduhke dalane wae wis, mengko urusane uborampe karo sampean gampang wes… tenan”, yah kira-kira seperti itulah ilustrasi pembicaraan yang terjadi. Padahal jan tenan gak ada, lha kalo memang ada buktinya saya gak dapat cipratan tuh :mrgreen: mana?

Putri dari salah seorang mantan Kepala BKD, tidak lolos seleksi pendaftaran CPNS tahun 2007 [pada waktu itu ybs masih menjabat sebagai Kepala BKD]. Istri dari atasan langsung saya pun tidak berhasil pada penerimaan CPNS tahun 2008, dan masih banyak lagi contoh orang yang seharusnya (dulu-dulunya) bisa dengan mudah menunjuk hidung untuk mengangkat orang sebagai pegawai negeri, saat ini sudah tidak lagi. Mungkin di Pemkab/kot maupun departeman lain masih ada budaya seperti itu, saya tidak tahu. Seperti misalnya nih ya yang sudah menjadi rahasia umum (rahasia kok umum, nek dipikir aneh yak kan trus bukan rahasia lagi) seleksi penerimaan TNI/POLRI yang masih kental nuansa ‘ginian’ nya.

Memang sih menurut penelitian dari UI tahun lalu, seleksi penerimaan CPNS di Indonesia dinilai masih sangat buruk dan menimbulkan kerawanan terjadinya praktik KKN. Menurut peneliti lain, ada dua jenis kesalahan yang sering terjadi pada proses seleksi CPNS yaitu Kesalahan administratif yang tidak disengaja akibat dari buruknya system (contoh kasus ini dalah adanya masalah CPNS Teranulir). Dan yang kedua adalah kesahalan disengaja oleh panitia untuk memanipulasi hasil seleksi. (Sumber dari Jawa Pos).

Dengan masih adanya hal-hal ‘rawan’ semacam ini memang kemudian kita tidak bisa serta merta menyalahkan masyarakat apabila kemudian mereka masih mempunyai anggapan bahwa penerimaan CPNS masih bisa dicurangi dengan KKN.

Poro sedherek, saya kemudian ganti bertanya, “halalkah gaji yang diterima oleh PNS yang lolos seleksi karena mbayar?” monggo dipun penggalih.

08
Okt
09

Untuk Naya

NAYA_KEMAYUAnakku tercinta aku ingin berpesan kepada kamu. Bila kelak kamu bisa membaca tulisan ini, bapakmu berharap kamu bisa mengerti apa yang bapakmu harapkan dari kamu, anakku.

Pada kehidupanmu bapakmu tidak menuntut sesuatu dari kamu anakku, yang sekira kamu tidak bisa memenuhinya, lakukan apa saja sesukamu yang menurut kamu sesuai dengan inginmu tapi anakku, ingatlah pada pesan yang selalu bapak katakan, jangan kamu keluar dari kodratmu sebagai wanita beriman. Apapun yang akan kamu lakukan bapakmu akan mendukung sepenuhnya anakku.

Satu saja permintaan bapakmu, tuntutlah ilmu.

Bapakmu akan semakin menua nantinya anakku, kepikunan akan datang dan maukah kamu anakku, saat masa itu datang menemui bapakmu, kamu akan mengingatkan bapakmu akan hal yang dia lupakan.

Janganlah kamu berpaling saat nanti bapakmu mengoceh tidak karuan karena kepikunan
Saat bapakmu mulai sakit-sakitan, sabarlah anakku itu adalah cobaan bagimu. Rawatlah semampumu tanpa mengurangi hak dari suami dan anakmu atas dirimu.

Orang tua yang lemah dan sakit, anakku, tahukah kamu, bagai batu kecil ditengah terjangan aliran sungai yang besar, dia tidak akan bisa bertahan tanpa bantuan lumut2 yang menancapkannya kedasar.

Dan bila masa bapakmu sudah habis. Doakan dia, tak ada hal paling sempurna di dunia selain anak yang sholihah anakku.

Selamat ulang tahun, naya anakku, maaf bapakmu tidak bisa membuat pesta meriah untuk itu. Hanya sepenggal doa, seperti apa yang sering kamu ucapkan setiap akan makan malam. Agar kamu cepat besar, pintar belajar seperti orang-orang yang sudah besar dan pintar. Amin.

05
Okt
09

Para Pejuang

“Kita menyumbang dana pembangunan masjid mungkin iya. Menjadi donatur panti sosial mungkin iya. Setiap rapat selapanan RT memberi iuran, setiap ada pembangunan lingkungan kita menyandang dana mungkin iya. Tetapi kepada orang-orang yang berkecimpung langsung, yang melaksanakan langsung, mungkin belum kita pikirkan, belum kita perhatikan secara layak.”

Sadarkah kita saat masuk di suatu masjid atau musholla misalnya, kepada orang-orang yang tanpa pamrih merawat dan menjaga kebersihan dan keindahan masjid. Coba tengoklah pada orang-orang seperti ini, seperti apa kehidupan mereka. Juga kepada para penggiat sosial yang tanpa pamrih akan dengan senang hati membantu orang yang membutuhkan bantuan. Pasti ada satu-dua orang seperti ini di sekitar kita. Dan cobalah perhatikan seperti apa mereka menjalani kehidupan. Pernahkah terpikir oleh kita betapa repotnya bapak Ketua RT kita? Mengurusi warga tanpa mendapat honor dari pemerintah maupun warga, yang ada malah kalau ada masalah di lingkungan maka ketua RT atau RW lah yang pertama kali akan mendapatkan kerepotan. Coba kita perhatikan seperti apa kehidupan bapak RT kita ini. Lebih lagi kepada para ustadz yang mengajari anak kita mengaji di tpq-tpq, merekalah sebenar-benar pahlawan, jangan-jangan menyampaikan ucapan terima kasih saja jarang kita ucapkan kepada mereka!
Orang yang masih punya kepedulian kepada hal-hal kecil (tapi penting) ini menurut pengamatan saya adalah orang-orang sederhana, berpikir sederhana berpola hidup sederhana dan biasanya pula berasal dari kalangan ekonomi sederhana pula. Tidak mungkinlah seorang pengusaha super sukses dengan kesibukan super padat akan bersedia ngurusi RT dan hal-hal kecilnya yang merepotkan. Sangat jarang ditemui seorang pegawai kantoran dengan posisi karir lumayan masih bisa meluangkan waktu untuk menjadi pengurus ini itu di lingkungan tempat tinggalnya. Jarang juga ditemui pedagang dengan omzet jutaan yang masih bisa turun langsung untuk sekedar manyapu debu lantai masjid. Meskipun sebenarnya mereka mencintai masjid maupun musholla maupun lingkungan mereka.
Inilah yang kadang luput dari perhatian. Kita menyumbang dana pembangunan masjid mungkin iya. Menjadi donatur panti sosial mungkin iya. Setiap rapat selapanan RT memberi iuran, setiap ada pembangunan lingkungan kita menyandang dana mungkin iya. Tetapi kepada orang-orang yang berkecimpung langsung, yang melaksanakan langsung, mungkin belum kita pikirkan, belum kita perhatikan secara layak. Lebih-lebih apabila keadaan ekonomi para pejuang ini berada dibawah garis.
Kemudian secara layak yang bagaimana mereka perlu diperhatikan? Yakinlah saudara pada mereka ini, imbalan materi tidaklah begitu penting bagi mereka. Hal yang mereka yakini adalah bahwa yang mereka lakukan semata hanya dari panggilan batin mereka, atau perasaan tanggungjawab mereka yang besar pada lingkungan dan masyarakat. Tidak penting bagi orang-orang ini akan adanya puji-puji apalagi balasan materi. Akan tetapi setidak penting apapun bagi mereka perlu dicarikan sebuah wacana untuk melembagakan suatu usaha yang memberikan meraka penghargaan selayaknya, apapun itu bentuknya, apakah sekedar bingkisan lebaran ataukah hal-hal lain. Yang terpenting adalah nguwongke (meng-orangkan) para pejuang ini.
Bagaimana Saudara apakah sudah timbul suatu kesadaran pada diri kita akan pentingnya peran para pejuang sejati kita ini?

05
Okt
09

Dari sudut jalan datang lelaki angin berambut panjang
Membawa berita tentang kekasihnya yang hilang
Dari mulutnya tak henti syair mengalir memenuhi siang

Lelaki angin berambut panjang
telah lama menanti janji kekasihnya yang akan datang
dan terus menunggunya hingga waktu menelan jiwanya

Matahari siang musuhnya tertawa-tawa
Sampai habis berguguran tiap helai daun di sepanjang jalan yang dilalui lelaki angin berambut panjang
Sampai kering setiap mataair untuk setiap sungai kehidupan

Lelaki angin berambut panjang terus saja lantunkan syair rindunya
Untuk sebuah janji cinta yang akan datang
Sampai disuatu pagi lelaki angin berambut panjang dibangunkan oleh kekasihnya yang tanpa sepengetahuannya telah datang…. Hujan.

(Pada gerimis disuatu pagi penghujung september ini)

21
Sep
09

Catatan Lebaran 1430 H

Tujuan Merayakan Lebaran dan bagaimana sebenarnya hukum perayaan lebaran ?

Istilah Lebaran (jawa : Bodo) dalam Bahasa Indonesia merupakan ungkapan khusus (bukan dari kata lebar + an) yang dalam KBBI berarti “hari raya ummat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawwal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan sebelumnya (Ramadhan). Hari raya ini disebut dengan Iedul Fitri”. Kata ini merupakan serapan dari Bahasa Jawa lebar yang berarti sesudah atau setelah. Uniknya dalam masyarakat Jawa sendiri digunakan istilah Bodo untuk menyebut lebaran yang merupakan serapan dari Bahasa Arab Ba’da artinya sama sesudah atau setelah. Sesudah atau setelah disini merujuk pada bulan sebelum syawal yaitu Ramadhan dimana Umat Islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh. Lebar atau uwis berkonotasi adanya suatu kelegaan, kebebasan sesudah sebulan penuh berada dalam ketidak bebasan, tidak bebas makan dan minum, tidak bebas bergosip, tidak bebas jelalatan :D   ngelirik lawan jenis dll lah pokoknya. Kebebasan merupakan sesuatu yang patut dirayakan, bergembira, pakaian baru, makan enak. Hal ini lumrah saja dan merupakan sifat kodrati manusia. Merayakan hari kemenangan istilahnya, menang dari hawa nafsu. Tentu bagi mereka yang melaksanakan ibadah puasa dengan keikhlasan dan kesungguhan yang berhak merayakan kemenangan ini.
Dalam Bahasa Arab lebaran disebut Idul Fitri, Id, Ied artinya kembali – Fitri artinya Suci. Ini merupakan aspek spiritual dari perayaan lebaran, yaitu kembali dari hal yang sering dilakukan manusia, melakukan dosa yang menodai kesucian hati. Setelah secara mental dan fisik ditempa salama Ramadhan diharapkan hati kembali bersih suci. Suci sendiri terdiri dari 3 hal yaitu : sesuatu yang indah, yang baik dan yang benar, itulah fitri – suci kembali, terlahir kembali.
Kemudian, sebetulnya apa tujuan kita berlebaran ini?
Berpuasa jelas kita semua tahu tujuannya dalam QS 2-183 disebutkan bahwa kita diwajibkan berpuasa supaya kita bertaqwa, la’allakum tattaquun. Sedang orang berhari raya tujuannya adalah supaya kita bersyukur, dalam QS 2-185 :

1

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Takbir merupakan hal yang tidak terpisahkan dari Idul Fitri karena memang seperti itulah yang ada dalam Quran, sehingga lebaran masih akan terasa bermakna apabila takbir masih berkumandang dan meresap dalam hati.
Pertanyaan selanjutnya adalah, menurut agama boleh tidak kita membuat suatu ‘Perayaan’ atas ‘kemenangan’ ini?. Mengenai hal ini suatu saat sahabat pernah melihat 2 orang gadis remaja melantunkan syair2 bersama Aisyah ra. Sahabat bertanya dan Rasul menjawab ‘biarkan mereka bersyair, tiap umat ada lebarannya dan inilah lebaran kita’. Tentu diperbolehkan disini harus diartikan untuk tidak berlebih-lebihan, dan bukankah Rasul meneladankan kesederhanaan?
Selamat berlebaran poro sederek, sudahkah anda bersukur untuk nikmat lebaran ini… ?

<Taqobbalallah… mohon maaf lahir dan batin>

05
Sep
09

TRADISI SEPUTAR RAMADHAN

TRADISI DI SEPUTAR RAMADHAN DAHULU DAN SEKARANG

Ramadhan telah masuk ke paruh kedua, sebentar lagi akan kita jelang kulminasi dari Ramadhan, entah kan eraih kemenangan ataukah kita akan tetap saja berkubang dalam kehidupan duniawi yang semakin menyesakkan ini. Marilah berharap kemenanan itu bisa diraih. Amin.

Setiap masuk Ramadhan sudah pasti hati dan jiwa kita beserta jasmani kita berasa siap untuk melakukan berbagai amalan Ibadah untuk semakin mendekatkan diri dengan sang Khaliq kita. Serasa semua terasa ringan dikerjakan, tadarus Quran, Tarawih, kuliah subuh, Pengajian jelang buka puasa, kultum dan sebagainya. Masjid dan musholla pun penuh sesak terutama di minggu pertama.

Disamping kegiatan-kegiatan utama itu ada berbagai tradisi di berbagai daerah untuk menyambut dan meramaikan bulan suci ini, di daerah saya misalnya, ada beberapa tradisi diantaranya :

NYADRAN

a.k.a. Sadranan

ramai banget..

ramai banget..

Tradisi ini adalah warisan dari nenek moyang dulu katanya, dari jaman Hindu sudah ada tradisi Nyadran ini, sampai kemudian masuknya agama Islam tradisi ini beradaptasi. Adalah kegiatan ziarah kubur bersama-sama seluruh kampung pada hari-hari mendekati Ramadhan. Kampung serasa ramai sekali pas nyadran ini. Kerabat dari jauh datang untuk katanya birrul walidain, mendoakan para leluhur yang sudah meninggal dan bersih kubur. Asiknya, setelah acara nyadran di makam selesai dilanjutkan Kembul Bujono Tumpengan di Musholla terdekat… nasi tumpeng pun segera ludes karena memang rasanya uenak pol, padahal ya biasa aja Cuma sego kluban to. Tapi karena dimakan bersama-sama jadi berasa nikmat.

PADUSAN

Entah bagaimana awal mula tradisi ini, yaitu kegiatan mandi sebersih-bersihnya untuk menyambut datangnya bulan puasa. Esensi mandi ini sebenarnya yang tidak semata-mata mandi secara lahiriah tetapi mensucikan hati dan jiwa agar kita dalam menjalankan ibadah puasa mendapat keridhoan Allah Swt. Yang jelas akhir-akhir ini padusan telah bergeser maknanya hanya sekedar hura-hura di obyek wisata dengan hiburan yang sebagian besar mengandung maksiat.

Sewaktu kecil dulu padusan bagi saya adalah jeguran di kali progo ataupun di sendang desa kami, sungguh sangat menyenangkan.

Status : masih ada

NGENTENI DHUL

a.k.a. NGABUBURIT

Ini mungkin hanya ada di daerah saya, menunggu bom dibunyikan sebagai tanda masuk waktu Maghrib, ya bom! Memang itu bom betulan yang dibunyikan dari alun-alun Kota Magelang dengan dilontarkan keatas. Biasanya kami akan berbondong-bondong ke tanggul irigasi yang disebut ‘Ngepeh‘ mungkin dulu untuk tempat menjemur [mepe] gabah sehingga disebut ngepeh. Disini asiknya bukan main, beramai-ramai denga membawa bekal untuk berbuka. Saat buka puasa tiba akan ada seberkas cahaya naik keatas dan diikuti kilatan besar sesaat kemudian terdengar suara BUM.. ya itulah dhul bagi kami. Saat melihat kilatan cahaya itulah semua berteriak.. “kae.. kae.. kae.. hore…” dan bekalpun entah apa itu sangat nikmat untuk dilahap.

Status : sudah tidak ada lagi.

THETHEK

A.k.a. Thek-Thek

Yaitu membunyikan alat-alat musik entah apa dengan irama untuk membangunkan orang sahur. Saya selalu minta kepada kakak-kakak saya untuk minta dibangunkan jam 2.00 – 2.30 untuk ikut thethek ini, kami akan berkeliling kampung dengan membunyikan alat-alat dari kentongan, botol minuman, kaleng, alat-2 dapur, harmonika, gendang dan lain sebagainya, ramai sekali. Dijamin kalau kami lewat orang pasti bangun saking kerasnya alat musik yang dimainkan ini. Tapi terkadang ada pula orang yang jengkel sehingga suatu saat pernah kami disiram air seember ketika lewat depan rumah seorang ibu-ibu karena belai kaget.

Status : masih ada tapi jarang

LONG BUMBUNG

A.k.a. Mercon Bambu

Hari-hari pertama puasa biasanya kami akan berkeliling [yak-yakan] ke kebun-kebun bambu sampai ke pinggir kali progo berburu bambu ampel yang paling bagus untuk dibuat long bumbung. Dikatakan bagus jika bambu ampel ini sudah tua lurus dan ruasnya panjang-panjang maka suara yang dihasilkan akan ulem bunyinya. Cara membuatnya pun mudah. Bambu ampel ini dipotong sekitar 3 ruas kemudian dilobangi ruas-ruasnya disisakan ruas terakhir, kemudian pada ruas terakhir itu diberi lobang kecil untuk menyulut mercon itu. Kemudian bambu itu diisikan dengan minyak tanah dan disulut dengan api. Setelah bambu panas sehingga minyak di dalam juga panas dengan tingkat kepekatan asap yang pas maka saat disulut bambu ini akan mengeluarkan suara seperti meriam, BUM!!!

source : http://danakitri.multiply.com/journal/item/121/perang_mercon

source : http://danakitri.multiply.com/journal/item/121/perang_mercon

Keasikannya adalah selama proses memanaskan bambu ini yang lumayan lama dan setiap sulutan harus ditiup keras-keras hingga sebenarnya sungguh tidak pas sebenarnya kalau dimainkan pas bulan puasa.. bikin lemas. Tapi namanya anak-anak asik aja.

Status : sudah tidak ada

MEMBUAT MERCON

Kami menyebut long atau elong setelah memasuki pertengehan Ramadhan seperti sekarang ini biasanya kami mulai disibukkan dengan kegiatan persiapan untuk pesta mercon di hari raya. Saya termasuk dalam geng anak-anak pembuat mercon ini meski tugas saya adalah paling ringan yaitu memotong kertas ataupun kadang-kadang naik pangkat untuk menggulung kertas itu dengan bambu kecil cetakan mercon. Tugas-tugas yang lebih berbahaya semisal mengisi bubuk mesiu dan memasang sumbu dikerjakan oleh para senior. Jan dulu ternyata kami mirip teroris yang sedang merangkai bomb. Mercon itu dibuat amat sangat banyak, sampai ribuan brur! Untuk selanjutnya dirangkai / direnteng sekitar 2,5 m. biasanya akan dibuat 5 – 8 renteng dengan berbagai ukuran. Mercon renteng ini dinyalakan pas di hari lebaran saat ramai-ramainya orang pulang dari ziarah kubur dan mulai ujung-ujungan.

Status : sudah tidak ada, kalau masih ada bisa-bisa dianggap koncone noordin m top berabe..

SELIKURAN

Untuk menyambut datangnya lailatul qodar biasanya didaerah saya diadakan acara tirakatan di malam ke-21 ramadhan, inilah selikuran. Bagi kami anak-anak selikuran adalah ajang mengetes mercon yang telah dibuat. Biasanya setelah acara makan-makan usai kami akan menderet mercon tester ini di sepanjang jalan menuju musholla kemudian dibunyikan bersama-sama. Di malam selikuran ini juga biasanya kami membuat balon dari plastik yang dilas sampai sebesar mobil minibus, ya.. besar memang balon itu nanti dilepaskan beramai-ramai dan tentu saja digantung mercon dan kembang api tetes disana. Lalu bagaimana cara membunyikan mercon dan kembang api tetes itu di atas sana. Ternyata mudah saja bro, cukup diujung sumbu mercon renteng itu dikasih garet [kertas pembungkus rokok lintingan] yang halus, namanya dulu garet melawan entah sekarang masih ada atau tidak, garet ini dilinting secara kasar dan disulut sekira nanti pas di jarak tertentu yang diinginkan garet ini habis dan mercon + kembang api tetes menyala. Pernahkan anda melihat kembang api tetes menyala di langit gelap? Wuah… hebat sekali rasanya berhasil menyalakan waktu itu. Membuat ini memerlukan eksperiman yang tidak main-main tentang bentuk balon seperti apa yang paling stabil naik ke atas? Bahan plastik apa yang paling baik, membuat asep yang bagaimana dan dari bahan apa? [asep merupakan bola api yang dipasang dimulut balon untuk memanaskan udara didalam balon sehingga balon bisa naik ke atas], dsb. Master pembuat balon ini ditempat saya ada dua orang namanya yang satu Remit [miftah] dan Yasin [yang ini ponakan saya sekarang jadi amtenar di ujung timur jawa].

Status : sudah tidak ada

TEBIR

A.k.a. Takbiran

Kalau tradisi ini tentu dimanapun ada saya kira. Berkeliling kota sambil mengumandangkan takbir maupun di musholla dan masjid.

Status : masih ada

UJUNG

Rasanya tidak lengkap kalau tradisi ini juga tidak dibahas sekaligus. Ujung alias saling bermaaf-maafan dengan mendatangi rumah-rumah satu persatu, yang muda mendatangi yang tua. Sajian pun nggladrah, mau makan apa saja ada, setiap orang sumringah, pakaian semua baru, pesta mercon sepuasnya, kantong penuh uang saku, saudara-saudara semua berkumpul. Sungguh rasanya tidak ada kebahagian yang melebihi kebahagiaan hari lebaran ini.

Itulah diantara beberapa tradisi mengasikkan di dalam bulan ramadhan. Akhirnya mari berharap Ramadhan ini dapat memberi pencerahan bagi kita sehingga cahaya Ramadhan tetap bersinar di jiwa sampai setahun kedepan….

13
Agu
09

Ngampon

Mendung sore itu menyertai laju motor matic kesayangan istri tercinta, dalam perjalanan menuju Ngampon, dukuh kecil di pojok Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Ya istri berkeras untuk memakai motornya karena motor satunya lampunya kethip-kethip dan saya yakin jalan sampai Ngampon juga dah bagus kok.

Ada perasaan yang mendorong-dorong saya untuk berangkat ke Ngampon di sela kesibukan saya kali ini, tentu biar saya bisa kecathet jadi anggota pendekar tidar karena ada satu hal yang menurut saya istimewa dari Ngampon ini. Gagasan Perpustakaan Warga, bukankah suatu ide yang luar biasa untuk dukuh kecil di kaki gunung ini…… Semangat dari KANG ROJINGUN dan kawan-kawan lah yang mendorong saya untuk berangkat sore itu. Juga atas ajakan mas Nahdhi CS tentunya saya jadi semangat banget untuk berangkat.

Mendung yang menggantung memberi harapan sekaligus kecemasan, syukur kalo tidak turun hujan ya berarti nanti malam cuaca gak akan terlalu dingin mengingat ini adalah bulan2 terdingin di sekitar pegunungan kan? Sesampai di Mulut Desa Ketangi alhamdulillah dah ketemu sama mas Rojingun jadi gak repot tanya-tanya lagi meskipun sebenere saya gak asing dengan daerah Ketangi dan sekitarnya mengingat sebagian masa lalu saya ada sangkut pautnya dengan tempat ini.

Motor Matic saya melaju lumayan mulus di jalanan menuju Ngampon karena hampir semua sudah aspal hanya pas sampai mulut Dukuh Ngampon lembaran aspal itu terhenti… sayang memang, padahal cuma tinggal beberapa puluh meter lagi saja. Sesampai di Ngampon saya disambut keramahan khas pegunungan, senyum lebar penuh persahabatan dan permintaan mampir dari setiap orang yang saya jumpai. Dan yang paling membuat kesan adalah TEH JAWA tanpa gula hidangan Ibunda Mas Rojingun, sedaap…

Ternyata saya datang terlalu awal, Mas Nahdhi Cs belum datang sampai sudah ba’da Magrib, maka saya sempatkan waktu sebentar untuk bersilaturrahim ke tempat teman-teman lama saya. Setelah Isya’ baru saya kembali ke Ngampon untuk mengikuti prosesi PERESMIAN PERPUSTAKAAN WARGA yang dibungkus dalam acara pengajian dalam rangka menyambut Ramadhan. Acara berjalan Khidmat Gunting pak Kadus pun menandai dibukanya PERPUSTAKAAN WARGA ‘ULUL ALBAB’. Eeh lha kok tiba-tiba setelah itu Mas Nanang Ndapuk saya supaya menyerahkan koleksi buku secara simbolis…

Selamat untuk warga Ngampon! cita-cita untuk mendunia bukan cuma impian belaka asal ada tekad dan kemauan berusaha pasti suatu saat Ngampon akan berbicara dalam percaturan dunia.

Selesainya acara temen-temen bala tidar melanjutkan acara sendiri dengan nonton bareng tapi saya harus pulang karena saya pamit sama istri tidak menginap. Jadilah ditengah pekatnya Kabut Kaliangkrik di jam 00.30 itu saya meluncur turun, maunya sih sok berani sendiri tapi mas Rojingun yang ndak tegel, sehingga dia bela-belain nganter saya sampai jalan besar di Beseran.

ini foto-foto dari tustel saya : klik sini




orang berguna

Aku ingin melakukan sesuatu hal yang besar, tapi yang harus aku kerjakan tiap hari adalah hal-hal kecil yang seolah-olah adalah hal yang yang besar dan penting buatku.


Profil Facebook Hanafi Muhammad




chat dengan saya..

yang sedang disini ::.
hit counters
dari mana aja yach...?
Locations of visitors to this page

pendekar tidar mengundang para blogger magelang untuk bergabung.. mari..

pilih pilih

Foto2 di Flickr

DSCN6348

DSCN6347

DSCN6313

DSCN6369

DSCN6356

More Photos

my fave picture

sejauh ini sudah

  • 212,007 kali dikunjungi

check this out

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031